Riau Pos Online-Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Drs R Adang Ginanjar mengungkapkan eksekutor pembunuh pengusah"> Riau Pos Online-Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Drs R Adang Ginanjar mengungkapkan eksekutor pembunuh pengusah" />
17 April 2014 - 07.48 wib
Depan >> Berita >> Ekbis >>

Kapolresta Pekanbaru Ungkap Komplotan Pembunuh Halomoan Gurning

Eksekutor Pembunuh Gurning Terungkap, Dibayar Rp500 Juta

WIB > Dibaca 1176 kali Print | Komentar
 
Eksekutor Pembunuh Gurning Terungkap, Dibayar Rp500 Juta
EKSEKUTOR GURNING: Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Drs R Adang Ginanjar dalam jumpa pers dengan wartawan di aula Mapolresta Pekanbaru Selasa (19/6/2012) menunjukkan gambar pelaku eksekutor yang membacok pengusaha Halomoan Gurning hingga tewas. Pelakunya Sepriyadi alias Asep Gerot (24) warga Jalan Thamrin Pekanbaru salah seorang anggota salah satu ormas pemuda di Pekanbaru yang pernah dilatih di Danau Buatan Rumbai Pekanbaru.(foto aznil fajri/riau pos)
Riau Pos Online-Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Drs R Adang Ginanjar mengungkapkan eksekutor pembunuh pengusaha Halomoan Gurning (55).

Dalam jumpa pers dengan wartawan di aula Mapolresta Pekanbaru Selasa (19/6), Kombes Adang Ginanjar menyebutkan bahwa eksekutor pembunuh Gurning adalah Sepriyadi alias Asep (24) warga Jalan Thamrin Gobah Pekanbaru. Asep dibayar Rp500 juta oleh sang pengorder yang kini masih misterius siapa sebenarnya yang mengorder membunuh pengusaha di PTPN-V tersebut.

Dalam menjalankan aksinya di Restoran Pondok Gurih Pekanbaru membacok Gurning sampai tewas Kamis malam 10 November 2011 , Asep tak sendiri tapi dibantu rekannya Wawan (22). Wawan berperan mengendarai sepeda motor Suzuki Satria Fu, sedangkan Asep yang dibonceng sebagai eksekutor yang membacok Gurning.

Kronologis terungkapnya kasus ini bermula ketika tersangka Wawan ditangkap polisi Sabtu 2 Juni 2012 lalu pukul 16.30 WIB di Jalan Tuanku Tambusai Pekanbaru. Tersangka Wawan mengakui sebagai pengendara motor bersama Asep untuk melakukan pembunuhan terhadap Halomoan Gurning. Wawan hanya dibayar Rp50 juta.

Rencana pembunuhan itu dimulai Kamis 10 November 2011 pukul 17.00 WIB di ana sebelumnya Wawan dihubungi Asep melalui ponsel meminta segera ke Jalan WR Supratman Pekanbaru dekat Sekolah Polisi Negara (SPN) Pekanbaru. Ketika Wawan sampai di Jalan WR Supratman, Asep sudah menunggu di salah satu kedai/warung sambil duduk di kedai tersebut.

Tak lama kemudian Asep mengatakan kepada Wawan bahwa Halomoan Gurning sudah berada di lapangan golf Simpangtiga. Kemudian Wawan dan Asep berangkat menuju Simpangtiga menggunakan sepeda motor Suzuki Satria Fu yang membawa sepeda motor adalah Wawan sedangkan yang duduk di belakang adalah Asep yang sudah membawa parang (disimpan di dalam tas sandang).

Setelah sampai di gapura bandara SSQ II Pekanbaru, Asep menyuruh Wawan berhenti dan menunggu Halomoan Gurning di gapura bandara tersebut. Setelah 15 menit kemudian Wawan dan Asep melihat Halomoan Gurning keluar dari dalam kompleks AURI menuju arah kota menggunakan mobil double cabin, Wawan dan Asep mengikuti mobil Gurning dari belakang melewati Jalan Sudirman Pekanbaru.

Saat korban melewati Rumah Makan Koki Sunda ternyata membelok ke kanan (berputar arah) selanjutnya berbelok ke kiri menuju Jalan Parit indah dan masuk ke salah satu bengkel alat beratnya (dikelilingi pagar seng). Melihat mobil korban masuk ke dalam bengkel kemudian Wawan dan Asep menunggu di warung sebelah bengkel tersebut.

Sekitar 30 menit kemudian Gurning keluar dari dalam bengkel menuju Jalan Sudirman arah simpang tiga dan di depan purna MTQ belok kanan balik menuju arah kota di Jalan Sudirman, Wawan dan Asep tetap membututi dari belakang. Kemudian mobil Gurning membelok ke Rumah Makan Pondok Gurih kemudian Wawan dan Asep mengikuti masukke dalam areal Rumah makan Pondok Gurih. Setelah di depan pintu masuk Pondok Gurih, mobil korban berhenti dan korban turun dari mobil kemudian masuk ke dalam Rumah makan Pondok Gurih, sedangkan mobil korban keluar dari pondok Gurih dikemudikan supirnya Az.

