Depan >> Berita >> Riau >>
Syafril Tamun : Zaini Ismail Agar Dipecat Saja dari PNS
21 April 2012 - 17:03 WIB > Dibaca 2121 kali Print | Komentar
Berita Terkait

Riau Pos Online-Pergantian Pejabat Eselon tiga dan empat yang dilantik oleh Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Wan Syamsir Yus beberapa waktu lalu, masih menuai pro-kontra dan adanya indikasi jual beli jabatan terhadap posisi yang mereka tempati. Banyak pejabat menilai Zaini diduga meminta sejumlah uang untuk posisi baru. Salah satu mengkritisi perpindahan jabatan beberapa waktu lalu itu adalah Syafril Tamun mantan Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas PU Provinsi Riau.

Syafril Tamun mantan Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Riau mengatakan kepada wartawan, untuk jual beli jabatan itu sudah jelas. Hanya membuktikannya memang susah, karena tidak memakai kwitansi.

"Kalau tidak disogok tak mungkin terjadi penempatan asal-asalan. Banyak yang tidak sesuai dengan bidang keahliannya. Misalnya auditor di Inspektorat ditempatkan di Dinas Sosial. Kemudian orang yang belum pernah menjabat Eselon IV kok bisa langsung ke Eselon III," ujar Syafri.

Syafri menambahkan masih banyak puluhan contoh lainnya. Lagi pula tidak melalui Baperjakat. Kalau Pemprov tidak memberi sanksi kepada Zaini (Kepala BKD) Riau ini mau dibawa kemana lagi Riau ini. Sekarang aja situasi di SKPD sudah kacau balau karena pejabat yang baru dilantik ada yang tidak mengerti tugas barunya. Sedangkan yang lama banyak yang meninggalkan tugas-tugas administratif yang belum tertangani sebelumnya.

"Kalau ditinjau dari aspek belanja daerah, mutasi kemarin sangat merugikan keuangan daerah, karena diperlukan diklat untuk menguasai dan memahani tugas baru. Ini kan tidak efisien. Di Diskominfo sendiri pejabat lama yang saya gantikan sudah punya prestasi bagus untuk memperbaiki dan meningkatkan kinerja Bidang Media Center. Sekarang yang bersangkutan sudah dimutasi ke badan lain," sebut Syafril kecewa.

Tentunya hal ini tidak baik bagi pembinaan dan pengembangan karir PNS ke depan. Saya sebagai pejabat baru yang punya keahlian di bidang irigasi dan rawa (pengairan) tentu sangat tak paham masalah informasi dan komunikasi. ''Bila dilihat dari kepentingan daerah yang ingin meningkatkan SDM khususnya di lembaga pemerintah, maka tindakan Zaini tersebut dapat dikategorikan sebagai penjahat yang harus diberi hukuman yang berat. Misalnya pemecatan sebagai PNS," tegasnya. "Saya tidak akan berhenti berkomentar sampai saya dan teman-teman mendapat keadilan," ujarnya.(azf)

Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
Penyidik SP3 Polda Riau Kena Teliti Mabes Polri
Rabu, 27 Juli 2016 - 02:42 wib
Golkar ke Jokowi Tak Pakai Syarat
Rabu, 27 Juli 2016 - 00:59 wib
Di Surabaya, PLN Beli Listrik dari Tenaga Sampah
Rabu, 27 Juli 2016 - 00:46 wib
Sepakat Bercerai
Rabu, 27 Juli 2016 - 00:39 wib
Ahok Bukan Tunggu PDI P, Tapi Cari Hari Baik
Rabu, 27 Juli 2016 - 00:26 wib
Cari Berita
Riau Terbaru
Penyidik SP3 Polda Riau Kena Teliti Mabes Polri

Rabu, 27 Juli 2016 - 02:42 WIB

18 Ribu PNS Guru Dan 12 Sektor Lainnya Akan Beralih Kewenangan

Rabu, 27 Juli 2016 - 02:27 WIB

Gelar Razia, Satpol PP Minta Anak Punk Tak Lagi Mangkal di Langgam

Selasa, 26 Juli 2016 - 19:52 WIB

Komisi A Ajukan Penambahan Anggaran untuk PPNS

Selasa, 26 Juli 2016 - 19:36 WIB

Akhir Yani Wakili PWI Kampar di Porwanas

Selasa, 26 Juli 2016 - 18:31 WIB

Advertorial KAB ROHIL
Advertorial DPRD ROHIL
Ranggi Riau Pos
Follow Us