Wonderful Indonesia
Rusia Kembali Ancam Rudal NATO
Sabtu, 05 Mei 2012 - 09:22 WIB > Dibaca 27368 kali Print | Komentar
Rusia Kembali Ancam Rudal NATO
Angkatan bersenjata Rusia memamerkan rudal jelajah antar benua dalam sebuah parade militer belum lama ini. Rusia mengancam akan menggunakan kekuatan rudal di Eropa jika negara NATO tetap berkeras membangun pertahanan anti rudal yang didukung AS. (Foto: Reuters)
Berita Terkait



MOSKOW (RP)- Rusia kembali bersitegang dengan Amerika Serikat dan NATO. Pemicunya adalah rencana penempatan pertahanan rudal di negara-negara Eropa Tengah oleh AS dan NATO.

Sebenarnya, Rusia, AS, dan NATO telah menggelar pertemuan untuk membicarakan masalah ini sejak Kamis kemarin. Namun, Rusia mengklaim pertemuan itu hampir buntu. Sehingga, negara pewaris Uni Soviet itu memberikan peringatan keras kepada AS dan NATO.

‘’Keputusan untuk menggunakan kekuatan penghancur akan diambil jika situasi memburuk,’’ ujar Kepala Staf Pertahanan Rusia, Jenderal Nikolai Makarov sebagaimana dikutip BBC.

Rusia menyebut rencana AS dan NATO itu mengancam keamanan negaranya. Makarov menambahkan, jika rudal pertahanan Eropa itu tetap dibangun, maka Rusia siap memperkuat hulu ledak pada rudal-rudal balistiknya.

Namun, AS dan NATO menyatakan rencana penempatan pertahanan rudal di Eropa Tengah ini untuk perlindungan dari kemungkinan serangan Iran dan Korea Utara. NATO juga tetap optimis pembicaraan yang digelar di Moskow itu akan memperoleh kesepakatan.

Bahkan, perwakilan NATO, Jenderal Alexander Vershbow, mengatakan kekhawatiran Rusia itu tidak berdasar. Menurutnya, sistem rudal pertahanan yang akan dibangun AS dan NATO itu tidak bisa menandingi kekuatan nuklir Rusia.

Rusia dan AS telah bersitegang soal rudal pertahanan sejak 2000—sejak ide ini pertama kali dimunculkan pada masa pemerintahan George W Bush. Pada 2008, Barack Obama yang menggantikan Bush membatalkan rencana perluasan pertahanan rudal di Polandia dan Republik Ceko.

Namun pada 2010, AS menandatangani perjanjian dengan Polandia untuk menggunakan pangkalan tua di Redzikow, wilayah dekat Pantai Baltik, sebagai basis pertahanan rudal. Rusia sendiri dimasukkan ke dalam komisi sistem radar di wilayah Baltik.(int)
KOMENTAR
Berita Update
Fernando Torres - Atletico Madrid
Trofi Pertama dan Terakhir
Minggu, 20 Mei 2018 - 14:45 wib

Pentingnya Terapi untuk Orangtua Anak Autis
Minggu, 20 Mei 2018 - 11:52 wib
Gundala
Awali Kebangkitan Superhero Indonesia
Minggu, 20 Mei 2018 - 11:50 wib
Barcelona VS Real Sociedad
Kado Terakhir Iniesta
Minggu, 20 Mei 2018 - 11:41 wib
Petasan Dilarang, Satpol PP Patroli Pasar Ramadan

Petasan Dilarang, Satpol PP Patroli Pasar Ramadan
Minggu, 20 Mei 2018 - 11:40 wib

Tegang Jelang Ucap Janji
Minggu, 20 Mei 2018 - 11:31 wib

Menulis Tradisi dalam Bait-bait Puisi
Minggu, 20 Mei 2018 - 11:27 wib

Bandar Kayangan, Unik nan Menarik
Minggu, 20 Mei 2018 - 11:24 wib
PERISA - YUSMAR YUSUF
Laman Rumput Hijau
Minggu, 20 Mei 2018 - 11:23 wib
Datangkan Imam dari Palestina
Masjid Al-Falah Darul Muttaqin Pekanbaru
Datangkan Imam dari Palestina
Minggu, 20 Mei 2018 - 11:20 wib
Cari Berita
Internasional Terbaru
Tegang Jelang Ucap Janji

Minggu, 20 Mei 2018 - 11:31 WIB

Geledah Kediaman Najib, Sejumlah Barang Mewah Disita Polisi Malaysia
Ini Negara-negara yang Puasanya Terlama di Dunia

Jumat, 18 Mei 2018 - 00:18 WIB

Resmi Bebas, Anwar Ibrahim Jadi Calon Pemimpin Masa Depan Malaysia
Surati Jokowi, Begini Belasungkawa Presiden Singapura Terkait Teror Bom
Sagang Online
loading...
Follow Us