Riau Pos Online-Pasar Buah di Jalan Sudirman Pekanbaru sejak April 2012 lalu tidak lagi menjadi importir buah."> Riau Pos Online-Pasar Buah di Jalan Sudirman Pekanbaru sejak April 2012 lalu tidak lagi menjadi importir buah." />

Pasar Buah Pekanbaru Tak Lagi Jadi Importir Buah

1 Agustus 2012 - 19.56 WIB > Dibaca 1838 kali Print | Komentar
Pasar Buah Pekanbaru Tak Lagi Jadi Importir Buah
BUAH IMPOR: Karyawati Pasar Buah di Jalan Sudirman Pekanbaru sedang merapikan buah jeruk impor agar tersusun rapi dan enak dipandang mata, Rabu (1/8/2012). Pasar Buah Pekanbaru sejak 1 April 2012 lalu tidak lagi jadi importir, tapi jadi toko biasanya menjual makanan-minuman, buah impor yang dibeli dari importir atau supplier.(foto aznil fajri/riau pos)
Riau Pos Online-Pasar Buah di Jalan Sudirman Pekanbaru sejak April 2012 lalu tidak lagi menjadi importir buah. Pasar Buah Pekanbaru kini hanya toko yang menjual makanan-minuman dan buah-buahan serta sayuran dan kue. Pasar Buah Pekanbaru kini jadi perusahaan yang berganti nama jadi PT Dinamika Buah Nusantara dengan Komisaris Asiong, Direktur Reni, dan Manajer Lukman Samidi.

Demikian dikatakan Manajer Pasar Buah Pekanbaru Lukman Samidi kepada Riau Pos Online Rabu (1/8). Menurut Lukman jadi importir kurang menguntungkan dan kini lebih baik jadi perusahaan murni hanya sebagai penyedia berbagai makanan-minuman dan menyediakan buah-buah impor yang dibeli dari importir dan supplier.

Saat ini kata Lukman untuk mendapatkan buah impor dipasok dari Jakarta. Sedangkan gudang buah di Pelabuhan Sungai Duku di belakang eks pabrik plywood PT Solagratia Jalan Tanjung Datuk ujung Pekanbaru gudangnya bukan lagi dikelola Pasar Buah Pekanbaru atau PT Dinamika Buah Nusantara. Melainkan dikelola perusahaan lain.

Kendati tak menjadi importir buah lagi, Pasar Buah Pekanbaru tetap berkembang pesat dan banyak pelanggan. Kalau dulu waktu jadi importir, berbagai buah impor dijual sampai ke beberapa kabupaten/kota di Riau diangkut pakai truk, tapi kini keperluan buah hanya untuk dijual di toko Pasar Buah Pekanbaru saja.

Berhentinya Pasar Buah Pekanbaru jadi importir menurut Lukman karena kurang menguntungkan dalam operasional saat buah dipasok dari luar negeri. Di mana setiap buah yang masuk harus lewat Pelabuhan Batam dulu sebelum ke Pekanbaru. ''Jadi harus berhenti dulu di pelabuhan Batam sebelum ke Pekanbaru. Jadi besar biayanya, merepotkan dan tak menguntungkan,'' kata Lukman.

Banyaknya volume jeruk impor seperti jeruk Australia, Sunkist USA dan Sunkist Super dibanding jeruk dalam negeri dijual di toko ini menurut Lukman karena pasokan jeruk import cukup rutin/sustainable. Jeruk dalam negeri seperti jeruk madu karo terkadang putus distribusinya sehingga Pasar Buah Pekanbaru tak ingin pelanggannya kecewa dan tetap menstok jeruk impor. Beberapa petani jeruk di Sumatera Utara, Riau, Jambi, Sumsel dan Jawa Barat menghendaki agar Pasar Buah mengutamakan jeruk dalam negeri agar petani jeruk lokal terbantu.

Menurut Lukman hal ini sudah pernah disampaikannya di depan pertemuan dengan aparat Dinas Pertanian Provinsi Riau di mana Pasar Buah Pekanbaru sudah berupaya menampung buah lokal. Tapi buah lokal terkadang putus pasokannya karena tergantung musim. Buah lokal yang tak putus pasokannya kini buah salak dari Banjarnegara Jawa Tengah, dan juga buah semangka serta melon.

''Menghadapi Hari Raya Idul Fitri 1433 H tahun ini, Pasar Buah melayani paket parcel mulai dari paket harga Rp185 ribu hingga Rp800 ribu, juga melayani pesanan parcel sesuai permintaan masyarakat. Saat ini belum ramai pesanan namun pada H+7 jelang Idul Fitri nanti bakal ramai,'' ujar Lukman.(azf)

Berita Terkait
KOMENTAR
Riau Pos Group
Support by: