Rusia Kembali Ancam Rudal NATO
05 Mei 2012 - 09:22 WIB > Dibaca 24739 kali Print | Komentar
Rusia Kembali Ancam Rudal NATO
Angkatan bersenjata Rusia memamerkan rudal jelajah antar benua dalam sebuah parade militer belum lama ini. Rusia mengancam akan menggunakan kekuatan rudal di Eropa jika negara NATO tetap berkeras membangun pertahanan anti rudal yang didukung AS. (Foto: Reuters)
Berita Terkait

Lindungi Eropa, AS Aktifkan Sistem Rudal Perisai



MOSKOW (RP)- Rusia kembali bersitegang dengan Amerika Serikat dan NATO. Pemicunya adalah rencana penempatan pertahanan rudal di negara-negara Eropa Tengah oleh AS dan NATO.

Sebenarnya, Rusia, AS, dan NATO telah menggelar pertemuan untuk membicarakan masalah ini sejak Kamis kemarin. Namun, Rusia mengklaim pertemuan itu hampir buntu. Sehingga, negara pewaris Uni Soviet itu memberikan peringatan keras kepada AS dan NATO.

‘’Keputusan untuk menggunakan kekuatan penghancur akan diambil jika situasi memburuk,’’ ujar Kepala Staf Pertahanan Rusia, Jenderal Nikolai Makarov sebagaimana dikutip BBC.

Rusia menyebut rencana AS dan NATO itu mengancam keamanan negaranya. Makarov menambahkan, jika rudal pertahanan Eropa itu tetap dibangun, maka Rusia siap memperkuat hulu ledak pada rudal-rudal balistiknya.

Namun, AS dan NATO menyatakan rencana penempatan pertahanan rudal di Eropa Tengah ini untuk perlindungan dari kemungkinan serangan Iran dan Korea Utara. NATO juga tetap optimis pembicaraan yang digelar di Moskow itu akan memperoleh kesepakatan.

Bahkan, perwakilan NATO, Jenderal Alexander Vershbow, mengatakan kekhawatiran Rusia itu tidak berdasar. Menurutnya, sistem rudal pertahanan yang akan dibangun AS dan NATO itu tidak bisa menandingi kekuatan nuklir Rusia.

Rusia dan AS telah bersitegang soal rudal pertahanan sejak 2000—sejak ide ini pertama kali dimunculkan pada masa pemerintahan George W Bush. Pada 2008, Barack Obama yang menggantikan Bush membatalkan rencana perluasan pertahanan rudal di Polandia dan Republik Ceko.

Namun pada 2010, AS menandatangani perjanjian dengan Polandia untuk menggunakan pangkalan tua di Redzikow, wilayah dekat Pantai Baltik, sebagai basis pertahanan rudal. Rusia sendiri dimasukkan ke dalam komisi sistem radar di wilayah Baltik.(int)
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
Sudah Diputuskan, Ujian Nasional Batal Dihapus
Kamis, 08 Desember 2016 - 01:58 wib
KPK Akan Sisir Nama-nama yang Disebut di Kasus E-KTP
Kamis, 08 Desember 2016 - 01:43 wib
Sawit Indonesia Kesulitan karena Kampanye Negatif
Kamis, 08 Desember 2016 - 01:26 wib
Ini Usul BNPB Agar Rumah Tinggal Tahan Gempa
Kamis, 08 Desember 2016 - 01:18 wib
KKR Natal Dibubarkan Ormas, Tanda Polisi Lembek
Kamis, 08 Desember 2016 - 00:42 wib
Kita Bertemu di Final...
Kamis, 08 Desember 2016 - 00:03 wib
Cari Berita
Internasional Terbaru
Dari Empat Pemimpin Ini, Cuma Satu yang Bertahan

Rabu, 07 Desember 2016 - 01:15 WIB

Trump Pancing Amarah Beijing

Selasa, 06 Desember 2016 - 10:28 WIB

Mengejutkan, Dua Perdana Menteri Ini Nyatakan Mundur

Selasa, 06 Desember 2016 - 01:58 WIB

Jarang Tampil di Muka Umum, Istri Presiden Korut Jadi Berita
Pilot Itu Berujar: "Kami Akan Jatuh... Bantu Kami..."

Sabtu, 03 Desember 2016 - 00:19 WIB

sumatranet
Ranggi Riau Pos
loading...
Follow Us