Depan >> Berita >> Hukum >>
Idrus Marham Tahu Akan Ditahan KPK
Sabtu, 01 September 2018 - 13:15 WIB > Print | Komentar
Idrus Marham Tahu Akan Ditahan KPK
MASUK MOBIL: Mantan Mensos Idrus Marham masuk ke dalam mobil menuju Rutan KPK setelah diperiksa sekitar empat jam di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (31/8/2018). Idrus disangkakan menerima uang dalam korupsi PLTU Riau-1. (FEDRIK TARIGAN/JPG)
”Itu sudah masuk pada subtansi. Biar nanti dulu, kan sudah saya jelaskan. Biar saya jelaskan kepada penyidik,” beber pria berusia 56 tahun itu.

Selain memeriksa dan menahan Idrus, kemarin KPK juga memanggil sekaligus memeriksa tersangka Eni Maulani Saragih. Meski belum mengajukan, namun Eni mengaku sedang mempertimbangkan untuk menjadi justice collaborator dalam penyidikan kasus dugaan korupsi PLTU Mulut Tambang Riau 1. Namun, sebelum sampai ke sana dia lebih memilih menyampaikan semua keterangan yang dia ketahui kepada penyidik.

Menurut Eni, kemarin penyidik mendalami pertemuan-pertemuan yang pernah terjadi sebelum kasus dugaan korupsi tersebut diungkap lembaga superbodi.

”Pertemuan-pertemuan antara saya dengan Pak Sofyan Basir, dengan Pak Johannes (Budisutrisno) Kotjo,” imbuhnya.

Dia memastikan, pertemuan tersebut pernah terjadi. Tapi, dia tidak bersedia menyampaikan isi pertemuan tersebut. ”Sudah saya sampaikan ke penyidik,” tambahnya.

Penyidikan kasus dugaan korupsi pembangunan PLTU Mulut Tambang Riau 1 memang terus berkembang. Menurut Wakil Ketua KPK Alexander Marwata, kepada penyidik Eni memang pernah menyampaikan sejumlah pertemuan yang dia lakukan. Termasuk pertemuan dengan Direktur Utama (Dirut) PT PLN Sofyan Basir. ”Dia menyampaikan kepada si IM (Idrus Marham), kemarin saya habis ketemu dengan SB (Sofyan Basir). Nanti pembagiannya sama-sama,” imbuhnya.

Pria yang akrab dipanggil Alex itu menyampaikan itu sesuai keterangan Eni kepada penyidik. Dia mengakui keterangan tersebut memang tidak secara gamblang menjelaskan bahwa ada aliran duit korupsi kepada Sofyan Basir. Tapi, KPK terus mendalami. Karena itu pula, KPK belum bisa menetapkan Sofyan sebagai tersangka.


KOMENTAR
Berita Update

Kecepatan Produksi Surat Suara Lebihi Target
Minggu, 17 Februari 2019 - 13:21 wib

Bangun Sinergi Kawal Pemilu 2019
Minggu, 17 Februari 2019 - 13:19 wib
Markkanen Cetak Quattrick, PSM Gulung Perseru 9-0

Markkanen Cetak Quattrick, PSM Gulung Perseru 9-0
Minggu, 17 Februari 2019 - 11:19 wib

Lion Air Tergelincir di Runway Bandara Pontianak
Minggu, 17 Februari 2019 - 11:14 wib
Borobudur Masuk 4 KSPN Prioritas

Borobudur Masuk 4 KSPN Prioritas
Minggu, 17 Februari 2019 - 11:12 wib

Plt Ketua PSSI Jadi Tersangka
Minggu, 17 Februari 2019 - 10:36 wib
Empat Perbakin Kabupaten Diminta Segera Bekerja

Empat Perbakin Kabupaten Diminta Segera Bekerja
Minggu, 17 Februari 2019 - 10:34 wib
Tim USA Empaskan Tim Dunia 161-144
Pesta Dunk dan Three Point
Minggu, 17 Februari 2019 - 10:31 wib

Pembagian Kuota Haji Tidak Berubah
Minggu, 17 Februari 2019 - 10:28 wib

Atmosfer yang Kurang Kondusif
Minggu, 17 Februari 2019 - 10:27 wib
Cari Berita
Hukum Terbaru
Setiap Tahun, Potensi Korupsi Izin Hutan Rp22,6 Miliar

Minggu, 17 Februari 2019 - 10:22 WIB

Plt Ketua Umum PSSI Tersangka

Sabtu, 16 Februari 2019 - 10:19 WIB

Ahmad Dhani Minta Keleluasaan Bicara ke Media

Rabu, 13 Februari 2019 - 09:21 WIB

Setelah Dua Tahun, 13 Taruna Diberhentikan

Rabu, 13 Februari 2019 - 09:12 WIB

Sofyan dan Idrus Bantah Dugaan Aliran Fee Proyek

Rabu, 13 Februari 2019 - 09:05 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us