Kasus Rasuah PON Riau
Diki: Rp9 M Mengalir ke DPR RI
06 Juli 2012 - 07:54 WIB > Dibaca 1359 kali Print | Komentar
PEKANBARU (RP)- Ada fakta aliran dana lain terungkap dalam lanjutan sidang kasus dugaan suap revisi Perda No 6/2010 tentang Venue Lapangan Tembak dengan tersangka Kasi Pembangunan Sarana dan Prasarana Dispora Riau, Eka Dharma Putra, dan Manajer Keuangan PT Pembangunan Perumahan, Rahmat Syahputra, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Pekanbaru, Kamis (5/7).

Saksi yang diperiksa mengungkapkan, selain aliran uang suap Rp900 juta ke anggota dewan, juga ada dana yang mengalir ke DPR RI sebanyak Rp9 miliar.

Kesaksian itu diberikan Manajer Operasional proyek pembangunan Stadion Utama Diki Aldianto dari PT Adhi Karya di depan majelis hakim yang dipimpin Ketua Majelis Krosbin Lumban Gaol SH MH.

‘’Total uang yang diserahkan ke DPR RI sudah Rp9 miliar, itu kemungkinan agar APBN PON cair,’’ kata Diki.

Pada awal pemeriksaan, Diki mengatakan, ia tidak mengetahui adanya dana Rp900 juta yang diberikan kepada anggota DPRD untuk membahas dan merevisi peraturan daerah tersebut.

‘’Waktu itu saat pertemuan di rumah Taufan Andoso, Syarif Hidayat, Adrian Ali dan Taufan Andoso mengatakan, kami harus menyediakan dana Rp1,8 miliar. Mereka minta realisasi Rp900 juta dulu,’’ kata Diki.

Diki kemudian memberitahukan pada atasannya dan diarahkan agar Diki tidak melayani permintaan dana tersebut. ‘’Kemudian dua kali Lukman Abbas menghubungi saya, tapi tidak dilayani sampai terjadinya peristiwa penangkapan oleh KPK,’’ kata Diki.

Dalam keterangannya di hadapan majelis hakim dan penuntut umum dari KPK, Diki mengatakan, Adhi Karya sudah memberikan dana Rp9 miliar untuk DPR RI dalam kepentingan pembangunan venue PON tersebut.

Selain itu, Diki juga mengungkapkan, atasannya, Aji Satmoko, pernah memerintahkan memberikan uang atas permintaan Lukman Abbas.

‘’Lukman Abbas meminta uang Rp700 juta. Atasan saya menyuruh saya memberikan uang kepada Lukman Abbas Rp700 juta, saya kemudian menelepon Pak Lukman. Katanya uang tersebut diantarkan langsung ke rumahnya,’’ terang Diki.

Bahkan disebutkan Diki, anggota DPRD bernama Syarif Hidayat pernah meminta uang Rp4 miliar untuk mengatasi kekurangan dana pembangunan venue PON.

‘’Katanya untuk mengatasi kekurangan dana, dan ia bisa membantu dengan memberikan uang kepadanya Rp4 miliar, tapi tidak dijelaskan pembagiannya kepada siapa saja,’’ ungkap Diki.(rul)
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
Bercadar, Modus Baru Para PSK Timur Tengah di Puncak
Senin, 22 Januari 2017 - 18:16 wib
Madrid dan PSG Bersaing Dapatkan Alli
Senin, 22 Januari 2017 - 17:56 wib
Madrid Juara Paroh Musim, Zidane Tetap Meradang
Senin, 22 Januari 2017 - 17:44 wib
Ditantang Boni Hargens, Ini Tanggapan Habib Rizieg
Senin, 22 Januari 2017 - 17:13 wib
Penentuan Nasib Diego Costa
Senin, 22 Januari 2017 - 03:10 wib
Cari Berita
Ekonomi-Bisnis Terbaru
Sajikan Nuansa Hotel Berbeda

Sabtu, 21 Januari 2017 - 09:33 WIB

Besok, Soft Opening  Holycow Camp Pekanbaru

Sabtu, 21 Januari 2017 - 09:24 WIB

Program Easy Shopping Kantongi Izin Kemensos

Jumat, 20 Januari 2017 - 14:01 WIB

DBH Terpengaruh Harga Minyak Dunia

Jumat, 20 Januari 2017 - 11:59 WIB

Jangan Menyerah, Pacu Ekonomi Kreatif

Jumat, 20 Januari 2017 - 11:26 WIB

sumatranet
Ranggi Riau Pos
loading...
Follow Us
Populer hari ini