Ajang Teater Sumatera (ATS) III
Teater dan Obsesi Kekinian
Minggu, 01 Juli 2018 - 10:16 WIB > Dibaca 5222 kali Print | Komentar
Teater dan Obsesi Kekinian
Sebagai penutup diskusi tersebut, Radhar mengajak semua insan teater untuk mendalami dan memahami makna teater yang sesungguhnya. Karena kerja kreatif yang dilakukan itu juga membentuk kepribadian seseorang dalam menjalani kehidupan itu sendiri. Apalagi, teater memang mengajarkan sensitivitas, improvisasi, mengasah otak, tubuh, terutama hati atau keyakinan diri.

Sebelumnya, Jumat (29/6) lalu juga hadir pembicara yang juga membahas tema menarik dari seni dan fenomena sosial. Adalah Afrizal Malna, sastrawan dan Teaterawan Indonesia itu mengangkat tema, Tradisi dan Pasca-Kebenaran. Sebagian besar peserta diskusi tertarik dan terlibat aktif dalam forum itu.

Bahkan mereka mengaku waktu yang tersedia sangat singkat sebab masih banyak hal yang bisa didalami bersama.

Keinginan Seniman
Dalam Ajang Teater Sumatera (ATS) lll yang berlangsung, 28-30 Juni, plus tambahan waktu 26-27 Juni dengan workshop Suzuki Method di Anjung Seni Idrus Tintin itu, tentu saja mendapat apresiasi tinggi dari masyarakat Riau, terutama Pekanbaru sekitarnya. Kenapa tidak, musti pelaksanaan acara di masa libur panjang sekolah dan kampus, tak kurang 400-500 orang hadir menyaksikan karya-karya yang disuguhkan para penyaji setiap malamnya.

Helat yang digagas Lembaga Teater Selembayung, bekerja sama dengan Dinas Pariwisata Riau itu, telah menjadi titik tolak dalam melihat perkembangan dan kecendrungan teater Sumatera, juga Indonesia pada umumnya. Apalagi penyaji yang diundang tidak hanya berasal dari Sumatera, melainkan Jawa dan Kalimantan. Bahkan satu penyaji berasal dari Singapura yang menyuguhkan karya monolog.

Kabid Ekonomi Kreatif (Ekraf) Dinas Pariwisata Riau, Dandun Wibawa mengatakan, ATS yang sudah berlangsung tiga tahun berturut-turut itu, bukan lahir dari pemerintah, melainkan usulan dari para seniman teater itu sendiri. Dikatakannya, mengapa pemerintah, dalam hal ini Dinas Pariwisata Riau, memang menyaksikan langsung selama bertahun-tahun, insan teater bergerak sendiri dengan usaha dan biaya sendiri. Pemerintah bahkan nyaris luput atau absen sepanjang perjalanan tersebut.


KOMENTAR
Berita Update
Bayi Lahir Bisa  Langsung Dapat Akta

Bayi Lahir Bisa Langsung Dapat Akta
Jumat, 16 November 2018 - 12:15 wib

Berusaha Lari saat Diperiksa Petugas
Jumat, 16 November 2018 - 12:00 wib

Jojo Tumbangkan Ginting
Jumat, 16 November 2018 - 11:15 wib

Lagi, Longsor Km 81 Lintas Riau-Sumbar
Jumat, 16 November 2018 - 10:45 wib

Antusias Saksikan Kirab AAL
Jumat, 16 November 2018 - 10:30 wib

Dedet Desak Penyelesaian Jembatan Siak IV
Jumat, 16 November 2018 - 10:20 wib
DPRD Tantang  Balik Pemprov Puasa SPPD

DPRD Tantang Balik Pemprov Puasa SPPD
Jumat, 16 November 2018 - 10:00 wib
High Waist Jeans
Si Classic Ala 90’S
Jumat, 16 November 2018 - 09:36 wib
Cari Berita
Kebudayaan Terbaru
Ratusan Siswa Meriahkan Bulan Bahasa dan Kenduri Puisi  XII
Perlawanan Lewat Karya di “Padang Perburuan”

Minggu, 04 November 2018 - 14:10 WIB

Realitas Kekinian dalam "Padang Perburuan"

Minggu, 07 Oktober 2018 - 13:44 WIB

Teater Selembayung Menuju PTN

Minggu, 30 September 2018 - 13:58 WIB

LAM Riau Akan Sematkan  Gelar Adat untuk Sutardji

Minggu, 30 September 2018 - 13:42 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us