Saat mobil Gurning melewati depan pintu masuk Pondok Gurih, Wawan dan Asep mengikuti dari belakang. Tiba-tiba Asep melompat dari atas sepeda motor dan berlari menyusul korban Gurning masuk ke dalam Pondok Gurih sedangkan Wawan menunggu di depan Rumah Makan Pondok Gurih tepatnya di sebelah pintu masuk Pondok Gurih dengan posisi sepeda motor mengarah pintu keluar mesin sepeda motor hidup dan Wawan tetap di atas sepeda motor sambil melihat keadaan Pondok Gurih.

Kemudian Asep membacok korban Halomoan Gurning beberapa kali hingga korban terjatuh. Hanya beberapa detik kemudian Asep berlari menuju ke posisi Wawan dan Asep meloncat naik sepeda motor (mesin tetap hidup) dengan mengatakan: "Gas Cepat". Maka dengan cepat Wawan tancap gas keluar halaman Pondok Gurih tapi saat lewat pos Satpam ada seorang Satpam yang berusaha mengikuti sepeda motor melihat hal tersebut Asep mengacungkan parang yang masih berlumuran darah kepada Satpam sehingga Satpam tidak jadi mengejar. Selanjutnya pelaku tancap gas meninggalkan Pondok Gurih menuju Jalan Sudirman.

Kemudian Wawan dan Asep menuju Jalan WR Supratman lagi mengambil sepeda motor milik Wawan yang dititipkan di sebuah warung di Jalan WR Supratman, Wawan selanjutnya pulang ke rumahnya sedangkan Asep pada saat itu masih di warung tersebut.

Menurut Kapolresta Pekanbaru Kombes Adang Ginanjar, modus operandi masih dalam penyelidikan. otak pelaku, aktor intelektual juga masih penyelidikan. Pasal yang disangkakan pasal 340 KUHP ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup atau penjara sementara selama-lamanya 20 tahun. Pasal 338 KUHP ancaman hukuman selama-lamanya 15 tahun.

Namun tersangka Asep saat ini sudah meninggal dunia karena saat mengendarai sepeda motor menabrak pot bunga hingga terjatuh dan meninggal dunia di RSUD Arifin Ahmad Pekanbaru Ahad 26 Februari 2012. Hal ini dikuatkan oleh surat keterangan dari RSUD dan keterangan dari dokter jaga RSUD Pekanbaru.

Barang bukti yang diamankan dari rumah orangtua Asep satu buah helem warna hitam merek Honda, dan satu bilah parang terbuat dari besi ukuran 45 Cm dari gagang kayu. Dari tersangka Wawan diamankan satu helem warna putih corak hitam merek KYT, satu helai baju kaos lengan panjang warna hitam gambar bertuliskan JUICE EMATIC, juga diamankan satu helai baju kaos lengan panjang warna hitam merek Awauae, satu celana panjang jeans warna dongker merek Levis 505. Dari kasus ini sudah 30 orang dimintai jadi saksi.

Namun kematian Asep yang dikabarkan kecelakaan menabrak pot bunga dekat Mal MP Pekanbaru itu masih diragukan oleh ibu kandungAsep Ny Ely. Dalam wawancara dengan Riau Pos Online Selasa petang (19/6) di rumahnya Ny Ely mengatakan rasa curiga atas kematian anaknya yang misterius. Pada tubuh Asep kata Ny Ely tak ditemukan luka parah, hanya luka lecet sedikit di pipi kiri dan punggung tangan kanan. Saat kecelakaan itu kata Ny Ely, anaknya Asep mengendarai sepeda motor Kawasaki Ninja warna merah hitam milik teman Asep bernama Viktor. Asep gonceng tiga dengan orang yang selama ini tak baikan dengan Asep yaitu Nanda Samuik dan seorang Satpam Diskotik Ozon yang digelar Macan. ''Teman-teman Asep heran kenapa Asep kok bisa akrab malam itu sama Nanda Samuik yang rumahnya di Jalan Tanjungdatuk ujung Pekanbaru padahal mereka tak baikan,'' kata Ny Ely. (azf)
KOMENTAR

Follow Us

1 Kg Ganja Diamankan Polres Siak

Maimanah Umar dan Maryenik Tersangka

Real Madrid Juara Copa del Rey

Garap Jaringan Gas di Lima Kota, Riau Tak Disebut

Fifty Shades of Grey Kurang Hot & Erotis

Gambar Jokowi Brewokan Jadi Bahan Tertawaan

Pria Lajang Ini Ngaku Cuma Ciumi bukan Selingkuhi Istri Tetangga

Menit 11, Di Maria Bawa Madrid Unggul 0-1 atas Barca

Yahoo Catat Peningkatan Penghasilan Iklan

Ketua DPD II Inhu Dituding Jadi Penyebab Turunnya Suara Golkar