Geng Motor di Pekanbaru Di-dor Lagi

30 Oktober 2012 - 08.51 WIB > Dibaca 1383 kali Print | Komentar
Geng Motor di Pekanbaru Di-dor Lagi
Madam (21), salah seorang ketua geng motor XTC saat menjalani pemeriksaan intensif di Mapolresta Pekanbaru dengan kondisi mata kaki sebelah kanan terkena timah panas usai ditangkap di Perumahan Sidomulyo, Senin (29/10/2012) sore. (Foto: DEFIZAL/RIAU POS)
PEKANBARU (RP) - Usaha kepolisian untuk memberantas geng motor yang menebar teror di jalanan Kota Pekanbaru kembali membuahkan hasil.

Seorang lagi diduga dedengkot geng motor dibekuk.  BS alias Madam (21), warga Jalan Arengka 2, Gang Ampalu, Kecamatan Payung Sekaki, disebut-sebut sebagai bos geng motor XTC berhasil diamankan Polresta Pekanbaru, Senin (29/10) petang sekitar pukul 16.00 WIB, di Perumahan Sidomulyo, Kecamatan Tampan.

Sebutir timah panas disarangkan ke kakinya akibat ia berusaha melawan dan melarikan diri saat akan ditangkap.

Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Drs R Adang Ginanjar kepada Riau Pos melalui Kasat Reskrim AKP Arief Fajar Satria SH SIK saat dikonfirmasi membenarkan hal ini.


‘’Ia kita amankan di Sidomulyo, lokasi tempat ia biasa berkumpul dengan teman-temannya,’’ ujar Arief. Selain XTC, Madam adalah juga orang yang membentuk geng motor RMS (Romusha).

Penangkapan terhadap Madam dilakukan atas dugaan beberapa tindak kriminal yang telah dilakukannya. Termasuk di dalamnya, ia juga ikut terlibat dalam aksi vandalisme dan kekerasan geng motor.

Tak kurang, tiga aksi pelanggaran hukum telah ia buat. Ia diduga kuat terlibat dalam aksi pembakaran Pos Polisi Gurindam 3 di depan Gramedia pada tahun 2010, ia juga terlibat dalam aksi penyerangan Mapolresta Pekanbaru dan juga aksi pencurian kendaraan bermotor di depan Jes Net di Kecamatan Tampan.

‘’Setelah dilakukan penyelidikan atas dugaan-dugaan tersebut, kita lalu melacak keberadaan Madam,’’ ungkap Arief.

Madam sendiri bukanlah, orang yang mudah ditangkap. Beberapa kali upaya penangkapan yang dilakukan menemui jalan buntu hingga berakhir kemarin.

Anggota buser Polresta yang mendapatkan petunjuk keberadaan Madam di Sidomulyo bergerak cepat turun ke lokasi melakukan pelacakan.

Begitu dipastikan bahwa Madam memang berada di lokasi, iapun langsung disergap, tak jauh dari lapangan sepakbola yang ada di sana.

‘’Ia terpaksa dilumpuhkan saat itu karena melawan dan mencoba lari saat kita bekuk,’’ papar Arief.

Pantauan Riau Pos di Mapolresta Pekanbaru, hingga pukul 23.00 WIB, Madam masih menjalani pemeriksaan oleh penyidik.

Dengan menggunakan baju tahanan berwarna biru, ia tertunduk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan. Pergelangan kaki kanan tempat peluru bersarang dibalut perban.

Kepada penyidik yang memeriksanya, Madam mengakui bahwa ia terlibat dalam geng motor XTC. Ia sudah ikut dalam XTC sejak tahun 2011. ‘’Awal tahun 2011,’’ katanya.

Tahu bahwa dirinya diburu oleh polisi, Madam pernah melarikan diri hingga ke luar kota. Ia kabur usai ikut serta melakukan penyerangan ke Mapolresta Pekanbaru.

AKP Arief Fajar mengatakan, pengejaran terhadap pimpinan geng motor tak akan berhenti sampai Madam saja.

‘’Kita akan terus kembangkan. Tak akan hanya sampai di sini saja,’’ tegasnya.

Sebelum penangkapan terhadap Madam, seorang ketua geng motor lainnya juga sudah diamankan.

Sebelumnya polisi menembak WN alias si Wen (21) setelah melakukan perlawanan saat akan dibekuk. Wen diduga sebagai pelaku pembacokan terhadap Ivan (21) dan Febriandi (20), bersama HK (15), seorang siswa SMP yang juga anggota geng motor.

Dari hasil informasi yang dirangkum Riau Pos, Wen merupakan ketua di kelompok geng motor Ghost Night (Gn), dan merangkap juga sebagai ketua di kelompok geng motor Asteq (As).

Dari pengembangan kasus yang dilaporkan ke Polsek Bukitraya, Sabtu (29/9) diamankanlah HK. Kepada polisi, ia mengaku melakukan penganiayaan bersama Wen.

Maka dilakukanlah perburuan terhadap Wen. Apalagi Wen diduga menjadi pelaku utama pembacokan di depan Purna MTQ Ahad dinihari lalu itu.

Warga Jalan Harapan Raya Gang Khatulistiwa No 88 Pekanbaru ini dibekuk Senin (1/10) malam sekitar pukul 20.30 WIB ketika melintas di Jalan Pawon.

Saat diamankan, Wen sempat melawan dengan mengeluarkan pisau komando yang dibawanya. Tindakan tegas langsung diambil, ia dilumpuhkan dengan ditembak pada kaki kanannya.(ali/ila)
KOMENTAR
Riau Pos Group
Support by: