Waspada Difteri Di Negara Berkembang
Senin, 27 Agustus 2018 - 13:50 WIB > Print | Komentar
Waspada Difteri Di Negara Berkembang
Berita Terkait

Kecamatan Tampan KLB Difteri



Penyebaran bakteri penyebab difteri ini dapat terjadi dengan mudah. Terutama bagi orang yang tidak mendapatkan vaksin difteri. Ada sejumlah cara penularan yang perlu diwaspadai.

- Terhirup percikan ludah penderita di udara saat penderita bersin atau batuk. Ini merupakan cara penularan difteri yang paling umum.

- Barang-barang yang sudah terkontaminasi oleh bakteri, contohnya mainan atau handuk.

- Sentuhan langsung pada luka borok (ulkus) akibat difteri di kulit penderita. Penularan ini umumnya terjadi pada penderita yang tinggal di lingkungan yang padat penduduk dan kebersihannya tidak terjaga.

- Bakteri difteri akan menghasilkan racun yang akan membunuh sel-sel sehat dalam tenggorokan, sehingga akhirnya menjadi sel mati. Sel-sel yang mati inilah yang akan membentuk membran (lapisan tipis) abu-abu pada tenggorokan. Di samping itu, racun yang dihasilkan juga berpotensi menyebar dalam aliran darah dan merusak jantung, ginjal, serta sistem saraf.

Terkadang, difteri bisa jadi tidak menunjukkan gejala apapun sehingga penderitanya tidak menyadari bahwa dirinya terinfeksi. Apabila tidak menjalani pengobatan dengan tepat, mereka berpotensi menularkan penyakit ini kepada orang di sekitarnya, terutama mereka yang belum mendapatkan imunisasi.

Gejala Difteri

Difteri umumnya memiliki masa inkubasi atau rentang waktu sejak bakteri masuk ke tubuh sampai gejala muncul 2 hingga 5 hari. Gejala-gejala dari penyakit ini meliputi:

- Terbentuknya lapisan tipis berwarna abu-abu yang menutupi tenggorokan dan amandel.

- Demam dan menggigil.

- Sakit tenggorokan dan suara serak.

- Sulit bernapas atau napas yang cepat.

- Pembengkakan kelenjar limfe pada leher.

- Lemas dan lelah.

- Pilek.

Awalnya cair, tapi lama-kelamaan menjadi kental dan terkadang bercampur darah. Difteri juga terkadang dapat menyerang kulit dan menyebabkan luka seperti borok (ulkus). Ulkus tersebut akan sembuh dalam beberapa bulan, tapi biasanya akan meninggalkan bekas pada kulit. Segera periksakan diri ke dokter jika Anda atau anak Anda menunjukkan gejala-gejala di atas. Penyakit ini harus diobati secepatnya untuk mencegah komplikasi.(int)
KOMENTAR
Berita Update
PSKS CUP 2019
Adu Penalti, Rajawali FC Juara Dikandang Tuan Rumah
Selasa, 18 Maret 2019 - 22:12 wib

Uang Ratusan Juta Dibawa dari Ruang Menteri Agama
Selasa, 18 Maret 2019 - 21:27 wib

Perkuat Devisa dengan Ekspor Buah
Selasa, 18 Maret 2019 - 19:55 wib

Banjir Sentani, PLN Kerahkan 8 Tim untuk Pemulihan
Selasa, 18 Maret 2019 - 19:53 wib

Ketum Ikatan Guru Komentari Debat Cawapres, Begini…
Selasa, 18 Maret 2019 - 19:39 wib

Sudah Ada 294 Pemda yang Siap Menggaji Pegawai PPPK
Selasa, 18 Maret 2019 - 19:36 wib

Sudah 294 Pemda Siap Menggaji PPPK dari Honorer K2
Selasa, 18 Maret 2019 - 19:35 wib
Cari Berita
Ladies Terbaru
Clean Look Dengan Hijab Syar’i

Jumat, 15 Maret 2019 - 10:05 WIB

Menikmati Menu Unik dengan Tampilan yang Cantik

Kamis, 14 Maret 2019 - 12:52 WIB

Wajah Basah dan Mengkilap Jadi Trend

Rabu, 13 Maret 2019 - 12:53 WIB

Berbagi Tutorial Make Up Lewat Media Sosial

Selasa, 12 Maret 2019 - 14:42 WIB

Gigi Berlubang Bikin Tak Tenang

Senin, 11 Maret 2019 - 14:54 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini