Depan >> Berita >> Hukum >>
Idrus Marham Dijanjikan Terima 1,5 Juta Dolar AS
Sabtu, 25 Agustus 2018 - 15:50 WIB > Dibaca 4931 kali Print | Komentar
Idrus Marham Dijanjikan Terima 1,5 Juta Dolar AS
Mantan Menteri Sosial (Mensos), Idrus Marham. (RMOL)
Dengan tambahan Idrus sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pembangunan PLTU Mulut Tambang Riau 1, KPK sudah menetapkan tiga tersangka dalam kasus tersebut. Meski demikian, Basaria memastikan bahwa KPK belum berhenti mengembangkan kasus tersebut. Termasuk potensi keterlibatan pejabat PLN seperti Sofyan Basir.  ”Untuk hal ini, sementara kami belum menemukan dua alat bukti. Masih terus dikembangkan,” tegas dia.

Juru Bicara (Jubir) KPK Febri Diansyah pun menyampaikan bahwa penyidikan kasus dugaan korupsi pembangunan PLTU Mulut Tambang Riau 1 masih berlanjut. Sebab, kasus itu tidak berhenti sampai Eni, Kotjo, maupun Idrus. ”Pengembangan bisa subtansi, bisa juga pengembangan pihak lain yang harus bertanggung jawab dalam kasus ini,” ungkap Febri.

Kasus tersebut bermula dari operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Eni. Lembaga superbodi mengamankan Eni di rumah dinas Idrus pada Jumat (13/7). Sehari setelah OTT, secara resmi KPK menetapkan anggota Komisi VII DPR itu sebagai tersangka. Selain Eni, Kotjo yang tidak lain adalah pemilik saham Blackgold Natural Resources Limited juga ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK. Dalam kasus itu, Eni diduga menerima suap dari Kotjo.

Lantaran satu partai dengan Eni, Idrus turut dipanggil dan diperiksa sebagai saksi. Berdasar catatan Jawa Pos (JPG), sejauh ini sudah tiga kali Idrus menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK. Pertama, dia datang pada Kamis (19/7). Saat itu dia diperiksa untuk Eni. Kemudian dia kembali memenuhi panggilan KPK pada Kamis (26/7) sebagai saksi untuk Kotjo.

Terakhir, penyidik KPK memeriksa Idrus pertengahan bulan ini. Tepatnya pada Rabu (15/8). Dalam tiga pemeriksaan itu, Idrus mengakui punya hubungan baik dengan Eni maupun Kotjo. Tapi, dia sempat mengelak ketika ditanya soal aliran dana dari Kotjo kepada Eni. Dia menyampaikan bahwa dirinya sama sekali tidak tahu soal uang tersebut. Namun, temuan penyidik lain. Idrus ternyata turut mengetahui aliran duit korupsi proyek PLTU Mulut Tambang Riau 1.

Sementara itu, sumber JPG di internal KPK mengungkapkan, di­mulainya penyidikan terhadap Idrus dalam kasus dugaan korupsi PLTU Mulut Tambang Riau 1 menjadi batu loncatan untuk membongkar perkara lebih besar. Terutama yang melibatkan politisi-politisi Partai Golkar, termasuk di antaranya mantan ketua DPR Setya Novanto (Setnov) yang kini sudah menjadi terpidana kasus korupsi KTP-el.

Menurut sumber itu, Idrus dan Kotjo diduga mengetahui aliran dana puluhan miliar ke Setnov. Uang itu diduga bagian dari bisnis ”jualan pengaruh” untuk proyek yang digarap Kotjo. Kontruksinya persis dengan suap kesepakatan kerjasama proyek PLTU Mulut Tambang Riau 1.


KOMENTAR
Berita Update
Per usak Atribut PD Segera Jalani Persidangan

Per usak Atribut PD Segera Jalani Persidangan
Rabu, 23 Januari 2019 - 16:25 wib
Hadirkan 15 Saksi, Satu Alat Bukti Dibatalkan

Hadirkan 15 Saksi, Satu Alat Bukti Dibatalkan
Rabu, 23 Januari 2019 - 16:15 wib
Berkas Tersangka Ribuan Ekstasi Dilengkapi

Berkas Tersangka Ribuan Ekstasi Dilengkapi
Rabu, 23 Januari 2019 - 16:05 wib
BRPS Sepi, Bus dan Travel Tak Masuk Terminal
Kendi Harahap: Terminal Kewenangan Kemenhub
BRPS Sepi, Bus dan Travel Tak Masuk Terminal
Rabu, 23 Januari 2019 - 16:00 wib
Curanmor Kembali Beraksi, Resahkan Warga Dumai

Curanmor Kembali Beraksi, Resahkan Warga Dumai
Rabu, 23 Januari 2019 - 15:40 wib
120 Kasus DBD, Mayoritas Anak-Anak

120 Kasus DBD, Mayoritas Anak-Anak
Rabu, 23 Januari 2019 - 15:15 wib
Penempatan Kerja Menjadi Tanggung Jawab Bersama

Penempatan Kerja Menjadi Tanggung Jawab Bersama
Rabu, 23 Januari 2019 - 15:00 wib

Pembangunan Harus Berjalan Maksimal
Rabu, 23 Januari 2019 - 14:46 wib

Harga Tiket Pesawat Naik, Penumpang Bus Meningkat
Rabu, 23 Januari 2019 - 14:44 wib
Panwas Copot APK di Billboard

Panwas Copot APK di Billboard
Rabu, 23 Januari 2019 - 14:39 wib
Cari Berita
Hukum Terbaru
Grasi Susrama Ironis Kemerdekaan Pers

Rabu, 23 Januari 2019 - 10:28 WIB

Pembebasan Ustaz Abu Bakar Ba’asyir Tak Bisa Tabrak Aturan
Jadwalkan Periksa Maraton 45 Artis

Selasa, 22 Januari 2019 - 11:05 WIB

Pembebasan Ustaz Ba’asyir Dikaji Lagi

Selasa, 22 Januari 2019 - 10:10 WIB

Kasus Ustaz Ba’asyir Bukti Gagalnya Pemasyarakatan

Senin, 21 Januari 2019 - 14:13 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us