Wonderful Indonesia
DARURAT ASAP
Petugas Laboratorium Udara Turunkan Status Berbahaya Jadi Sangat Tidak Sehat
Sabtu, 05 September 2015 - 18:30 WIB > Dibaca 1749 kali Print | Komentar
Petugas Laboratorium Udara Turunkan Status Berbahaya Jadi Sangat Tidak Sehat
Petugas laboratorium udara kota Pekanbaru, Danil sedang menyetel ISPU di simpang Mal SKA Pekanbaru Jalan Tuanku Tambusai-Jalan Soekarno-Hatta dari status Berbahaya (atas) diturunkan menjadi status Sangat Tidak Sehat (bawah), Jumat petang (4/9/2015). Padahal alat pencatat Ispu milik Chevron di Rumbai hari itu mencatat kondisi udara Pekanbaru Berbahaya.(AZNIL FAJRI/RIAUPOS.CO)
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Petugas Laboratorium Udara Pekanbaru, Danil yang mengaku berkantor di kawasan Kantor Wali Kota Pekanbaru mengganti kode pada alat pencatat ISPU di simpang Mal SKA Pekanbaru dari status Berbahaya diturunkan menjadi Sangat Tidak Sehat, Jumat petang (4/9/2015) pukul 17.00 WIB.

Saat ditanya wartawan kenapa diturunkan statusnya dari Berbahaya menjadi Sangat Tidak Sehat padahal asap kian tebal (Berbahaya), Danil diam saja dan langsung pergi terburu-buru. Menurut Danil dia menggantinya atas perintah atasannya Syahrial.

Ada sekitar 2 menit Danil berusaha menyetel status kondisi udara Kota Pekanbaru pada mesin ISPU itu. Dan tak tahu apa maksudnya diturunkan statusnya. Apakah warga Pekanbaru agar tidak panik tidak eksodus besar-besaran karena asap dengan fakta sebenarnya bahwa udara sudah Berbahaya.

Sejumlah wartawan yang kebetulan mengabadikan kondisi udara Kota Pekanbaru Jumat petang (4/9/2015) pukul 17.00 di simpang Mal SKA saat itu merasa heran dan curiga saja kenapa diotak-atik tombol pencatat mesin ISPU itu dari kondisi Berbahaya diturunkan statusnya menjadi Sangat Tidak Sehat. Sementara saat itu alat pencatat ISPU milik Chevron mencatat kondisi udara Berbahaya. Ada pula material sebesar kotak kaset yang dicabut dan dipasang baru kembali oleh Danil.

Menurut dr Mardiansyah Kusuma SpOk dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Pekanbaru Jumat petang (4/9/2015) bahwa tanda merah pada alat pencatat Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) itu sudah mengisyarakat Berbahaya bagi manusia. Particulate Matter (PM10) di grafik mesin ISPU itu berwarna merah hal itu tanda Berbahaya agar masyarakat menghindarinya. Artinya warga harus menghindar atau mengungsi ke tempat lain yang aman.

"Dampak negatif terhadap manusia, 5 hingga 20 tahun lagi warga yang sering menghirup kabut asap ini bisa terkena kanker paru-paru. Capek-capek cari uang sekarang, tapi nanti untuk mengobati penyakit kanker paru-paru itu, ini teori kedokterannya," kata dr Mardiansyah.

Laporan: Aznil Fajri
Editor : Yudi Waldi



Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
HASIL RAPAT PIMPINAN DEWAN
Fadli Zon Gantikan Setya Novanto Jadi Plt Ketua DPR RI
Selasa, 12 Desember 2017 - 03:18 wib
ATAS SK 5322
Gugatan PT RAPP pada Kementerian LHK Mulai Disidangkan
Selasa, 12 Desember 2017 - 02:58 wib
KENAKAN CINCIN BERLIAN BESAR
Rihanna sudah Dilamar Orang Super Kaya Arab Saudi?
Selasa, 12 Desember 2017 - 02:48 wib

Meski Tetap Eksis, Pendapatan Iklan Radio Turun
Selasa, 12 Desember 2017 - 02:17 wib
BABAK 32 BESAR
Laga Sulit di Liga Champions
Selasa, 12 Desember 2017 - 01:29 wib
DICOPOT DARI JABATAN WAKIL KETUA DPR
Fahri Hamzah: Hargai Pengadilan Dong...
Selasa, 12 Desember 2017 - 00:59 wib
PKSI KIRIM SURAT PERGANTIAN
Fahri Hamzah Dipecat dari Jabatan Wakil Ketua DPR
Selasa, 12 Desember 2017 - 00:49 wib
SETELAH DILOBI MENKO KEMARITIMAN
Qatar Minat Investasi di Indonesia, Akan Kirim Tim Teknis
Selasa, 12 Desember 2017 - 00:32 wib
BISA JADI CONTOH
Inilah Tiga Pejabat Tinggi yang Paling Rajin Lapor Gratifikasi ke KPK
Selasa, 12 Desember 2017 - 00:15 wib
TAK MAU BANYAK KOMENTAR SAAT DITANYA WARTAWAN
Pengemudi Mobil saat Setya Novanto Kecelakaan Diperiksa KPK
Selasa, 12 Desember 2017 - 00:02 wib
Cari Berita
Lingkungan Terbaru
25 TPS Ilegal Kembali Dijaga Satgas DLHK

Senin, 11 Desember 2017 - 09:50 WIB

Pasang Keling Rendam Kuala Kampar Fasilitas Umum dan Pemukiman Warga
Gunakan Sampah Plastik untuk Tanaman Toga

Sabtu, 09 Desember 2017 - 08:00 WIB

Tidak Ada TPS, Kelurahan Bina Widya Berdayakan RT/RW

Sabtu, 09 Desember 2017 - 07:56 WIB

Banjir Rob Berangsur Surut

Jumat, 08 Desember 2017 - 09:48 WIB

sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us