Beras Zakat Fitrah Tertinggi Rp10.500 per Kilogram

3 Agustus 2012 - 09.39 WIB > Dibaca 1591 kali Print | Komentar
PEKANBARU (RP)- Kementerian Agama Kantor Wilayah Provinsi Riau, tertanggal 30 Agustus 2012 sudah menetapkan qimat zakat fitrah tahun 1433 H/2012 M, melalui surat Kw.04.3/5/BA.03.2/232/2012.  

Dalam penetapan qimat zakat fitrah ini, ditetapkan harga beras tertinggi sebesar Rp10.500,- per kilogram untuk jenis beras ramos/pandan wangi.

Sehingga zakat fitrah yang dikeluarkan per orang sebesar Rp26.250,- per 2,5 kilogram per orangnya. Selanjutnya, harga beras mundam/sokan Rp9.500,- per kilogram. Sehingga zakat fitrah yang harus dikeluarkan 2,5 kilogram beras untuk satu orang Rp23.500,-

Beras belida Rp9.000,- perkilogram dikalikan dengan 2,5 sehingga zakat fitrah yang dikeluarkan Rp22.500,- per orang. Beras topikoki Rp9.000,- perkilogram dikalikan Rp2,5 kilogram sehingga zakat fitrah yang dikeluarkan Rp22.500,- perorang. Sedangkan beras jenis Bulog Rp7.300,- perkilogram dikalikan 2,5 kilogram sehingga yang harus dikeluarkan Rp18.250,- perorang.

Ini dikatakan Kasi Penyelenggaraan Haji, Zakat dan Wakaf Kemenag Riau, Yasrip kepada Riau Pos, Kamis (2/8) di kantor Kemenag Riau.

Penetapan qimat zakat fitrah dalam Provinsi Riau ini untuk keseragaman. Zakat fitrah dilaksanakan menurut ketentuan Hukum fiqih yaitu, sha’in (gantang) makanan yang mengenyangkan.

Satu sha’in sama dengan 10 kaleng susu cap nona. Sementara apabila diukur dengan timbangan sama dengan 2,5 kilogram. Bila diukur dengan uang maka dibayar seharga berapa di pasaran waktu zakat fitrah ditentukan.

Penetapan qimat zakat fitrah yang dilakukan Kemenag Riau, berdasarkan data yang diterima Disperindag Riau untuk harga beras. “Berdasarkan harga beras itu kita tetapkan qimat zakat fitrah,” ujarnya.

Pelaksanaan pengumpulan dan pendistribusian zakat fitrah tersebut dilaksanakan melalui Unit Pengumpulan Zakat (UPZ) yang ditunjuk oleh Badan Amil Zakat. Kemenag Riau meminta, paling lambat 10 Syawal 1433 H telah melaporkan pengumpulan dan pendistribusian zakat fitrah.

Dengan penetapan ini, menjadi acuan BAZ mengumpulkan zakat. Tapi tidak tertutup kemungkinan akan ada selisih harga di daerah. Ini mengingat transportasi bahan sembako yang sampai di daerah bersangkutan seperti beras, sehingga harga di pasaran di daerah yang bersangkutan bisa sedikit naik.(dac)
KOMENTAR
Riau Pos Group
Support by: