Redaksi

Nazaruddin Bagai Belut di Dalam Ember

8 Juli 2011 - 07.41 WIB > Dibaca 672 kali | Komentar
 


MUHAMMAD Nazaruddin benar-benar menyita perhatian banyak orang. Sudah berminggu-minggu, kasus Nazaruddin menjadi berita utama di berbagai media cetak maupun elektronik di Tanah Air. Tak pelak, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memerintahkan penangkapan terhadap pria 32 tahun ini.

Digadang-gadangkan berada di Singapura, polisi pun mengirim tim untuk menangkap Nazaruddin karena Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan status tersangka. Hasilnya, nihil. Setelah polisi berada di Singapura, keluar pernyataan dari pemerintah Singapura bahwa Nazaruddin sudah tidak berada di Negeri Singa tersebut. Penegak hukum benar-benar kecolongan.
Rabu (6/7), tim pemburu juga dibuat bingung dengan informasi yang beredar melalui BlackBerry messenger (BBM). Anggota DPR dari Dapil Jember Lumajang itu disebut-sebut ada di Bangil, Jawa Timur. “Operasi pelarian memang dikendalikan dari Singapura, tapi Nazar ada di Bangil,” begitu tulisan BBM yang beredar cepat di kalangan wartawan. BBM benar-benar kian terkenal dalam kasus Nazaruddin ini.

Nazaruddin dianggap bagaikan belut. Licin. Tapi, Nazaruddin bukanlah belut dalam lumpur atau air yang susah untuk ditangkap. Belutnya sekarang berada dalam ember. Kalau mau, tinggal cokok, maka dapat tuh si belut. Kenyataannya kan tidak, belut itu dibiarkan berenang ke sana ke mari. Tak ada yang mau menangkap, walau kadang sang belut menampakkan kepalanya ke permukaan air.      

Kasus Nazaruddin kalau kita lihat pengungkapannya setengah hati dan juga sebelah mata. Satu sisi Presiden SBY dengan tegas memerintahkan pengejaran dan penangkapan terhadap Nazaruddin. Sisi lain, ada orang-orang dalam yang berposisi sebagai juru selamat atas diri Nazaruddin. Orang-orang tersebut mengontrol situasi dan memobilisasi agar Nazaruddin tidak tertangkap oleh polisi atau KPK.

Betul kata Permadi, kalau mau, Nazaruddin sudah dulu-dulu tertangkap. Tapi karena ada hal yang lebih besar untuk diselamatkan, maka diciptakan kondisi seperti sekarang. Kalaulah Nazaruddin ditangkap, tentunya dia akan buka-bukaan terhadap kasus yang menimpa dirinya. Banyak yang terbabit, mulai dari menteri, anggota DPR hingga Presiden SBY. Kalau Presiden tidak tegas dengan keputusan suruh menangkap, pamornya terus turun di mata masyarakat. Makanya sekarang Nazaruddin bebas ke mana-mana.***
KOMENTAR
Terbaru
Peringatan Tahun Baru   Hijriah di SD Pahlawan

Kamis, 20 September 2018 - 15:32 WIB

Desa Harus Maju dan Berkembang

Kamis, 20 September 2018 - 15:30 WIB

Ajak Masyarakat Sinergi Mengisi Pembangunan

Kamis, 20 September 2018 - 15:00 WIB

Alam Mayang Tempat Wisata Favorit

Kamis, 20 September 2018 - 14:56 WIB

Angsuran Toyota  hingga 8 Tahun

Kamis, 20 September 2018 - 14:50 WIB

Follow Us