Waspada Difteri Di Negara Berkembang
Senin, 27 Agustus 2018 - 13:50 WIB > Dibaca 4495 kali Print | Komentar
Waspada Difteri Di Negara Berkembang
Berita Terkait

Kecamatan Tampan KLB Difteri



Penyebaran bakteri penyebab difteri ini dapat terjadi dengan mudah. Terutama bagi orang yang tidak mendapatkan vaksin difteri. Ada sejumlah cara penularan yang perlu diwaspadai.

- Terhirup percikan ludah penderita di udara saat penderita bersin atau batuk. Ini merupakan cara penularan difteri yang paling umum.

- Barang-barang yang sudah terkontaminasi oleh bakteri, contohnya mainan atau handuk.

- Sentuhan langsung pada luka borok (ulkus) akibat difteri di kulit penderita. Penularan ini umumnya terjadi pada penderita yang tinggal di lingkungan yang padat penduduk dan kebersihannya tidak terjaga.

- Bakteri difteri akan menghasilkan racun yang akan membunuh sel-sel sehat dalam tenggorokan, sehingga akhirnya menjadi sel mati. Sel-sel yang mati inilah yang akan membentuk membran (lapisan tipis) abu-abu pada tenggorokan. Di samping itu, racun yang dihasilkan juga berpotensi menyebar dalam aliran darah dan merusak jantung, ginjal, serta sistem saraf.

Terkadang, difteri bisa jadi tidak menunjukkan gejala apapun sehingga penderitanya tidak menyadari bahwa dirinya terinfeksi. Apabila tidak menjalani pengobatan dengan tepat, mereka berpotensi menularkan penyakit ini kepada orang di sekitarnya, terutama mereka yang belum mendapatkan imunisasi.

Gejala Difteri

Difteri umumnya memiliki masa inkubasi atau rentang waktu sejak bakteri masuk ke tubuh sampai gejala muncul 2 hingga 5 hari. Gejala-gejala dari penyakit ini meliputi:

- Terbentuknya lapisan tipis berwarna abu-abu yang menutupi tenggorokan dan amandel.

- Demam dan menggigil.

- Sakit tenggorokan dan suara serak.

- Sulit bernapas atau napas yang cepat.

- Pembengkakan kelenjar limfe pada leher.

- Lemas dan lelah.

- Pilek.

Awalnya cair, tapi lama-kelamaan menjadi kental dan terkadang bercampur darah. Difteri juga terkadang dapat menyerang kulit dan menyebabkan luka seperti borok (ulkus). Ulkus tersebut akan sembuh dalam beberapa bulan, tapi biasanya akan meninggalkan bekas pada kulit. Segera periksakan diri ke dokter jika Anda atau anak Anda menunjukkan gejala-gejala di atas. Penyakit ini harus diobati secepatnya untuk mencegah komplikasi.(int)
KOMENTAR
Berita Update
Mayat Perempuan  Tanpa Identitas  di Jalan Minas

Mayat Perempuan Tanpa Identitas di Jalan Minas
Rabu, 23 Januari 2019 - 10:30 wib
Hari Ini, Bupati Sambangi Kandis dan Minas

Hari Ini, Bupati Sambangi Kandis dan Minas
Rabu, 23 Januari 2019 - 10:15 wib
Untuk Jembatan Siak IV
Muncul Nama Panglima Ghimbam
Rabu, 23 Januari 2019 - 10:05 wib
KPU Libatkan Pemuda hingga Pegiat Medsos

KPU Libatkan Pemuda hingga Pegiat Medsos
Rabu, 23 Januari 2019 - 10:01 wib

Syamsuar Bedah APBD Riau di Gedung BI
Rabu, 23 Januari 2019 - 10:01 wib

Jadi Buruh Batu Bata hingga Jual Gorengan
Rabu, 23 Januari 2019 - 09:53 wib

Dugaan Kartel Maskapai Masuk Tahap Penelitian
Rabu, 23 Januari 2019 - 09:45 wib
Dewan Minta Direalisasikan Tahun Ini
Terkait Perda CSR
Dewan Minta Direalisasikan Tahun Ini
Rabu, 23 Januari 2019 - 09:45 wib
Masih Kurang Tujuh  Unit Komputer

Masih Kurang Tujuh Unit Komputer
Rabu, 23 Januari 2019 - 09:40 wib
Hasil Audit Belum Keluar, Ranperda PPJ Urung Disahkan

Hasil Audit Belum Keluar, Ranperda PPJ Urung Disahkan
Rabu, 23 Januari 2019 - 09:35 wib
Cari Berita
Ladies Terbaru
Transformasi Hilangkan Bobot 57 Kg

Senin, 21 Januari 2019 - 15:37 WIB

Flawless Look, Munculkan Kecantikan Alami

Rabu, 16 Januari 2019 - 09:57 WIB

Natural Dolly masih Jadi Tren 2019

Rabu, 02 Januari 2019 - 13:50 WIB

Gaya dengan Kacamata Hype

Jumat, 28 Desember 2018 - 15:50 WIB

Roasted Chicken Ala Resto

Kamis, 20 Desember 2018 - 10:57 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us