Depan >> Berita >> Kepri >>

Mindo Akhirnya Dicopot

10 Agustus 2011 - 13.39 WIB > Dibaca 2188 kali Print | Komentar
Mindo Akhirnya Dicopot
AKBP Mindo Tampubolon (Foto: batampos.co.id)
BATAM (RP) - AKBP Mindo Tampubolon akhirnya dicopot dari jabatannya sebagai Kasubdit II Ditreskrimsus Polda Kepri. Kursi yang ditinggalkan Mindo ini sengaja dikosongkan tanpa batas waktu.

Menantu mantan Kapoltabes Pekanbaru Kombes James Umboh itu dicopot dari jabatannya karena tersandung kasus pidana pembunuhan istrinya sendiri, Putri Mega Umboh. Bahkan status alumni Akpol tahun 1995 ini adalah tersangka.

Pergantian Mindo ini tertuang dalam surat telegram rahasia (TR) Kapolda Kepri Brigjen Raden Budi Winarso nomor STR: 337/VIII/2011 kemarin (9/8). Informasi yang dihimpun koran ini, TR mutasi sejumlah perwira Polda Kepri itu ditandatangi Kapolda sore kemarin usai bertemu dengan 7 sekuriti perumahan Anggrek Mas 3 di Mapolda.

Kabid Humas Polda Kepri AKBP Hartono membenarkan TR pergantian sejumlah perwira tersebut. ”Hanya mutasi biasa dan wajar dalam roda organisasi Polri,” ujar Hartono.

Masih dalam TR di atas, perwira lain yang ikut dicopot dari jabatannya yakni Kompol Aries Andhi, Kasat Reskrim Polresta Barelang. Aries diganti oleh Kompol Yos Guntur yang saat ini menjabat Kapolsekta Sekupang.

Aries Andhi dipindahkan ke Ditreskrim Umum Polda Kepri sebagai Kanit 3 Subdit 2. Sementara posisi Yos Guntur diganti teman seangkatannya Kompol Hani Hidayat. Hani saat ini berdinas di Subdit 1 Direskrim Polda Kepri. Sebelumnya alumni Akpol tahun 1998 ini menjabat Kasat Reskrim Polres Bintan.

Klaim Bertanggungjawab
Sementara itu, Kapolda Kepri Brigjen Raden Budi Winarso menyatakan dirinya akan bertanggungjawab atas kasus pengeroyokan dan penganiayaan yang dilakukan anak buahnya terhadap tujuh mantan sekuriti perumahan Anggrek Mas

3.Para sekuriti ini dianiaya dan diperlakukan tidak manusiawi saat diamankan dan dijebloskan ke penjara Polda Kepri atas tuduhan ikut terlibat membunuh Putri Mega Umboh, istri perwira Polda Kepri yang juga tersangka AKBP Mindo Tampubolon Jumat (24/6) lalu.

Tak terima dengan penyiksaan selama hampir sebulan itu, para sekuriti lalu melaporkan perbuatan para polisi itu Propam Polda Kepri, Ditreskrim Polda Kepri bahkan ke Kapolri Jenderal Polisi Timur Pradopo.

Raden Winarso lalu mengambil langkah dengan menemui para korban kekerasan oknum anggota Polda Kepri tersebut dalam pertemuan tertutup di markas Ditreskrim Polda Kepri kemarin (9/8).

Pertemuan yang hanya sekitar 10 menit itu sebenarnya tidak membuahkan hasil terkait laporan para sekuriti atas dugaan tindak pidana yang dilakukan anak buah Raden Budi Winarso.

Namun kepada tujuh mantan satpam ini, Kapolda berjanji akan bertanggungjawab atas kesewenang-wenangan yang dilakukan anggotanya terhadap mereka.

”Tidak tahu bentuk tanggungjawabnya seperti apa,” ujar Sahrul Harefa, satu dari tujuh sekuriti tersebut usai pertemuan tersebut.

Menurut Sahrul, tak ada pembicaraan serius dalam pertemuan yang turut didampingi oleh Direskrim Umum Polda Kepri Kombes Wibowo tersebut.

”Kapolda hanya tanya bagaimana kondisi kesehatan kami. Itu saja,” kata pria 53 tahun ini.

Sementara itu, Sutan J Siregar, penasehat hukum dari dua diantara 7 sekuriti itu yakni Nurdin Harahap dan Suprianto mengaku sangat kecewa dengan pertemuan singkat antara kliennya dengan orang nomor satu di Polda Kepri itu. ”Ini pertemuan sia-sia. Harusnya ada progres,” imbuh Sutan di Mapolda Kepri kemarin.

Kapolda Datangkan Paranormal
Pertemuan tertutup antara Kapolda Kepri Brigjen Raden Budi Winarso dengan 7 korban penganiayaan oknum polisi yang juga sekuriti perumahan Anggrek Mas 3 kemarin (9/8) sempat tertunda hingga 5 jam.

Pimpinan tertinggi di Polda Kepri ini mengundurkan jadwal pertemuannya dengan para korban lantaran menjemput tamu istimewanya dari Jakarta sejak pagi harinya.

Informasi yang dihimpun juruwarta, Raden Budi Winarso menjemput paranormal kawakan Ki Joko Bodo di bandara Hang Nadim, Batubesar.

Tidak diketahui secara pasti apa tujuan kehadiran paranormal yang akrab dengan para selebriti ibu kota tersebut. Namun sejumlah kalangan menyebutkan, ada kemungkinan Kapolda Kepri sengaja mengundang Ki Joko Bodo ke Batam berkaitan dengan kasus pembunuhan Putri Mega Umboh yang belum terungkap sepenuhnya hingga saat ini.

Sumber lain menyebutkan, Kapolda sengaja mengundang paranormal berambut panjang itu untuk meramal nasibnya pascaperistiwa kematian Putri Mega Umboh.

Pasalnya, beredar kabar, Kapolda berkumis ini disebut-sebut bakal segera dicopot dari jabatannya karena ketelodoran anak buahnya yang tidak profesional menangani berbagai kasus kejahatan mengakibatkan jatuhnya korban salah tangkap.

Menanggapi kehadiran paranormal di Polda Kepri ini, Kabid Humas AKBP Hartono enggan mengomentarinya. Mantan Kapolres Lingga ini bahkan tertawa ngakak setelah dikonfirmasi tentang kehadiran paranormal kawakan tersebut kemarin. ”Mungkin saja. Tapi saya sedang kegiatan lain,” ujar Hartono. (rpg)
Berita Terkait
KOMENTAR

Follow Us

Riau Pos Group
Support by: