Wonderful Indonesia
Kasus Rasuah PON Riau
Diki: Rp9 M Mengalir ke DPR RI
Jumat, 06 Juli 2012 - 07:54 WIB > Dibaca 1367 kali Print | Komentar
PEKANBARU (RP)- Ada fakta aliran dana lain terungkap dalam lanjutan sidang kasus dugaan suap revisi Perda No 6/2010 tentang Venue Lapangan Tembak dengan tersangka Kasi Pembangunan Sarana dan Prasarana Dispora Riau, Eka Dharma Putra, dan Manajer Keuangan PT Pembangunan Perumahan, Rahmat Syahputra, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Pekanbaru, Kamis (5/7).

Saksi yang diperiksa mengungkapkan, selain aliran uang suap Rp900 juta ke anggota dewan, juga ada dana yang mengalir ke DPR RI sebanyak Rp9 miliar.

Kesaksian itu diberikan Manajer Operasional proyek pembangunan Stadion Utama Diki Aldianto dari PT Adhi Karya di depan majelis hakim yang dipimpin Ketua Majelis Krosbin Lumban Gaol SH MH.

‘’Total uang yang diserahkan ke DPR RI sudah Rp9 miliar, itu kemungkinan agar APBN PON cair,’’ kata Diki.

Pada awal pemeriksaan, Diki mengatakan, ia tidak mengetahui adanya dana Rp900 juta yang diberikan kepada anggota DPRD untuk membahas dan merevisi peraturan daerah tersebut.

‘’Waktu itu saat pertemuan di rumah Taufan Andoso, Syarif Hidayat, Adrian Ali dan Taufan Andoso mengatakan, kami harus menyediakan dana Rp1,8 miliar. Mereka minta realisasi Rp900 juta dulu,’’ kata Diki.

Diki kemudian memberitahukan pada atasannya dan diarahkan agar Diki tidak melayani permintaan dana tersebut. ‘’Kemudian dua kali Lukman Abbas menghubungi saya, tapi tidak dilayani sampai terjadinya peristiwa penangkapan oleh KPK,’’ kata Diki.

Dalam keterangannya di hadapan majelis hakim dan penuntut umum dari KPK, Diki mengatakan, Adhi Karya sudah memberikan dana Rp9 miliar untuk DPR RI dalam kepentingan pembangunan venue PON tersebut.

Selain itu, Diki juga mengungkapkan, atasannya, Aji Satmoko, pernah memerintahkan memberikan uang atas permintaan Lukman Abbas.

‘’Lukman Abbas meminta uang Rp700 juta. Atasan saya menyuruh saya memberikan uang kepada Lukman Abbas Rp700 juta, saya kemudian menelepon Pak Lukman. Katanya uang tersebut diantarkan langsung ke rumahnya,’’ terang Diki.

Bahkan disebutkan Diki, anggota DPRD bernama Syarif Hidayat pernah meminta uang Rp4 miliar untuk mengatasi kekurangan dana pembangunan venue PON.

‘’Katanya untuk mengatasi kekurangan dana, dan ia bisa membantu dengan memberikan uang kepadanya Rp4 miliar, tapi tidak dijelaskan pembagiannya kepada siapa saja,’’ ungkap Diki.(rul)
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
BEROPERASI BEBERARA HARI LAGI
Sistem Anti-Rudal AS Siap Bentengi Korsel
Kamis, 27 April 2017 - 12:51 wib
NUKLIR KORUT BIDIK KOTA-KOTA AMERIKA
AS: Berunding Oke, Perang pun Siap
Kamis, 27 April 2017 - 12:47 wib
United Nation World Tourism Organization
Sekjen UNWTO Taleb Rifai Kagumi Cara Menpar Arief Yahya Mendigitalisasi Industri
Kamis, 27 April 2017 - 12:21 wib
Wonderful Indonesia
Homestay Danau Toba, Tanjung Lesung dan Bromo-Semeru-Tengger Segera Naik Kelas
Kamis, 27 April 2017 - 12:08 wib
10 destinasi prioritas
Kemenpar Dorong Pentahelix Garap Potensi Wisata Budaya
Kamis, 27 April 2017 - 11:53 wib
Terkait Tuntutan Ringan Ahok
Jaksa Agung Dinilai Pengaruhi JPU
Kamis, 27 April 2017 - 11:45 wib
NASIONAL
Kemenag Berlakukan Pengaturan Tarif Umrah
Kamis, 27 April 2017 - 11:44 wib
NASIONAL
Animo dan Kuota SNM PTN Turun
Kamis, 27 April 2017 - 11:40 wib
Wonderful Indonesia
Pati Sukses Sulap TPA Jadi Destinasi Wisata
Kamis, 27 April 2017 - 11:39 wib
NASIONAL
Reshuffle Pengaruhi Elektabilitas Jokowi
Kamis, 27 April 2017 - 11:36 wib
Cari Berita
Ekonomi-Bisnis Terbaru
Penarikan Undian Simpedes BRI Selatpanjang Sukses

Kamis, 27 April 2017 - 11:15 WIB

Polytron Raih Penghargaan Indonesia Most Creative Company 2017
1.000 Karya Masuk, Pemenang Diputuskan

Rabu, 26 April 2017 - 11:39 WIB

Pasokan Daging Sapi Riau Bergantung kepada Provinsi Lain
Suzuki Ignis Paling Diminati

Rabu, 26 April 2017 - 10:17 WIB

sumatranet
Ranggi Riau Pos
loading...
Follow Us