Wonderful Indonesia
PASCA-KEKALAHAN DI BEKASI
Popularitas Dhani Tak Berefek bagi Masyarakat Pemilih Rasional
Jumat, 17 Februari 2017 - 19:32 WIB > Dibaca 849 kali Print | Komentar
Popularitas Dhani Tak Berefek bagi Masyarakat Pemilih Rasional
Ahmad Dhani. (JPNN)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Untuk menjadi kepala daerah, modal dikenal masyarakat sangat penting. Misalnya saja Ahmad Dhani yang selama ini dikenal karena profesinya sebagai musikus. Akan tetapi, mesti diingat bahwa penyebab orang dikenal ada dua jenis.

Apakah karena kebaikan, atau dikenal karena keburukannya. Demikian dikatakan oleh Direktur Eksekutif Vox Populi Center Pangi Syarwi Chaniago. "Kalau dikenal karena prestasinya, okelah. Tapi dikenal saja tidak cukup. Karena dikenal belum tentu disukai," katanya, seperti dikutip dari JPNN, Jumat (17/2/2017).

Kondisi inilah, kata Pangi, kemungkinan yang terjadi terhadap Ahmad Dhani sehingga meski cukup dikenal secara luas, tetapi bersama pasangannya calon Bupati Bekasi Saaduddin, belum mampu meraih kepercayaan mayoritas masyarakat Bekasi. Paling tidak hal tersebut terlihat berdasarkan hasil hitung sementara Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bekasi.

Data formulir C1 dari tempat pemungutan suara (TPS) yang masuk ke laman KPU menyatakan bahwa pasangan Saadddin-Ahmad Dhani hanya mengantongi 200.924 suara atau 24,62 persen. Sementara pasangan petahana yang unggul dari empat pasangan calon lain, Neneng Hasanah Yasin-Eka Supria Atmaja, mengantongi 338.260 suara (41.45 persen).

Hasil perhitungan tersebut berdasarkan suara yang sudah masuk dari 2.711 TPS ke laman KPU, Jumat (17/2/2017). Untuk Pilkada Kabupaten Bekasi, tercatat terdapat 3.958 TPS. "Jadi, untuk menjadi pemimpin itu, yang lebih keren setelah dikenal, juga disukai karena pengalaman, kinerja dan prestasinya. Artis belum ada jaminan bisa melayani rakyat," katanya lagi.

Selama ini, imbuhnya, yang terkesan di tengah masyarakat, artis justru dilayani. Bukan melayani kepentingan masyarakat. Karena itu, bagi masyarakat yang merupakan pemilih rasional, selalu terlebih dahulu mencari tahu figur calon pemimpin, sebelum menentukan pilihan. "Enggak ngefek yang namanya popularitas bagi masyarakat pemilih rasional. Bagi masyarakat, yang terpenting itu apakah calon kepala daerah itu bisa bekerja melayani rakyat atau tidak," tutupnya. (gir)

Sumber: JPNN
Editor: Boy Riza Utama
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update

BPJS TK Launching Perisai
Minggu, 24 Februari 2018 - 20:49 wib

APBD Rohul 2018 Dibatalkan
Minggu, 24 Februari 2018 - 12:27 wib

Enam Perenang Ikuti Pembinaan di Bali
Minggu, 24 Februari 2018 - 12:22 wib
Pencuri Motor dan Penadah Diringkus

Pencuri Motor dan Penadah Diringkus
Minggu, 24 Februari 2018 - 12:18 wib

BPBD Riau Terbaik Tiga di Wilayah III
Minggu, 24 Februari 2018 - 12:13 wib
DICARI DARI KEMENTERIAN LAIN
Jenderal Polisi Tak Jadi Jabat Penjabat Gubernur
Minggu, 24 Februari 2018 - 12:07 wib
Atasi Narkoba, Polres Rangkul Ninik Mamak

Atasi Narkoba, Polres Rangkul Ninik Mamak
Minggu, 24 Februari 2018 - 11:53 wib
PERSOALAN HARTA WARISAN
Nenek Ini Sedih karena Digugat Empat Anaknya Rp1,6 M
Minggu, 24 Februari 2018 - 11:47 wib
KONI Riau Fokuskan Penguatan Atlet

KONI Riau Fokuskan Penguatan Atlet
Minggu, 24 Februari 2018 - 11:46 wib
Promo Besar-besaran

Promo Besar-besaran
Minggu, 24 Februari 2018 - 11:34 wib
Cari Berita
Politik Terbaru
Joko Widodo Sebut Siapa Nama yang Akan Dampingi Maju sebagai Capres
Kembali Diusung PDI Perjuangan Jadi Capres, Jokowi Bilang Begini
Pendukung Dua Tokoh di Pelalawan Ini Siap Menangkan Syamsuar
PDI Perjuangan Akhirnya Tetapkan Sosok Ini Jadi Calon Presiden
Soal Perppu MD3, Bamsoet Akui Sepakat dengan Jokowi, Ini Alasannya
sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini