Vaksin MR Haram, tapi Dianggap Mendesak
Selasa, 21 Agustus 2018 - 12:42 WIB > Dibaca 1071 kali Print | Komentar
Vaksin MR Haram, tapi Dianggap Mendesak
KETERANGAN PERS: Ketua Komisi Fatwa MUI Hasanuddin (baju putih) memberikan keterangan pers terkait keharaman vaksin measles rubella di Jakarta, Senin (20/8/2018) malam. (JPG)
Kepala Diskes Riau Hj Mimi Yuliani Nazir berkeyakinan pemerintah pusat pasti memiliki solusi atas persoalan dimaksud. Sehingga bisa diketahui daerah apa yang harus dikakukan.

“Tak mungkin tak pakai solusi. Sampai sekarang kita belum menerima resminya seperti apa hasil sidang MUI dan arahan Kemenkes,” tambahnya.

Apakah dari Kemenkes RI perihal melanjutkan imunisasi nantinya lanjut Kadiskes Riau tentu sesuai fatwa MUI. Bahkan kalaupun dinyatakan haram mi­salnya kata Mimi tentu akan ada solusi atas fatwa yang dikeluarkan. Bisa saja melalui poin-poin penjabaran.

Sebelumnya Gubri H Arsyadjuliandi Rachman juga telah bertemu Menkes RI Nila F Moeloek di Jakarta. Perihal imunisasi MR, Provinsi Riau tetap melaksanakan bagi masyarakat yang berkenan dan dipersilakan tidak melakukan bagi yang masih ragu atau enggan.

“Buk Menkes bilang, silakan menunggu bagi masyarakat yang menolak anaknya diimunisasi sebab kementerian sedang mengurus proses fatwa vaksin tersebut,” ungkap Gubri kepada Riau Pos pekan lalu.

Telanjur Diminta Bertobat
Sementara itu MUI Riau meminta masyarakat muslim, diminta tidak menggunakannya karena vaksin MR dinyatakan haram. Bagi yang sudah telanjur diajak bertobat. Ketua MUI Riau Prof Nazir Karim mengatakan, vaksin MR dinyatakan haram setelah dilakukan pengecekan laboratorium Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Kosmetik (LPPOM) MUI.

“MUI pusat sudah memberikan penjelasan kepada kami, bahwa dari hasil pemeriksaan sampel yang diberikan Kementerian Kesehatan kepada LPPOM MUI Pusat, memang positif haram,” ujar Prof Nazir saat dihubungi Riau Pos, Senin (20/8).

Obat yang haram, kata dia, bisa digunakan jika dalam keadaan darurat. Misalnya, seseorang akan meninggal dunia bila tak menggunakan obat itu, maka itu dianggap keadaan darurat.

“Vaksin ini kan tidak,” ujarnya.

Hingga saat ini, tak sedikit masyarakat Riau, khususnya yang muslim telah melakukan imunisasi MR ini. Bagi yang sudah telanjur, kata Nazir, maka diminta untuk segera bertobat.

“Ya, minta ampun saja kepada Allah. Itu karena ketidaktahuan. Kesalahannya bukan berada di umat. Kesalahannya ada pada yang memberikan vaksin. Kalau sama-sama tidak tahu, ya sama-sama minta ampun saja kita,” imbaunya.

Namun setelah adanya fatwa haram ini, kata Nazir, dia meminta pemerintah daerah mengikutinya.

“Hari ini kami sampaikan ke pemerintah provinsi, supaya pemerintah mengikuti fatwa MUI tahun 2016. Di mana, vaksin itu harus berlabel halal,” ujar dia.

Dia pun mengimbau kepada masyarakat Riau untuk tidak menggunakan vaksin yang nyata-nyata mengandung zat haram.

Diketahui, vaksin ini diadakan oleh Kementerian Kesehatan RI, yang diproduksi oleh Serum Institute of India (SII). Pendistribusian di Indonesia dilakukan oleh Biofarma.(wan/jpg/dal/fat/egp/ted)

KOMENTAR
Berita Update
Harga Cabai Merah Turun, Terong Naik

Harga Cabai Merah Turun, Terong Naik
Senin, 21 Januari 2019 - 16:45 wib
Pengusutan SPPD Fiktif  Dewan, Tunggu Gelar Perkara

Pengusutan SPPD Fiktif Dewan, Tunggu Gelar Perkara
Senin, 21 Januari 2019 - 16:31 wib
Bawaslu Kampar Teruskan Laporan Pidana Pemilu

Bawaslu Kampar Teruskan Laporan Pidana Pemilu
Senin, 21 Januari 2019 - 16:15 wib

Transformasi Hilangkan Bobot 57 Kg
Senin, 21 Januari 2019 - 15:37 wib
INTERUPSI
Setiap Zaman Akan Menemukan Pemimpinnya
Senin, 21 Januari 2019 - 15:35 wib
Meranti Ditawarkan Jadi Kota Jaringan Gas

Meranti Ditawarkan Jadi Kota Jaringan Gas
Senin, 21 Januari 2019 - 15:15 wib
MUI, Mubalig dan BPPOM Diminta Turun Tangan

MUI, Mubalig dan BPPOM Diminta Turun Tangan
Senin, 21 Januari 2019 - 15:05 wib
Selektif Sebarkan Berita di Media Sosial

Selektif Sebarkan Berita di Media Sosial
Senin, 21 Januari 2019 - 14:45 wib
Pemprov Diminta Benahi Manajemen RSUD AA

Pemprov Diminta Benahi Manajemen RSUD AA
Senin, 21 Januari 2019 - 14:30 wib
Mahasiswa Pekanbaru Edarkan Sabu di Dumai

Mahasiswa Pekanbaru Edarkan Sabu di Dumai
Senin, 21 Januari 2019 - 14:15 wib
Cari Berita
Nasional Terbaru
Bupati Temui Kemenristek Dikti

Senin, 21 Januari 2019 - 11:05 WIB

Caesar Dicurigai Ada Kecurangan

Minggu, 20 Januari 2019 - 11:29 WIB

Supermoon, Waspada Pasang Maksimum Air Laut

Minggu, 20 Januari 2019 - 11:24 WIB

Andini Bertemu Menteri Susi di Jakarta

Minggu, 20 Januari 2019 - 11:13 WIB

BPIH Pakai Dolar AS Bisa Bermuatan Politis

Sabtu, 19 Januari 2019 - 12:00 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us