Tak Lulus Tes, Honorer K2 Bisa Diberhentikan

12 Juni 2012 - 08.46 WIB > Dibaca 19969 kali Print | Komentar
JAKARTA (RP) - Para honorer kategori dua (K2) yang tidak lolos tes seleksi menjadi CPNS, terancam diberhentikan dari instansi tempatnya bekerja. Pasalnya, banyak di antaranya tidak memiliki kompetensi sehingga sulit dipertahankan.

‘’Terus terang saja, melihat kemampuan yang dimiliki honorer K2 yang kebanyakan tidak punya kompetensi, membuat pemerintah sulit mengaturnya,’’ ungkap Wakil Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Eko Prasojo yang dihubungi, Senin (11/6).

Di dalam PP Nomor 56/2012 tentang Revisi PP Nomor: 48/2007 tentang Pengangkatan Honorer menjadi CPNS, tidak diatur tentang honorer K2 yang lulus tes. Yang tertera di dalam PP tersebut hanya bagi honorer K2 lulus tes akan diangkat CPNS secara bertahap mulai 2013 hingga 2014.

‘’Memang di dalam PP 56 tidak diatur nasib honorer K2 yang tidak lolos. Mereka diatur dalam UU Aparatur Sipil Negara (ASN) yang sekarang RUU-nya masih sementara dibahas,’’ ujarnya.

RUU ASN, lanjut guru besar UI ini, mengatur honorer K2 yang tidak lolos, akan diangkat sebagai pegawai tidak tetap pemerintah (PTTP) sepanjang instansinya membutuhkan. Hanya saja, dasarnya harus sesuai kompetensi. Misalnya, yang dibutuhkan guru matematika, tapi honorer K2-nya guru bahasa Indonesia otomatis tidak bisa diangkat PTTP.

‘’Pemerintah pusat tidak bisa memaksakan instansi menerima honorer K2 menjadi PTTP kalau yang bersangkutan tidak sesuai kompetensi. Sebab, pembayaran gajinya menjadi tanggung jawab instansi bersangkutan,’’ tegasnya. Meski tidak merinci satu persatu, namun Eko mengungkapkan, data honorer K2 banyak yang tidak punya kompetensi. Sehingga, kalau tidak lolos CPNS maupun PTTP, honorernya akan diberhentikan.

‘’Mau tidak mau ya diberhentikan oleh instansi. Pemberhentiannya juga tidak disertai kompensasi, kecuali pimpinan instansinya mempunyai kebijakan khusus memberikan uang tanda terimakasih,’’ pungkasnya.

Seleksi Desember
Sementara itu, menurut Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Azwar Abubakar pengangkatan honorer K2 melalui proses seleksi sesama honorer K2 direncakanan dilakukan Desember 2012.

‘’Memang dalam rencana kerja kami, pengangkatan honorer K2 menjadi CPNS mulai tahun depan. Tapi saya ingin tesnya dilakukan tahun ini dan hanya sekali agar bisa melihat berapa kuota honorer K2 yang diangkat. Apalagi tes ini dilakukan bertingkat, mulai pengetahuan umum sampai kompetensi profesi,’’ ujar Azwar dalam rapat kerja dengan Komisi II DPR di Senayan, Senin (11/6).

Hanya saja, jadi tidaknya tes ini dilakukan pada Desember mendatang, masih harus dibahas terlebih dahulu bersama pemerintah daerah dan konsorsium Perguruan Tinggi Negeri.

Jika mereka siap, maka tes digelar akhir 2012 ini.  ‘’Kalau daerah dan konsorsium PTN siap, berarti tesnya bisa dilaksanakan Desember. Bila belum siap, pelaksanaan tesnya awal 2013,’’ ujarnya.

Terhadap usulan Azwar ini, Komisi II DPR RI menyetujuinya. Komisi yang membidangi pemerintahan ini memberikan kesempatan dua minggu kepada Menpan-RB untuk membahas kapan tesnya dimulai.

‘’Jadi kalau siap tahun ini, kami men-support. Tapi kuota per tahunnya harus jelas. Apakah kuota 70 ribu diselesaikan 2013 saja atau sampai 2014,’’ tegas Wakil Ketua Komisi II DPR RI Ganjar Pranowo.

Hanya K1-K2 Diproses
Desakan Komisi II DPR RI agar ada lagi pengangkatan honorer menjadi CPNS di luar honorer kategori satu (K1) dan kategori dua (K2), ditolak pemerintah. Dalam rapat kerja Komisi II DPR RI, Azwar Abubakar menegaskan, tidak ada lagi pengangkatan CPNS di luar K1 dan K2.

‘’Yang diurus pemerintah hanya K1 dan K2. Kalau ada honorer yang teranulir (di Jawa Tengah) itu masuk K2,’’ tegas Azwar, Senin (11/6). Sikap tegas pemerintah ini, lanjutnya, untuk menciptakan rasa keadilan bagi anak negeri. ‘’Kita bukan hanya punya honorer saja, tapi juga ada lulusan dari perguruan tinggi yang ingin ikut seleksi CPNS. Kalau semua dijatah buat honorer, dimana letak keadilannya,’’ ujarnya.

Ia pun membantah tuduhan pemerintah tidak memperhatikan nasib honorer. Kata politisi PAN ini, sejak 2005 hingga tahun ini, pemerintah akan mengangkat satu juta lebih honorer menjadi CPNS, lewat manajemen yang tidak benar.  ‘’Kenapa tidak benar, karena proses rekrutmennya tidak melalui tes. Dan ini kami lakukan sebagai rasa terima kasih pemerintah terhadap honorer tertinggal. Jadi kalau diminta lagi honorer K2 tidak lewat tes, ya tidak bisa,’’ tegasnya.(esy/jpnn/ila)
KOMENTAR
Riau Pos Group
Support by: