Wonderful Indonesia
MASYARAKAT DIMINTA TELITI
Produk Mi Mengandung Babi yang Dijual Online Sulit Diawasi
Selasa, 20 Juni 2017 - 00:06 WIB > Dibaca 772 kali Print | Komentar
Produk Mi Mengandung Babi yang Dijual Online Sulit Diawasi
Mi Samyang. (JPg)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Terkait adanya temuan empat mi instan asal Korea yang tidak halal karena mengandung babi, Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) mengimbau masyarakat untuk berhati-hati dan teliti sebelum membeli.

Adapun empat produk itu adalah mi instan U-Dong (Samyang), Shin Ramyun Black (Nongshim), Mi Rasa Kimchi (Samyang), dan Yeul Ramen (Ottogi). Untuk peredaran di mal atau ritel besar, tentu BPOM sudah berkoordinasi dengan cepat.

Akan tetapi, ternyata untuk peredaran yang dilakukan melalui toko online, diakui BPOM hal itu sulit diawasi. "Iya sulit (awasi penjualan online). (Jika saat ini sudah tahu tidak halal), maka imbauannya teliti sebelum membeli," kata Kepala BPOM DKI Jakarta Dewi Prawita Sari, Senin (19/6/2017).

Saat ini, tegasnya, telah diterbitkan surat pencabutan izin edar ke 4 mi tersebut sehingga Dewi menegaskan, mi yang masih beredar merupakan produk tanpa izin edar atau ilegal. "Jika masih beredar itu ilegal. Pelaku usaha diminta mengembalikan ke distributor atau penyalur," ucapnya.

Sampai sekarang, pihaknya masih menelusuri kemungkinan produk tersebut masih beredar di pasar swalayan atau tradisional. Namun Dewi mengklaim sejauh ini brlum menemukan ptoduk itu di tingkat ritel. "Di DKI kami belum menemukan. Mungkin sudah semua ditarik oleh distributor," jelasnya.

Lebih jauh, pihaknya mengimbau masyarakat untuk melaporkan jika produk tersebut masih ditemukan di pasaran. Maka masyarakat diminta segera hubungi BPOM di call center 1 500 533. (cr1)

Sumber: JPG
Editor: Boy Riza Utama
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
DINILAI JANGGAL
Pengamat: Jokowi Harus Tentukan Penyelesaian Kasus Heli AW101
Kamis, 24 Agustus 2017 - 17:42 wib
BERKACA DARI KASUS FIRST TRAVEL
Cegah Trik Promo Umrah, Kemenag Diminta Tetapkan Tarif Bawah
Kamis, 24 Agustus 2017 - 17:35 wib
PASCA-OTT
13 Tas Berisi Uang Diamankan KPK saat Ciduk Dirjen Hubla Kemenhub
Kamis, 24 Agustus 2017 - 17:30 wib
BERHADAPAN DENGAN PETAHANA
Pilpres 2019, Eks Kader Demokrat Sebut Peluang AHY Sangat Kecil
Kamis, 24 Agustus 2017 - 17:26 wib
PLAY-OFF RAMPUNG
Liga Champions 2017-2018, Inilah Daftar Peserta di Fase Grup
Kamis, 24 Agustus 2017 - 17:22 wib
DISIMPAN DI KANTOR PUSAT
Polri Segera Kembalikan Dokumen Paspor Jamaah First Travel
Kamis, 24 Agustus 2017 - 17:13 wib
DIGELAR DI JAKARTA
KPK Sita Sejumlah Uang saat OTT Pejabat Kemenhub
Kamis, 24 Agustus 2017 - 17:10 wib
TEMUANG TIM PENGAWASAN HAJI DPR
Menag Kaget Penukaran Uang Riyal Dimanfaatkan Para Rentenir
Kamis, 24 Agustus 2017 - 17:05 wib
SINDIKAT PRODUSEN SARA
Nyaris! Saracen Siap "Panen" pada 2018 jika Tidak Tertangkap
Kamis, 24 Agustus 2017 - 17:00 wib
KANDASKAN HOFFENHEIM
Liverpool Lolos ke Fase Grup Liga Champions 2017-2018
Kamis, 24 Agustus 2017 - 16:54 wib
Cari Berita
Nasional Terbaru
Cegah Trik Promo Umrah, Kemenag Diminta Tetapkan Tarif Bawah
Putusan MA Soal Transportasi Online Wajib Ditaati Pemerintah
Menag Kaget Penukaran Uang Riyal Dimanfaatkan Para Rentenir
Hanya untuk Kalangan Dewan, Staf Ternyata Tak Boleh Tempati RJA DPR
Politikus PPP Sebut Rumah Jabatan Anggota DPR Masih Layak Huni
sumatranet
Ranggi Riau Pos
loading...
Follow Us