JELITA - Mawaddah Warahmah
Obsesi Menjadi Qoriah International
Minggu, 08 Juli 2018 - 13:01 WIB > Print | Komentar
Obsesi Menjadi Qoriah International
Wanita kelahiran Dumai 28 September 1998 ini akrab disapa Mawaddah atau Ima, sejak tahun 2011 ia telah aktif di berbagai perlombaan bidang tilawah. Hingga berusia 20 tahun di tahun 2018 ini, ia memasuki perlombaan tilawah untuk kategori tilawah remaja. Bercerita dari ia dapat menjuarai banyak prestasi di tilawah, Ima mengatakan ia mendapatkan pelatihan dibidang tersebut dari adanya les private khusus untuk tilawah tersebut.
-------------------------------------------------------------------------
(RIAUPOS.CO) - "Awalnya belajar tilawah itu dari kelas tiga Sekolah Dasar (SD). Ada pelatih pribadinya juga, jadi orangtua carikan guru ngaji di Dumai terus private les gitu setiap malam. Seminggu ada tiga kali latihannya. Kemudian, barulah mulai coba ikut lomba MTQ sejak kelas enam SD. Tapi memang perjuangan hanya ditingkat kota paling jauh," ujar Ima bercerita.

Mahasiswi semester lima di administrasi negara fakultas ilmu sosial ilmu politik Universitas Riau ini mengatakan baru di tahun 2011 sekitar kelas dua Sekolah Menengah Pertama (SMP) ia baru bisa mengikuti lomba ke provinsi dan langsung masuk ke final dengan cabang tilawah anak- anak. Berlanjut setelahnya, di tahun 2011 hingga 2017 ia bisa mewakili kota Dumai ke tingkat provinsi.

"Namun di atas langit masih ada langit. Intinya ada usaha, ada hasil. Allah akan kasih hasil sesuai dengan usaha. Terkadang usaha sudah, doa sudah, hasil belum ada. Itu tanda nya Allah akan kasih rencana indah yang lebih dari apa yang kita inginkan. Dulu rasanya susah sekali mau lolos di tingkat kota untuk mewakili kota ke tingkat provinsi," ucapnya.

Namun segala prestasi itu tak lepas dari segala dukungan orangtuanya. Ibundanya sering mengingatkannya untuk tidak meninggalkan salat sunnah tahajud. Bangun tengah malam untuk ibadah dan belajar.  "Ibunda sering mengingatkan untuk selalu salat tahajud dan belajar tengah malam. Alhamdulillah terbuka semuaa urusan. Makin lama belajar makin ada peningkatannya," ungkapnya.

Dari semua rangkaian prestasinya yang telah ia raih itu, ia bercita-cita Qoriah international. Bagi Ima cita-cita itu bukan lah sebuah terget tetapi keinginan dari hati. Ia selalu berharap suatu hari dapat duduk di mimbar internasional. Karena bagi  Ima melihat seseorang dapat mengaji di mimbar internasional adalah prestasi luar biasa.

"Ya kalau liat orang yang mengaji di mimbar internasional itu sepertinya gagah gitu. Karena nggak semua orang bisa, hanya orang orang pilihan saja yang bisa mewakili negaranya, Indonesia," tutur Ima.(cr8)

Laporan Deslina, Pekanbaru


KOMENTAR
Berita Update

Masuk Rutan KPK, Syamsuar Tak Ingin Jadi Pasien Keempat
Kamis, 20 Februari 2019 - 22:05 wib

Bos Puskaptis Sebut 10 Lembaga Survei Ini Tidak Kredibel
Kamis, 20 Februari 2019 - 21:01 wib

Calon Jemaah Haji Tidak Perlu Daftar Paspor Online
Kamis, 20 Februari 2019 - 20:52 wib

Berharap Setelah jadi PPPK Bisa Diangkat sebagai PNS
Kamis, 20 Februari 2019 - 20:39 wib

Politik Tanah Jokowi Bikin Prabowo dan Amien Rais Geger
Kamis, 20 Februari 2019 - 20:34 wib
5 Tahun Jembatan Timbang Tak Beroperasi

5 Tahun Jembatan Timbang Tak Beroperasi
Kamis, 20 Februari 2019 - 17:00 wib

Sepekan Berjuang Padamkan Api
Kamis, 20 Februari 2019 - 16:55 wib

Ungkap Peredaran Narkoba di Tiga Tempat
Kamis, 20 Februari 2019 - 15:43 wib
Cari Berita
Perempuan Terbaru
Be an Outstanding Girl

Minggu, 10 Februari 2019 - 15:30 WIB

Manfaatkan Usia Muda untuk Berkarya

Minggu, 03 Februari 2019 - 11:28 WIB

Dewan Usulkan Keterwakilan Perempuan

Senin, 28 Januari 2019 - 15:26 WIB

 Membalas Hinaan dengan Pencapaian

Minggu, 20 Januari 2019 - 20:09 WIB

Ashanty  Bangga  dengan Aurel

Jumat, 14 Desember 2018 - 17:00 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini