Pesta Sungai Bokor
Spirit Lokal dari Ceruk Kampung
Minggu, 05 Agustus 2018 - 15:01 WIB > Dibaca 4095 kali Print | Komentar
Spirit Lokal dari Ceruk Kampung
Grup musik yang tampil di Pesta Sungai Bokor.
Berita Terkait



Tak ada lomba lari di atas tual sagu yang pernah booming itu. Tak ada lomba golek sagu, dan permainan rakyat Melayu seperti tahun-tahun sebelumnya. Tahun ini, hanya ada persembahan seni dari beberapa komunitas. Pelaksanaan Pesta Sungai Bokor Ke-8, tepatnya, 29 Juli lalu menjadi tanda bahwa sesuatu yang dimulai dari bawah, tidak akan goyah dan terhenti begitu saja meski pelik adanya.
---------------------------------------------------------------------------------

(RIAUPOS.CO) - PESTA Sungai Bokor telah pula ditetapkan sebagai salah satu event wisata budaya unggulan di Riau. Sejak dimulai 2010, helat yang digagas Sanggar Bathin Galang, Kecamatan Rangsang Barat, Kabupaten Kepulauan Meranti ini terus berjalan. Ada atau tidaknya dana, mereka (masyarakat Bokor) tak patah arang. Mereka sudah terbiasa dengan situasi dan kondisi tersebut. Bagi mereka, helat itu harus dipertahankan sebagai upaya mengekalkan eksistensi masyarakat kampung pada budayanya sendiri.

"Tahun ini kami tetap gelar Pesta Sungai Bokor dengan sangat sederhana sekali. Kami percaya, masih banyak pihak, di luar masyarakat kami yang peduli. Dan ini terbukti, beberapa pihak membantu kami sesuai bidangnya. Alhamdulillah, dan kami ucap syukur serta terimakasih tak terhingga untuk bantuannya," ulas ketua Sanggar Bathin Galang, Sopandi SSos.

Sebagai penggagas berbagai perhelatan seni budaya, salah satunya Pesta Sungai Bokor, Sopandi mampu memompa spirit komunitas dan masyarakat untuk terus berbuat dan berkarya. Setelah berlangsung selama delapan tahun berturut-turut, tidak sedikit komunitas seni yang hadir, baik lokal, nasional, bahkan internasional tampil di kampung bersejarah itu. Ribuan wisatawan juga telah menginjakkan kakinya di sana, dan menikmati suguhan alam, hasil hutan, durian, manggis, rambutan dan lainnya. Telah mencicipi masakan khas Melayu, warga Bokor yang sangat ramah pada pendatang.

Selain itu, wisatawan maupun komunitas seni yang pernah menginap di sana, juga bersukaria karena berbaur langsung dengan pemilik rumah yang dijadikan sebagai homestay. Banyak cerita dan kisah menyenangkan dituturkan siapa saja yang pernah ke sana.

"Kami ingin agenda budaya ini terhenti karena tak punya dana memadai. Kami berupaya maksimal agar apa yang kami citakan wujud sepanjang waktu," ulas Sopandi.

Bangun Kampung

Helat Pesta Sungai Bokor tahun ini diberi tema, "Mari Bergerak Membangun Desa". Sebuah keinginan kolektif yang tumbuh dan berkembang sejak lama. Ribuan orang hadir ke lokasi acara, di salah satu area kampung itu. Masing-masing orang, dari berbagai kecamatan, kelurahan, kampung-kampung sekitarnya menjadi saksi atas peristiwa tersebut.





Laporan FEDLI AZIS, Pekanbaru
KOMENTAR
Berita Update
Bela SBY, Ruhut Sebut Prabowo Seperti Beruang Madu

Bela SBY, Ruhut Sebut Prabowo Seperti Beruang Madu
Minggu, 18 November 2018 - 06:45 wib
Ketua PGI Tanggapi Positif Kritik Grace

Ketua PGI Tanggapi Positif Kritik Grace
Minggu, 18 November 2018 - 05:34 wib
Grace Harus Uraikan Maksud Perda Syariah

Grace Harus Uraikan Maksud Perda Syariah
Minggu, 18 November 2018 - 05:11 wib
Wow, A Man Called Ahok Tembus 1 Juta Penonton

Wow, A Man Called Ahok Tembus 1 Juta Penonton
Minggu, 18 November 2018 - 02:50 wib
Pekan Depan, Nasib OSO Diputuskan

Pekan Depan, Nasib OSO Diputuskan
Minggu, 17 November 2018 - 19:06 wib

BKD Prov Riau Road To Siak 24 November Mendatang
Minggu, 17 November 2018 - 13:28 wib
Cari Berita
Kebudayaan Terbaru
Ratusan Siswa Meriahkan Bulan Bahasa dan Kenduri Puisi  XII
Perlawanan Lewat Karya di “Padang Perburuan”

Minggu, 04 November 2018 - 14:10 WIB

Realitas Kekinian dalam "Padang Perburuan"

Minggu, 07 Oktober 2018 - 13:44 WIB

Teater Selembayung Menuju PTN

Minggu, 30 September 2018 - 13:58 WIB

LAM Riau Akan Sematkan  Gelar Adat untuk Sutardji

Minggu, 30 September 2018 - 13:42 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us