Oleh Prof dr H K Suheimi
Menuju Sehat
Sabtu, 26 Mei 2018 - 10:35 WIB > Print | Komentar
Menuju Sehat
RIAUPOS.CO - Ketika hati kita resah gelisah tak tahu apa yang akan diperbuat. Perasaan kacau pikiran kacau, hati ini bertanya ada apa gerangan dan apa yang terjadi?

Ada jawaban dari dalam; mungkin ada yang salah, ada yang keliru atau ada janji yang belum ditepati. Ketika janji tak ditepati ketika itulah muncul rasa resah dan gelisah pikiran tak menentu.

Dulu sebelum dilahirkan kita pernah berjanji; “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” mereka menjawab: “Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi”.  Sepotong ayat dari QS. Al-A’raf  (7): 172.

Pernah terpikirkankah oleh kita, bahwa sebenarnya sebelum kita dilahirkan ke dunia yang fana ini, kita telah melafazkan janji kepada Sang Pencipta, Allah SWT. Janji, jika kita mengakui Allah itu Tuhan kita, janji jika kita akan melaksanakan perintah-perintah-Nya, menjauhi larangan-Nya, taat dan patuh kepada-Nya. Ar-Ra’d (13) Ayat 15. “Hanya kepada Allah-lah sujud (patuh) segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan kemauan sendiri ataupun terpaksa (dan sujud pula) bayang-bayangnya di waktu pagi dan petang hari.”

Apa pun  makhluknya, siapa pun dia, satu tujuan hidupnya yaitu untuk sujud dan patuh kepada Allah yang menciptakanya. Hanya kepada Allah-lah dia akan patuh dan karena Allah yang menciptakannya. Dan makhluk-makhluk yang patuh kepada Allah itu pasti Allah akan sayang kepadanya. Dan apa yang diinginkannya akan didapatnya karena kepatuhannya kepada Allah. Maka ketika makhluk ingkar kepada-Nya pada saat itu juga makhluk itu akan merasakan gelisah dan tidak teratur hidupnya. Makanya patuh kepada Allah dan bersujud kepada-Nya adalah yang sangat-sangat diperlukan, oleh makhluk itu sendiri.

Allah tidak akan menciptakan jin dan manusia melainkan untuk bersujud dan patuh kepada-Nya. Apa pun makhluknya, siapa pun dia, di mana pun dia yang di langit dan yang di bumi semuanya patuh dan sujud kepada-Nya. Salah satu di antara makhluk itu namanya sel. Sel itulah yang akan berkumpul membentuk jaringan, jaringanya membentuk sistem, sistem membentuk dan akhirnya menjadi manusia.

Sel yang patuh itu, kita tahu sel itu ada intinya ada plasmanya ada dindingnya. Dan inti itu kerjanya adalah untuk memberikan komando agar plasma itu bekerja dengan baik. Dia membuat dinding sel itu kuat dan kokoh, ketika dia patuh kepada Allah maka sistem itu bekerja dengan bagus. Namun orang yang punya sel itu tidak patuh tidak menjalankan apa yang dikatakan Allah maka inti sel itu akan resah dan gelisah sehingga dia mendapat sinyal-sinyal yang berbeda-beda.


KOMENTAR
Berita Update

Masuk Rutan KPK, Syamsuar Tak Ingin Jadi Pasien Keempat
Kamis, 20 Februari 2019 - 22:05 wib

Bos Puskaptis Sebut 10 Lembaga Survei Ini Tidak Kredibel
Kamis, 20 Februari 2019 - 21:01 wib

Calon Jemaah Haji Tidak Perlu Daftar Paspor Online
Kamis, 20 Februari 2019 - 20:52 wib

Berharap Setelah jadi PPPK Bisa Diangkat sebagai PNS
Kamis, 20 Februari 2019 - 20:39 wib

Politik Tanah Jokowi Bikin Prabowo dan Amien Rais Geger
Kamis, 20 Februari 2019 - 20:34 wib
5 Tahun Jembatan Timbang Tak Beroperasi

5 Tahun Jembatan Timbang Tak Beroperasi
Kamis, 20 Februari 2019 - 17:00 wib

Sepekan Berjuang Padamkan Api
Kamis, 20 Februari 2019 - 16:55 wib

Ungkap Peredaran Narkoba di Tiga Tempat
Kamis, 20 Februari 2019 - 15:43 wib
Cari Berita
Petuah Ramadhan Terbaru
Rapat Paripurna DPRD Molor

Jumat, 27 Juli 2018 - 10:53 WIB

Memperbaiki Salat

Rabu, 13 Juni 2018 - 11:02 WIB

Puasa dan Sifat Malu

Selasa, 12 Juni 2018 - 11:14 WIB

Tatkala Harta Dipanaskan

Senin, 11 Juni 2018 - 09:53 WIB

Membasmi Mentalitas Korupsi

Minggu, 10 Juni 2018 - 12:39 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini