Depan >> Berita >> Hukum >>
Setya Novanto Tahu Proyek PLTU Riau 1
Selasa, 28 Agustus 2018 - 17:29 WIB > Print | Komentar
 Setya Novanto Tahu Proyek PLTU Riau 1
JAWAB PERTANYAAN: Terpidana kasus korupsi mega proyek KTP-el Setya Novanto menjawab pertanyaan awak media usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Senin (27/8/2018). Setya Novanto diperiksa terkait kasus dugaan suap proyek PLTU Riau-1. (ISMAIL POHAN/JPG)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Dugaan keterlibatan mantan Ketua DPR Setya Novanto (Setnov) dalam kasus korupsi proyek PLTU Riau 1 coba diurai oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Senin (27/8), KPK memeriksa Setnov sebagai saksi untuk tersangka Johannes B Kotjo. Setnov diduga mengetahui proyek kakap senilai 900 juta dolar Amerika Serikat (AS) atau setara Rp12,6 triliun itu.

Sebelumnya, dari informasi yang diperoleh Jawa Pos (JPG), Setnov diduga menerima aliran uang dari Kotjo. Uang itu ditengarai bagian dari bisnis “jualan pengaruh” untuk proyek yang digarap perusahaan Kotjo, Blackgold Natural Resources Ltd. Modusnya, perusahaan tersebut menjanjikan komitmen fee untuk ijon proyek. Setelah proyek didapat, barulah komitmen itu direalisasikan.

Modus semacam itu pernah dibongkar KPK saat mengusut perkara korupsi KTP-el. Dan, Setnov terbukti menjadi aktor di balik korupsi itu. Dia telah divonis bersalah oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta. Mantan ketua umum Partai Golkar itu dihukum penjara 15 tahun dan denda Rp500 juta serta uang pengganti 7,3 juta dolar AS dikurangi Rp5 miliar. Hak politik Setnov juga dicabut selama 5 tahun setelah menjalani masa pidana.

Lalu apakah peran Setnov dalam perkara proyek PLTU Riau 1 sama dengan kontruksi KTP-el? Wakil Ketua KPK Laode M Syarif belum bisa menjelaskan secara detail sejauh mana peran Setnov dalam perkara PLTU berkapasitas 2x300 mw. Namun, dia memastikan penyidik telah mengantongi informasi bahwa Setnov memang mengetahui proyek listrik ini.

“Informasi awal yang didapatkan penyidik, Pak Setya Novanto dianggap mengetahui tentang proyek ini, cerita secara umumnya saja,” jelasnya di gedung KPK, kemarin.

Informasi itu diperoleh dari hasil gelar perkara yang dilakukan penyidik beberapa waktu lalu. “Oleh karena itu penyidik berkepentingan meminta keterangan dari yang bersangkutan (Setnov) agar lebih jelas,” jelasnya.

Laode mengakui, kasus ini memang digarap satuan tugas (satgas) yang terdiri dari penyidik-penyidik senior yang mumpuni. Namun, pihaknya tidak mau terlalu jauh membeda-bedakan kemampuan penyidik di KPK. Terutama terkait senioritas maupun pengalaman mereka menangani kasus-kasus kakap, seperti KTP-el. “Mau senior atau junior, mereka (semua, red) mumpuni,” ucapnya.


KOMENTAR
Berita Update
PT PLN (PERSERO) WILAYAH RIAU KEPULAUAN RIAU AREA PEKANBARU
Jadwal Pemeliharaan Periode 25 Februari - 2 Maret 2019
Jumat, 22 Februari 2019 - 21:49 wib

Anda Percaya Prabowo Sudah Gerus Suara Jokowi di Jateng?
Jumat, 22 Februari 2019 - 20:47 wib

Dukung Jokowi, Desta: Hargai Lah Pilihan Saya
Jumat, 22 Februari 2019 - 20:15 wib

Lift Kantor Gubernur Macet, Satu ASN Terjebak
Jumat, 22 Februari 2019 - 17:16 wib

Hotel Tasia Ratu Terbakar
Jumat, 22 Februari 2019 - 17:06 wib
Cari Berita
Hukum Terbaru
Ketua Umum PA 212 Dapat Bantuan Hukum

Kamis, 21 Februari 2019 - 12:46 WIB

Sidang PLTU Riau 1, Eni Minta Belas Kasihan Hakim

Rabu, 20 Februari 2019 - 10:39 WIB

Sekda Papua Resmi Ditetapkan Tersangka

Selasa, 19 Februari 2019 - 10:41 WIB

Ketua PA 212 Bisa Dijemput Paksa

Selasa, 19 Februari 2019 - 09:27 WIB

Setiap Tahun, Potensi Korupsi Izin Hutan Rp22,6 Miliar

Minggu, 17 Februari 2019 - 10:22 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us