Oleh H Ilyas Husti
Puasa Momen Revolusi Mental
Senin, 28 Mei 2018 - 10:38 WIB > Dibaca 3614 kali Print | Komentar
Puasa Momen Revolusi Mental
Kedua, nafsu lawwamah, yaitu jiwa yang sudah sadar Dan mampu melihat kekurangan dirinya, dengan kesadaran itu ia terdorong untuk meninggalkan perbuatan-perbuatan maksiat serta selalu berupaya melakukan amalan-amalan yang diridhai Allah SWT.

Dalam Surat al-Qiyamah ayat 2 Allah menjelaskan, “Dan aku bersumpah dengan jiwa yang amat menyesali (dirinya sendiri).

Ketiga, nafsu muthmainnah. Yaitu jiwa yang tenang Dan tenteram, karena nafsu ini tergolong tahap yang tinggi dan sempurna yang berada dalam kebenaran Dan kebajikan. Nafsu inilah yang dipanggil Dan di rahmat Allah SWT. Dalam Surah Al-ajr ayat 27- 28 , Allah SWT berfirman. “Hai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu dengan    hati yang tenang yang diridhai-Nya.”

Dalam perjalanan hidup manusia, ia selalu dipengaruhi oleh hawa nafsunya, dan hawa nafsu inilah yang akan melahirkan karakter atau sifat manusia dalam kehidupan sehari-hari. Imam Al-Ghazali membagi karakter manusia itu menjadi empat macam. Yaitu Al-Rubu’iyah (sifat ketuhanan) yang terdapat pada diri manusia. Kedua, Al-Syaithaniyah, yaitu sifat “kesetanan” yang ada pada diri manusia yang apabila telah menguasai dirinya ia akan suka merekayasa dengan tipu daya dan meraih segala sesuatu dengan cara-cara yang jahat. Ketiga, l-Bahimiyah, yaitu sifat manusia berupa “kehewanan” yang apabila telah menguasai dirinya ia akan rakus, tamak, suka mencuri, makan berlebihan, tidur berlebihan dan bersetubuh berlebihan, suk berzina, berprilaku homoseks dan lain sebagainya. Keempat Al-Sabu’iyah, yaitu sifat “kebuasan” yang apabila menguasai diri manusia ia akan suka bermusuhan, berkelahi, suka marah, suka menyerang, suka memaki, suka berdemo, anarkis, cemburu berlebihan dan lain sebagainya.

Empat sifat tersebut di atas tidak tumbuh dan berkembang secara sekaligus tetapi melalui tahapan-tahapan atau secara berangsur-angsur.

Pertama kali yang tumbuh adalah sifat kehewanan “al-bahimiyah”. Melalui sifat ini manusia suka makan, tidur, seks agar dapat tumbuh sehat. Selanjutnya yang kedua adalah sifat kebuasan “alsabu’iyah” atau yang disebut dengan nafsu amarah “al-ghadabiyah”. Dengan sifat ini manusia dapat menolak sesuatu yang dapat megancam dan merugikan dirinya seperti ingin menyerang, membunuh, memaki, berkelahi dan lain sebagainya. ketiga yang tumbuh adalah sifat kesetanan “al-syaithaniyah”. Sifat ini tumbuh pada diri manusia setelah tumbuh sifat kehewanan dan kebuasan. Bilamana kedua sifat tersebut sudah ada pada diri manausia, maka setelah manusia mulai beranjak remaja dan dapat bergikirb,  maka berbagai cara akan dilakukan untuk memenuhi nafsunya. Di sini manusia akan melakukan tipu daya, makar, rekayasa demi mencapai apa yang diinginkannya.  

Kemudian yang terakhir tumbuh dan berkembang dalam diri manusia adalah sifat ketuhanan “al-rububiyah”. Melalui sifat ini manusia ingin menguasai, memiliki segalanya, ingin berkuasa, menduduki jabatan setinggi-tingginya. Di sini manusia akan merasa berbangga diri, sombong, ingin dipuji, merasa paling benar dan lain sebagainya.

Puasa yang dikaruniakan Allah  kepada hambah-Nya, akan dapat menjadi benteng baginya dalam mengendalikan nafsunya. Dan inilah yang dapat dijadikan alat dan kekuatan dalam mengembalikan manusia kepada fithrah kejadiannya. Yaitu sebagai hambah Allah yang taat dan  patuh, serta tunduk kepada segala bentuk perintah Allah dan menjauhi segala larangan-Nya. Jika semua ini dapat dilakukan oleh manusia sebagai hambah Allah, maka akhirnya tentulah akan menghasilkan kedamaian, ketertiban, dan  ketentraman dalam dirinya, keluarga, masyarakat dan bangsanya, sehingga terujudlah masyarakat yang baldatun thayyibataun wa Rabbun Ghafur. Inilah yang dimaksud dengan puasa dan revolusi mental.***

Oleh H Ilyas Husti, Ketua MUI Pekanbaru/Direktur Program Pascasarjana UIN Suska Riau

KOMENTAR
Berita Update
Arab Saudi Bantu  Kitab Kuning ke Riau

Arab Saudi Bantu Kitab Kuning ke Riau
Sabtu, 18 Januari 2019 - 18:00 wib
Waspadai Rawan Kebakaran di Februari
Burhan Gurning: Masa Peralihan Musim
Waspadai Rawan Kebakaran di Februari
Sabtu, 18 Januari 2019 - 17:33 wib
Diperbaiki dengan Tambal Sulam

Diperbaiki dengan Tambal Sulam
Sabtu, 18 Januari 2019 - 17:00 wib
PPTK Tiga Proyek PUPR Diperiksa

PPTK Tiga Proyek PUPR Diperiksa
Sabtu, 18 Januari 2019 - 16:36 wib

SMKN 1 Pekanbaru Hadirkan Motivator Dedi Budiman
Sabtu, 18 Januari 2019 - 16:20 wib

71 Warga Binaan Rutan Dumai Rekam KTP-el
Sabtu, 18 Januari 2019 - 16:00 wib
Bakti Sosial untuk Negeri Digelar EMP di Pulau Padang
PT Energi Mega Persada
Bakti Sosial untuk Negeri Digelar EMP di Pulau Padang
Sabtu, 18 Januari 2019 - 15:59 wib

PT Inka Ekspor 15 Gerbong Kereta ke Bangladesh
Sabtu, 18 Januari 2019 - 15:36 wib

Stok Beras Cukup untuk Delapan Bulan
Sabtu, 18 Januari 2019 - 15:05 wib
Sejat Bersama RS Awal Bros Panam
Kenali Penanganan Tepat Patah Tulang
Sabtu, 18 Januari 2019 - 14:49 wib
Cari Berita
Petuah Ramadhan Terbaru
Rapat Paripurna DPRD Molor

Jumat, 27 Juli 2018 - 10:53 WIB

Memperbaiki Salat

Rabu, 13 Juni 2018 - 11:02 WIB

Puasa dan Sifat Malu

Selasa, 12 Juni 2018 - 11:14 WIB

Tatkala Harta Dipanaskan

Senin, 11 Juni 2018 - 09:53 WIB

Membasmi Mentalitas Korupsi

Minggu, 10 Juni 2018 - 12:39 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini