Vaksin MR Haram, tapi Dianggap Mendesak
Selasa, 21 Agustus 2018 - 12:42 WIB > Dibaca 693 kali Print | Komentar
Vaksin MR Haram, tapi Dianggap Mendesak
KETERANGAN PERS: Ketua Komisi Fatwa MUI Hasanuddin (baju putih) memberikan keterangan pers terkait keharaman vaksin measles rubella di Jakarta, Senin (20/8/2018) malam. (JPG)
Kepala Diskes Riau Hj Mimi Yuliani Nazir berkeyakinan pemerintah pusat pasti memiliki solusi atas persoalan dimaksud. Sehingga bisa diketahui daerah apa yang harus dikakukan.

“Tak mungkin tak pakai solusi. Sampai sekarang kita belum menerima resminya seperti apa hasil sidang MUI dan arahan Kemenkes,” tambahnya.

Apakah dari Kemenkes RI perihal melanjutkan imunisasi nantinya lanjut Kadiskes Riau tentu sesuai fatwa MUI. Bahkan kalaupun dinyatakan haram mi­salnya kata Mimi tentu akan ada solusi atas fatwa yang dikeluarkan. Bisa saja melalui poin-poin penjabaran.

Sebelumnya Gubri H Arsyadjuliandi Rachman juga telah bertemu Menkes RI Nila F Moeloek di Jakarta. Perihal imunisasi MR, Provinsi Riau tetap melaksanakan bagi masyarakat yang berkenan dan dipersilakan tidak melakukan bagi yang masih ragu atau enggan.

“Buk Menkes bilang, silakan menunggu bagi masyarakat yang menolak anaknya diimunisasi sebab kementerian sedang mengurus proses fatwa vaksin tersebut,” ungkap Gubri kepada Riau Pos pekan lalu.

Telanjur Diminta Bertobat
Sementara itu MUI Riau meminta masyarakat muslim, diminta tidak menggunakannya karena vaksin MR dinyatakan haram. Bagi yang sudah telanjur diajak bertobat. Ketua MUI Riau Prof Nazir Karim mengatakan, vaksin MR dinyatakan haram setelah dilakukan pengecekan laboratorium Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Kosmetik (LPPOM) MUI.

“MUI pusat sudah memberikan penjelasan kepada kami, bahwa dari hasil pemeriksaan sampel yang diberikan Kementerian Kesehatan kepada LPPOM MUI Pusat, memang positif haram,” ujar Prof Nazir saat dihubungi Riau Pos, Senin (20/8).

Obat yang haram, kata dia, bisa digunakan jika dalam keadaan darurat. Misalnya, seseorang akan meninggal dunia bila tak menggunakan obat itu, maka itu dianggap keadaan darurat.

“Vaksin ini kan tidak,” ujarnya.

Hingga saat ini, tak sedikit masyarakat Riau, khususnya yang muslim telah melakukan imunisasi MR ini. Bagi yang sudah telanjur, kata Nazir, maka diminta untuk segera bertobat.

“Ya, minta ampun saja kepada Allah. Itu karena ketidaktahuan. Kesalahannya bukan berada di umat. Kesalahannya ada pada yang memberikan vaksin. Kalau sama-sama tidak tahu, ya sama-sama minta ampun saja kita,” imbaunya.

Namun setelah adanya fatwa haram ini, kata Nazir, dia meminta pemerintah daerah mengikutinya.

“Hari ini kami sampaikan ke pemerintah provinsi, supaya pemerintah mengikuti fatwa MUI tahun 2016. Di mana, vaksin itu harus berlabel halal,” ujar dia.

Dia pun mengimbau kepada masyarakat Riau untuk tidak menggunakan vaksin yang nyata-nyata mengandung zat haram.

Diketahui, vaksin ini diadakan oleh Kementerian Kesehatan RI, yang diproduksi oleh Serum Institute of India (SII). Pendistribusian di Indonesia dilakukan oleh Biofarma.(wan/jpg/dal/fat/egp/ted)

KOMENTAR
Berita Update
Masyarakat Mesti Bijak Gunakan Medsos

Masyarakat Mesti Bijak Gunakan Medsos
Rabu, 18 September 2018 - 19:30 wib

Sosialisasi SPIP Capai Maturitas Level 3
Rabu, 18 September 2018 - 19:00 wib
Lima Keuntungan Menggunakan  Aplikasi Kasir Online Kawn

Lima Keuntungan Menggunakan Aplikasi Kasir Online Kawn
Rabu, 18 September 2018 - 18:41 wib
8 Kecamatan Ikuti Iven Pacu Sampan

8 Kecamatan Ikuti Iven Pacu Sampan
Rabu, 18 September 2018 - 18:30 wib
Komunitas Muda Madura Siap Menangkan Jokowi

Komunitas Muda Madura Siap Menangkan Jokowi
Rabu, 18 September 2018 - 18:00 wib

Rider Berbagai Provinsi Bakal Ramaikan Jakjar 5
Rabu, 18 September 2018 - 17:30 wib
Maksimalkan Peningkatan Kualitas Pendidikan

Maksimalkan Peningkatan Kualitas Pendidikan
Rabu, 18 September 2018 - 17:00 wib

OOTD Jadi Inspirasi Fashion Bagi Banyak Orang
Rabu, 18 September 2018 - 17:00 wib
Australia Diserang  Stroberi Berisi Jarum

Australia Diserang Stroberi Berisi Jarum
Rabu, 18 September 2018 - 16:44 wib
Cari Berita
Nasional Terbaru
Tiap Anggota Dewan Terima Rp200 Juta

Selasa, 18 September 2018 - 10:36 WIB

Uji Coba Rujukan Online Masuk Fase Pengaturan, Diklaim Bisa Cegah Antrean Panjang
Berhentikan Seluruh PNS Korup

Jumat, 14 September 2018 - 16:59 WIB

Penerimaan Negara Meningkat

Rabu, 12 September 2018 - 21:15 WIB

Meski Rupiah Melemah, Penerimaan Negara Naik

Rabu, 12 September 2018 - 20:50 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini