Fatwa Imunisasi MR Dibolehkan, Pusat Panggil Diskes-MUI Riau
Kamis, 23 Agustus 2018 - 12:51 WIB > Dibaca 4855 kali Print | Komentar
Fatwa Imunisasi MR Dibolehkan, Pusat Panggil Diskes-MUI Riau
Kepala Diskes Riau, Hj Mimi Yuliani Nazir.
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Vaksin measles rubella (MR) atau campak dan rubella belum halal. Namun dibolehkan disuntikkan kepada anak-anak Indonesia. Hal ini berdasarkan fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat pada 20 Agustus lalu. Perihal ini, Pemprov Riau yang sudah memulai program ini sejak 1 Agustus dipanggil pemerintah pusat ke Jakarta bersama MUI Riau.

Fatwa MUI Nomor 33/2018 baru dikeluarkan perihal vaksin MR setelah dua pekan pelaksanaan imunisasi di Riau dan provinsi lainnya di Sumatera serta Kalimantan sebagai tahap kedua program pemerintah. Sebelumnya tahap pertama sudah dilakukan terhadap jutaan anak-anak usia 9 bulan hingga 15 tahun di Jawa, Bali dan Nusa Tenggara.

Kepala Diskes Riau Hj Mimi Yuliani Nazir perihal fatwa MUI tersebut mengaku pihaknya sepenuhnya mengikuti arahan pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Agar tidak ada kerancuan dalam menerjemahkan fatwa MUI tersebut, maka dia mengajak masyarakat bersabar. “Setelah fatwa, Kamis (hari ini, red) Kadiskes dan Ketua MUI provinsi diundang rapat ke Jakarta terkait hal itu,” ujar Mimi kepada Riau Pos, Rabu (22/8).

Mengenai pelaksanaan imunisasi di Riau, diakui Mimi hingga kini sesuai arahan Kemenkes masih dilaksanakan. Di mana bagi masyarakat yang berkenan diimunisasi anaknya dipersilakan dan bagi yang tidak juga dibolehkan untuk menunggu hingga ada kebijakan lebih lanjut. Khususnya setelah keluarnya fatwa MUI. “Tentu perlu diterjemahkan sesuai fatwa tersebut melalui kebijakan pemerintah. Juga di dalamnya ada pengecualian soal vaksin ini, sehingga mubah atau boleh,” sambungnya.

Mengenai fatwa MUI Nomor 33/2018 tentang penggunaan vaksin MR produk dari Serum Institute of India (SII) untuk imunisasi memutuskan pertama soal ketentuan hukum. MUI menilai penggunaan vaksin yang memanfaatkan unsur babi dan turunannya, hukumnya haram.

Poin duanya, penggunaan vaksin MR produk dari SII hukumnya haram karena dalam proses produksinya menggunakan bahan yang berasal dari babi. Poin ketiganya penggunaan vaksin MR produk dari SII, pada saat ini dibolehkan (mubah).

Dibolehkan karena ada kondisi keterpaksaan (darurat syar’iyyah), belum ditemukan vaksin MR yang halal dan suci. Ada keterangan dari ahli yang kompeten dan dipercaya tentang bahaya yang ditimbulkan akibat tidak diimunisasi dan belum adanya vaksin yang halal. Kemudian kebolehan penggunaan vaksin MR sebagaimana dimaksud pada angka tiga tidak berlaku jika ditemukan adanya vaksin yang halal dan suci.



KOMENTAR
Berita Update
Ini Alasan Sebagian Caleg Golkar Dukung Prabowo-Sandiaga

Ini Alasan Sebagian Caleg Golkar Dukung Prabowo-Sandiaga
Selasa, 24 September 2018 - 21:31 wib
Buni Yani Bergabung di BPN Prabowo-Sandiaga

Buni Yani Bergabung di BPN Prabowo-Sandiaga
Selasa, 24 September 2018 - 21:04 wib
PDIP Apresiasi Tranparansi Laporan Awal Dana Kampanye

PDIP Apresiasi Tranparansi Laporan Awal Dana Kampanye
Selasa, 24 September 2018 - 20:26 wib

Belum Mau Nikah
Selasa, 24 September 2018 - 18:52 wib
Calon Anggota DPRD Inhu Bertambah Jadi 531 orang

Calon Anggota DPRD Inhu Bertambah Jadi 531 orang
Selasa, 24 September 2018 - 17:43 wib

Komunitas BIJAK Dilatih Tim Desa Binaan LPPM Unri
Selasa, 24 September 2018 - 17:41 wib

Komitmen Kampanye Damai
Selasa, 24 September 2018 - 17:04 wib

Sungai Salak Juara MTQ Kecamatan Tempuling
Selasa, 24 September 2018 - 17:00 wib

1 Dekade Eka Hospital Melayani Sepenuh Hati
Selasa, 24 September 2018 - 16:43 wib
Cari Berita
Nasional Terbaru
Menteri Keuangan Imbau Perusahaan Gunakan Rupiah

Sabtu, 22 September 2018 - 15:49 WIB

TGB Blak-blakan Bicara Tudingan Gratifikasi

Kamis, 20 September 2018 - 18:43 WIB

Pamflet Undangan Diskusi Divestasi Newmont itu Hoax

Kamis, 20 September 2018 - 14:11 WIB

BPJS Kesehatan Laporkan Pengkritik

Rabu, 19 September 2018 - 15:48 WIB

TP PKK Bengkalis Wakili Riau ke Tingkat Nasional

Rabu, 19 September 2018 - 12:00 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini