Kasus Rasuah PON Riau
Diki: Rp9 M Mengalir ke DPR RI
06 Juli 2012 - 07:54 WIB > Dibaca 1341 kali Print | Komentar
PEKANBARU (RP)- Ada fakta aliran dana lain terungkap dalam lanjutan sidang kasus dugaan suap revisi Perda No 6/2010 tentang Venue Lapangan Tembak dengan tersangka Kasi Pembangunan Sarana dan Prasarana Dispora Riau, Eka Dharma Putra, dan Manajer Keuangan PT Pembangunan Perumahan, Rahmat Syahputra, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Pekanbaru, Kamis (5/7).

Saksi yang diperiksa mengungkapkan, selain aliran uang suap Rp900 juta ke anggota dewan, juga ada dana yang mengalir ke DPR RI sebanyak Rp9 miliar.

Kesaksian itu diberikan Manajer Operasional proyek pembangunan Stadion Utama Diki Aldianto dari PT Adhi Karya di depan majelis hakim yang dipimpin Ketua Majelis Krosbin Lumban Gaol SH MH.

‘’Total uang yang diserahkan ke DPR RI sudah Rp9 miliar, itu kemungkinan agar APBN PON cair,’’ kata Diki.

Pada awal pemeriksaan, Diki mengatakan, ia tidak mengetahui adanya dana Rp900 juta yang diberikan kepada anggota DPRD untuk membahas dan merevisi peraturan daerah tersebut.

‘’Waktu itu saat pertemuan di rumah Taufan Andoso, Syarif Hidayat, Adrian Ali dan Taufan Andoso mengatakan, kami harus menyediakan dana Rp1,8 miliar. Mereka minta realisasi Rp900 juta dulu,’’ kata Diki.

Diki kemudian memberitahukan pada atasannya dan diarahkan agar Diki tidak melayani permintaan dana tersebut. ‘’Kemudian dua kali Lukman Abbas menghubungi saya, tapi tidak dilayani sampai terjadinya peristiwa penangkapan oleh KPK,’’ kata Diki.

Dalam keterangannya di hadapan majelis hakim dan penuntut umum dari KPK, Diki mengatakan, Adhi Karya sudah memberikan dana Rp9 miliar untuk DPR RI dalam kepentingan pembangunan venue PON tersebut.

Selain itu, Diki juga mengungkapkan, atasannya, Aji Satmoko, pernah memerintahkan memberikan uang atas permintaan Lukman Abbas.

‘’Lukman Abbas meminta uang Rp700 juta. Atasan saya menyuruh saya memberikan uang kepada Lukman Abbas Rp700 juta, saya kemudian menelepon Pak Lukman. Katanya uang tersebut diantarkan langsung ke rumahnya,’’ terang Diki.

Bahkan disebutkan Diki, anggota DPRD bernama Syarif Hidayat pernah meminta uang Rp4 miliar untuk mengatasi kekurangan dana pembangunan venue PON.

‘’Katanya untuk mengatasi kekurangan dana, dan ia bisa membantu dengan memberikan uang kepadanya Rp4 miliar, tapi tidak dijelaskan pembagiannya kepada siapa saja,’’ ungkap Diki.(rul)
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
Kombes Krishna Murti Juga Membantah Punya Istri Siri
Selasa, 27 September 2016 - 01:23 wib
Pingrang Geger, Foto Siswi SMA Tak Pakai Baju Beredar Luas
Pingrang Geger, Foto Siswi SMA Tak Pakai Baju Beredar Luas
Selasa, 27 September 2016 - 01:19 wib
Dinas Pendidikan Riau Catat Jumlah Guru 17.050 Orang
Dinas Pendidikan Riau Catat Jumlah Guru 17.050 Orang
Selasa, 27 September 2016 - 01:08 wib
Lewat Anies-Sandi, Gerindra Mau Ubah Jadi Jakarta Modern
Selasa, 27 September 2016 - 00:57 wib
Kata Ruhut Sitompul: Kalau Satu Putaran Ahok Tak Ada Lawan
Selasa, 27 September 2016 - 00:44 wib
Bongkar... Semua Reklame Billboard di Jembatan Penyeberangan
Gara-gara Asmara, Pipi dan Dahi Ditembak Calon Mertua
Selasa, 27 September 2016 - 00:16 wib
Waspadalah... Ada Enam Kabupaten yang Bakal Kena Banjir
Waspadalah... Ada Enam Kabupaten yang Bakal Kena Banjir
Selasa, 27 September 2016 - 00:14 wib
Pemerintah dan Komisi E DPRD Riau Carikan Solusi
Selasa, 27 September 2016 - 00:09 wib
Cari Berita
Ekonomi-Bisnis Terbaru
Peserta Amnesti  Pajak Membeludak

Senin, 26 September 2016 - 11:12 WIB

ATC Riau Taja Workshop Hubungan Pengusaha dengan Tenaga Kerja

Senin, 26 September 2016 - 11:11 WIB

Tawarkan Hotel Berkonsep Pariwisata

Senin, 26 September 2016 - 10:53 WIB

Tiga Customer Raih Best Customer Award

Senin, 26 September 2016 - 10:52 WIB

Dewi Dapat Avanza, Widyarti Raih Agya

Senin, 26 September 2016 - 10:50 WIB

sumatranet
Ranggi Riau Pos
Follow Us