Oleh: Prof Dr Khairunnas Rajab
Menyehatkan Ruhani Insaniyah
Minggu, 20 Mei 2018 - 10:02 WIB > Print | Komentar
Menyehatkan Ruhani Insaniyah
Pendekatan kuratif  ini adalah upaya penguatan disiplin dalam pengamalan ajaran Islam. Pendekatan rekonstruktif  (bimbingan dan pembinaan) adalah upaya perawatan dan pengobatan intensif dengan memperbanyak amalan-amalan shaleh dan menjauhi kemungkinan-kemungkinan terjebak dalam dosa dan kemaksiatan.

Pendekatan rekonstruktif  adalah bagian dari manifestasi taubat dengan imbangan amal saleh dan peningkatan keimanan dan ketaqwaan. Apabila tiga pendekatan ini berjalan semaksimal mungkin dapat menjamin psikologis individu lebih baik. Pendekatan preventif, kuratif, dan rekonstruktif memainkan peranan dalam klinikal Islam dapat dilihat misalnya, pada pelarangan minuman keras.

Islam melarang seorang muslim dalam keadaan mabuk mengerjakan shalat sampai dia sadar. Larangan melakukan shalat bagi seorang yang mabuk sehingga sadar dari mabuknya adalah tindakan preventif Islam dalam mencegah umat berperilaku buruk. Apabila seorang muslim tidak dibenarkan melakukan shalat di saat ia mabuk, maka ini adalah sinyalemen bahwa larangan meminum-minuman keras adalah preventisasi bagi individu agar tidak terjebak yang pebuatan fakhsya’.

Islam melarang individu meminum-minuman keras, karena kemudharatan adalah jauh lebih besar dari kemanfaatannya. Larangan yang menyebutkan kemudharatan lebih banyak dari kemanfaatan merupakan metodologi klinikal Islam dengan menggunakan pendekatan kuratif.

Alquran menyebutkan tentang keharaman minuman keras secara tegas dalam firman Allah yang bermaksud: Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya minuman keras (tuak), judi, berhala dan bertenung, adalah (pekerjaan) keji dan perbuatan syaitan. Sebab itu, hendaklah kamu jauhi, mudah-mudahan kamu mendapat kemenangan (sukses)”.

Ayat ini, menerangkan secara lugas tentang ketegasan Allah dalam pengharaman minuman keras. Dalam psikologi Islam upaya seperti ini disebut sebagai pendekatan rekonstruktif dan rehabilitatif. Peminum khamar adalah pelanggar aturan syariat yang berakibat dosa.

Dosa atas pelanggaran meminum khamar berimplementasi pada perasaan bersalah. Rasa bersalah dapat mengganggu psikologis, bahkan bisa menimbulkan ketegangan, kerisauan, dan ketidakstabilan emosi. Perasaan berdosa dan bersalah yang ditimbulkan oleh perilaku seperti meminum khamar, penggunaan zat-zat adiktif, ataupun narkoba dengan pendekatan preventif, kuratif, dan konstruktif-rehabilitatif hanya dapat diatasi melalui klinikal Islam. Pendekatan psikoterapi Islam melalui preventisasi, kuratisasi, dan konstruksasi-rehabilitasi adalah tahapan-tahapan penyadaran, perawatan, dan pembinaan mental.


KOMENTAR
Berita Update

Lift Kantor Gubernur Macet, Satu ASN Terjebak
Jumat, 22 Februari 2019 - 17:16 wib

Hotel Tasia Ratu Terbakar
Jumat, 22 Februari 2019 - 17:06 wib
Pohon Pelindung Diduga Sengaja Dimatikan
Minta Instansi Terkait Peduli
Pohon Pelindung Diduga Sengaja Dimatikan
Jumat, 22 Februari 2019 - 16:00 wib
Dua Warga Bukit Kapur Ditangkap saat Transaksi Ganja

Dua Warga Bukit Kapur Ditangkap saat Transaksi Ganja
Jumat, 22 Februari 2019 - 15:30 wib
Asal Ribuan Butir Pil Ekstasi Diselidiki

Asal Ribuan Butir Pil Ekstasi Diselidiki
Jumat, 22 Februari 2019 - 15:15 wib
Keluhkan Listrik Padam Tiap Hari

Keluhkan Listrik Padam Tiap Hari
Jumat, 22 Februari 2019 - 14:30 wib

KSP RI : Riau Masa Depan Indonesia, Jawa Masa Lalu
Jumat, 22 Februari 2019 - 14:16 wib
Mantan Kacab Divonis 16 Bulan Penjara

Mantan Kacab Divonis 16 Bulan Penjara
Jumat, 22 Februari 2019 - 14:15 wib
Riau Pos Honda HSBL 2019 Seri Bangkinang
Diikuti 8 Sekolah
Jumat, 22 Februari 2019 - 14:00 wib
Wagubri Sidak Kinerja ASN
Banyak Ruangan Kosong Saat Jam Kerja
Jumat, 22 Februari 2019 - 14:00 wib
Cari Berita
Petuah Ramadhan Terbaru
Rapat Paripurna DPRD Molor

Jumat, 27 Juli 2018 - 10:53 WIB

Memperbaiki Salat

Rabu, 13 Juni 2018 - 11:02 WIB

Puasa dan Sifat Malu

Selasa, 12 Juni 2018 - 11:14 WIB

Tatkala Harta Dipanaskan

Senin, 11 Juni 2018 - 09:53 WIB

Membasmi Mentalitas Korupsi

Minggu, 10 Juni 2018 - 12:39 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us