Depan >> Berita >> Hukum >>
Idrus Marham Tahu Akan Ditahan KPK
Sabtu, 01 September 2018 - 13:15 WIB > Print | Komentar
Idrus Marham Tahu Akan Ditahan KPK
MASUK MOBIL: Mantan Mensos Idrus Marham masuk ke dalam mobil menuju Rutan KPK setelah diperiksa sekitar empat jam di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (31/8/2018). Idrus disangkakan menerima uang dalam korupsi PLTU Riau-1. (FEDRIK TARIGAN/JPG)
Senada, Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarif menyampaikan bahwa KPK terus mengembangkan penyelidikan maupun penyidikan kasus dugaan korupsi pembangunan PLTU Mulut Tambang Riau 1. Tapi, dia belum bisa menyebut nama-nama lain yang berpotensi terlibat dalam kasus tersebut. ”Tergantung dari hasil penyelidikan dan penyidikan yang sedang dilakukan,” terang Laode.

Terpisah, Partai Golkar kembali membantah pernyataan Eni yang menyebut ada aliran dana dari pengusaha yang terjerat kasus PLTU Riau 1 sampai ke Munaslub Partai Golkar. Ketua DPP Bidang Media dan Penggalangan Opini Tubagus Ace Hasan Syadzily menyatakan, pernyataan yang disampaikan Eni maupun pengacaranya adalah tudingan yang tidak benar.

”Pernyataan Eni (Maulani) Saragih merupakan pernyataan yang sifatnya sepihak yang perlu pembuktian dan sama sekali tidak benar,” kata Ace kepada wartawan.

Menurut Ace, Partai Golkar sudah beberapa kali melakukan klarifikasi terkait itu. Partai Golkar juga sudah menanyakan langsung, baik kepada Agus Gumiwang Kartasasmita sebagai Ketua Organizing Committee maupun Ibnu Munzir sebagai Ketua Steering Committee Munaslub 2017.

”Tidak benar jika ada dana yang digunakan untuk katering dan sewa hotel untuk keperluan SC. Tugas SC adalah mengarahkan dan menyiapkan materi sidang,” jelasnya.

Ace menambahkan, sikap Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto juga jelas. Airlangga menegaskan tidak pernah memerintahkan Eni atau siapapun untuk mencari sumber pendanaan ilegal demi keperluan partai.

”Cara-cara seperti itu justru kami tentang, karena tidak sesuai dengan tagline kami yakni Golkar Bersih,” jelasnya.

Sementara itu Dirut PT PLN Sofyan Basir belum bisa dimintai konfirmasi terkait pernyataan terbaru Eni Maulani Saragih, yang menyebut adanya pertemuan antara dirinya dengan Sofyan untuk membahas proyek PLTU Riau 1. Hingga malam tadi, Kepala Satuan Komunikasi Korporat PT PLN I Made Suprateka tidak merespons telepon maupun pesan singkat yang dikirim.

Sebelumnya, Juru Bicara PLN ini hanya berkomentar singkat terkait kasus yang membelit Sofyan Basir. Made mengatakan, Sofyan Basir adalah warga negara yang patuh dan taat pada hukum yang berlaku di Indonesia.

“Jadi, akan menghormati proses hukum yang dilakukan KPK dengan mengedepankan azas praduga tidak bersalah,” ujarnya.(bay/syn/tyo/ken/ted)
KOMENTAR
Berita Update

Masuk Rutan KPK, Syamsuar Tak Ingin Jadi Pasien Keempat
Kamis, 20 Februari 2019 - 22:05 wib

Bos Puskaptis Sebut 10 Lembaga Survei Ini Tidak Kredibel
Kamis, 20 Februari 2019 - 21:01 wib

Calon Jemaah Haji Tidak Perlu Daftar Paspor Online
Kamis, 20 Februari 2019 - 20:52 wib

Berharap Setelah jadi PPPK Bisa Diangkat sebagai PNS
Kamis, 20 Februari 2019 - 20:39 wib

Politik Tanah Jokowi Bikin Prabowo dan Amien Rais Geger
Kamis, 20 Februari 2019 - 20:34 wib
5 Tahun Jembatan Timbang Tak Beroperasi

5 Tahun Jembatan Timbang Tak Beroperasi
Kamis, 20 Februari 2019 - 17:00 wib

Sepekan Berjuang Padamkan Api
Kamis, 20 Februari 2019 - 16:55 wib

Ungkap Peredaran Narkoba di Tiga Tempat
Kamis, 20 Februari 2019 - 15:43 wib
Cari Berita
Hukum Terbaru
Sidang PLTU Riau 1, Eni Minta Belas Kasihan Hakim

Rabu, 20 Februari 2019 - 10:39 WIB

Sekda Papua Resmi Ditetapkan Tersangka

Selasa, 19 Februari 2019 - 10:41 WIB

Ketua PA 212 Bisa Dijemput Paksa

Selasa, 19 Februari 2019 - 09:27 WIB

Setiap Tahun, Potensi Korupsi Izin Hutan Rp22,6 Miliar

Minggu, 17 Februari 2019 - 10:22 WIB

Plt Ketua Umum PSSI Tersangka

Sabtu, 16 Februari 2019 - 10:19 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini