23 April 2014 - 20.22 wib
Depan >> Berita >> Kepri >>

Kilang Minyak Terbesar Mulai Dibangun

11 Oktober 2012 - 09.10 WIB > Dibaca 1322 kali Print | Komentar
 
TANJUNGPINANG (RP) - Mega proyek pembangunan kilang minyak terbesar di Asia Tenggara, Sinopec Westpoint di Pulau Janda Berhias, mulai dilakukan melalui penandatanganan Memorandum of Agreatmen (MoA) antara Cina Petrochemical corporation (Sinopec Group) dan  MAS Group, Rabu (10/10).

Proyek yang dibangun di atas lahan sekitar 75 hektare ini akan dijadikan sebagai area pengolahan dan penyimpanan minyak dengan volume sekitar 2,6 juta meter kubik.

Namun untuk tahap awal, perusahaan terbesar kelima di dunia itu hanya akan membangun tempat penampungan atau gudang minyak untuk keperluan negara-negara di Asia termasuk Indonesia.

Pembangunan Sinopac Wesapoint Terminal Janda Berhias ini menurut Presiden Sinopec Group, Wang Tianpu, telah direncanakan sekitar tiga tahun lalu dan baru terwujud atas dukungan pemerintah Indonesia, Pemprov Kepri dan Pemko Batam.

Wang Tiapu pun berjanji setelah pembangunan kilang yang diklaimnya sebagai kilang minyak terbesar di Asia Tenggara itu, Sinopec akan melanjutkan bidang usaha pendukung lainnya untuk kemajuan Indonesia serta Kepri khususnya.

Sebagai perusahaan pengembangan di bidang industri dan aspek lain di dalamnya, Wang berjanji konsep pembangunan Sinopec Westpoint Terminal di pulau Janda Berhias itu tetap ramah lingkungan.

“Kita akan jaga keamanan dan lingkungan dengan wawasan go green. Jadi tidak perlu khawatir,” ujar Wang Tianpu, disela-sela penandatangan MoA antara Sinopac dan MAS Group di kawasan kilang tersebut, kemarin.

Dikatakannya, kilang minyak ini akan dibangun seperti kilang yang ada di Jurong, Malaysia untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri Cina sendiri maupun negara-negara di Asia.

Indonesia khususnya Batam menurut dia akan mendapat untung dari proyek ini termasuk dunia internasional dan Cina sendiri.

“Proyek ini dapat bermakna bagi Indonesia, Cina dan dunia. Kita akan dorong pertumbuhan ekonomi Cina dan Indonesia,” katanya.

Untuk itu, ia berharap mega proyek dengan nilai investasi sekitar Rp7,7 triliun itu didukung oleh pemerintah dan instansi terkait. Diperkirakan, proyek ini akan menyerap 2 ribu tenaga kerja.

Harapan yang sama juga disampaikan Duta Besar Cina untuk Indonesia Liu Jian Chao. Ia berharap proyek ini menguntungkan Indonesia dan Cina secara ekonomi.

Sementara itu, Deputi Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal BKPM, Azhar Lubis, menyatakan dukungan pemerintah Indonesia atas proyek Sinopec Westpoint Terminal ini.

Menurut Azhar, proyek ini dapat mendukung ketersediaan kebutuhan akan minyak untuk Indonesia yang setiap harinya masih impor ribuan barel per harinya.

“Ini memberi dampak yang bagus untuk Indonesia dan Kepri untuk antisipasi kebutuhan minyak mentah kita,” katanya.

Di sisi lain, Wali Kota Batam Ahmad Dahlan mengatakan dampak positif bagi kota Batam dari proyek ini adalah penyerapan tenaga kerja terutama tenaga ahli di bidang perminyakan dan gas.

“Yang jelas lapangan kerja akan terbuka. Saat ini pekerjaan bertumpuk di perusahaan elektronik dan perkapalan tapi kini perminyakan dan gas juga terserap,” kata Ahmad Dahlan.

Ia juga mengaku tidak terlalu kuatir dengan dampak lingkungan atas proyek ini. “Tidak terlalu kuatir dengan masalah lingkungan karena perusahaan asing sangat patuh dengan aturan kita,” katanya.

Gubernur Kepri Muhammad Sani di sela-sela peletakan batu pertama perusahaan tersebut menyambut baik penanaman modal yang dilakukan perusahaan asal Cina ini.

Batam, kata Sani, merupakan kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas yang memberikan berbagai kemudahan bagi pengusaha, termasuk insentif perpajakan dan penyediaan lahan.

Awalnya, menurut gubernur, Pulau Janda Berhias yang terletak timur Batam itu tidak masuk KPBPB Batam, karena terpisah dari pulau utama.

Namun, karena permintaan pengusaha dan dukungan pemerintah, maka pulau itu masuk dalam KPBPB Batam.

“Pulau Janda Berhias dekat Singapura dengan kondisi keamanan dan ketertiban relatif baik,” pungkasnya.(spt/eca)

KOMENTAR
Berbagi
Berita Terkait
 
Kepri Lainnya
Video Terkait

Aksi BEM Se-Indonesia Di SKK Migas Berakhir Ricuh

Pelalawan Harapan Baru Sumber Migas Riau

Dahlan Iskan : Pengelolaan Migas Butuh Keseriusan

Follow Us

Rp1,12 Triliun Dikorupsi pada Proyek e-KTP

KPK Juga Akan Periksa Mendagri

Olla Ramlan Sekolahkan Anak Berbasis Agama

Pendaftar Akpol Jangan Percaya Calo

PDAM Putuskan Sambungan Pelanggan Menunggak

BRI Segera Buka Tiga Unit Baru

Dua Rumah di Bokor Disambar Petir

Madrid Nilai Filosofi Munchen Sama Dengan Barcelona

Mulai Main Sinetron Striping

PAN Dudukkan Lima Wakil di DPRD Meranti