Pemko Pekanbaru Hentikan Vaksinasi MR
Sabtu, 25 Agustus 2018 - 09:55 WIB > Dibaca 4379 kali Print | Komentar
Ketika disingungung mengenai penghentian imunisasi tersebut, apakah nantinya ada sanksi dari Kemenkes, Plt Kadiskes menyebutkan tidak ada, sebab dalam pemberian vaksin tidak ada paksaan.

“Sanksi tidak ada, karena sebelumnya Kemenkes telah menyampaikan tidak ada pemaksaan,” tuturnya.

Masih kata priayang akrab disapa Bob ini, pihaknya akan kembali melanjutkan pemberian imunisasi bila mana ada keputusan atau kebijakan baik dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes), gubernur serta wali kota yang menyatakan pelaksanaannya tetap dilanjutkan. Sejak awal Agustus lalu disampaikan dia, pihaknya telah melakukan penyuntikan vaksin MR kepada 39.235 anak dari jumlah sasaran 281.211 anak.

“Realisasinya baru 16 persen, sedangkan target sebanyak 196.848 anak atau 70 persen. Jika dipaksakan juga sulit mencapai target,” imbuhnya.

Kendati pelaksanaan vaksinasi MR dihentikan, mantan Kabid Kesehatan Diskes Kota Pekanbaru itu mengatakan, pihaknya masih tetap melayani sekolah dan masyarakat yang minta untuk divaksin.

Dengan cacatan yang bersangkutan mengajukan surat permohonan ke puskesmas atau Diskes.

“Bagi yang memerlukan, kami tetap layani. Pihak sekolah dan masyarakat mengajukan surat permohonan, supaya kami bisa menindaklanjuti. Dan agar pelaksanaan di lapangan tidak menuai kontroversi,” katanya.

Sementara itu, terhadap anak terlanjur telah divaksin dan jika menimbul efek samping di kemudian hari, Diskes selaku pihak penyelenggara siap bertanggung jawab. Namun, akan dilakukan serangkain uji lab memastikan bahwa yang bersangkutan benar-benar mengalami efek samping dari pemberian vaksin.

“Kami siap bertanggung jawab bila ada efek samping. Tapi kami periksa dulu,” jelas Zaini.

Selain itu dikatakan dia, pihaknya juga memiliki tim penanggulan pascaimunisasi. Kepada masyarakat yang ada keluhan dan merasa dirugikan diharapkan untuk melaporkan ke puskesmas terdekat. “Jika ada keluhan laporkan ke puskesmas. Sehingga tidak ada masyarakat merasa dirugikan,” ungkapnya.

Vaksinasi MR, sambung Zaini, dinilai sangat penting bagi kesehatan. Menurutnya, masyarakat yang tidak pernah divaksin berisiko tinggi tertular penyakit campak dan rubella. Yang dapat menimbulkan radang otak, kebutaan, gizi buruk dan kematian.

“Bagi ibu hamil bisa menyebabkan keguguran atau kecatatan pada bayi yang dilahirkan,” sebut Zaini.(yls)
KOMENTAR
Berita Update
Kebut Pertumbuhan, RI Perbaiki SDM

Kebut Pertumbuhan, RI Perbaiki SDM
Rabu, 14 November 2018 - 19:28 wib

Bonus Demografi Diharapkan Sampai ke Masyarakat
Rabu, 14 November 2018 - 16:15 wib
APBD Kampar Diperkirakan Rp2,4 T

APBD Kampar Diperkirakan Rp2,4 T
Rabu, 14 November 2018 - 16:00 wib
Pembangunan Gedung 8 Lantai Lolos
Pencakar Langit Riau Pertama di Luar Pekanbaru
Rabu, 14 November 2018 - 15:45 wib
Pengungsi Rohingya Hindari Repatriasi

Pengungsi Rohingya Hindari Repatriasi
Rabu, 14 November 2018 - 14:43 wib

Daud Yordan Mau Istirahat Dulu
Rabu, 14 November 2018 - 14:30 wib
pengurus Federasi Olahraga Petanque Indonesia
Pengurus FOPI Provinsi Riau Dilantik
Rabu, 14 November 2018 - 14:27 wib
Tiga Terdakwa Dituntut Lima Tahun Penjara
Korupsi Danau Buatan Rohil
Tiga Terdakwa Dituntut Lima Tahun Penjara
Rabu, 14 November 2018 - 14:00 wib

Habib Rizieq Tak Langgar Hukum
Rabu, 14 November 2018 - 13:51 wib
Cari Berita
Pekanbaru Terbaru
Pagar Roboh Akibatkan Korban Jiwa, SD 141 Diliburkan

Rabu, 14 November 2018 - 11:02 WIB

Satu Lagi, Korban Pagar Roboh Meninggal Dunia

Rabu, 14 November 2018 - 11:01 WIB

Begini Kronologis Insiden Pagar Roboh Makan Korban

Rabu, 14 November 2018 - 10:12 WIB

Operasi Zebra  Berakhir, 1.757  Pelanggar Ditilang

Rabu, 14 November 2018 - 09:30 WIB

Warga Prihatin Gepeng Anak Marak

Selasa, 13 November 2018 - 14:30 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us