Darmin Tak Terima Pelemahan Rupiah Seperti 1998
Selasa, 04 September 2018 - 23:47 WIB > Dibaca 433 kali Print | Komentar
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Pemerintah meminta pelemahan rupiah yang terjadi sekarang ini jangan disamakan dengan situasi ketika krisis moneter pada 1998. Diketahui, saat ini kurs rupiah terhadap dollar Amerika Serikat sudah menyentuh Rp14.914/USD.

Hal ini disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, usai mengikuti rapat internal dengan Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (4/9).

"Begini deh, jangan dibandingkan 14 ribu sekarang dengan 20 tahun lalu. 20 tahun lalu berangkatnya dari Rp 2.800 ke Rp 14 ribu. Sekarang dari Rp 13 ribu ke Rp 14 ribu. Tahun 2014, dari Rp 12 ribu ke Rp 14 ribu ribu," ucap Darmin.

Dia juga menyoroti adanya artikel di salah satu media internasional yang membandingkan demikian. Mereka menulis bahwa pelemahan rupiah sekarang menembus angka terendah sejak 1998/1999.

"Eh, persoalan tahun 1998 itu enam kali lipat itu (dari sekarang). Jangan kemudian (ditanya) apa kebijakan (pemerintah) itu masih efektif? Nah itu kan bencana banget pandangannya," tegas Darnin.

Karena itu, dia menekankan bahwa kebijakan yang ditempuh pemerintah masih efektif. Apalagi fundamental ekonomi nasional masih baik. Meskipun diakuinya ada kelemahan karena terjadi defisit transaksi berjalan. Namun, kondisinya masih lebih kecil dibandingkan dengan Brasil, Turki, Argentina.

"Coba yang lain, inflasi. Di Argentina berapa? Sekarang 30 persenan, setahun yang lalu 60. Kita gimana? Malah deflasi. Pertumbuhan, oke kita lima koma. Dilihat dari sudut mana pun," ucap dia.

Pihaknya menerangkan bahwa defisit transaksi berjalan yang terjadi bukan penyakit baru. Sejak 40 tahun yang lalu transaksi berjalan ini selalu defisit.

"Memang ini (sekarang) agak besar, tapi enggak setinggi 2014, tahun 1994-1995, tidak setinggi 1984. Tolong membacanya, membandingkannya yang fair," pintanya.(fat/jpnn)

Sumber: JPNN
KOMENTAR
Berita Update
Bawaslu Tertibkan 246 APK Peserta Pemilu

Bawaslu Tertibkan 246 APK Peserta Pemilu
Jumat, 17 Januari 2019 - 16:32 wib
OPD Diminta Segera  Laksanakan Kegiatan

OPD Diminta Segera Laksanakan Kegiatan
Jumat, 17 Januari 2019 - 16:15 wib

Komitmen Naker Lokal Dipertanyakan
Jumat, 17 Januari 2019 - 16:00 wib

Pengrusak Atribut PD Dijebloskan ke Rutan
Jumat, 17 Januari 2019 - 15:35 wib
Puskesmas Tambusai Jadi Percontohan

Puskesmas Tambusai Jadi Percontohan
Jumat, 17 Januari 2019 - 15:30 wib
Pembangunan Roro  di Insit Hampir Rampung

Pembangunan Roro di Insit Hampir Rampung
Jumat, 17 Januari 2019 - 15:15 wib
TP4D Siap Lakukan Pendampingan

TP4D Siap Lakukan Pendampingan
Jumat, 17 Januari 2019 - 15:00 wib
Peran Camat dan Penghulu Turut Menentukan

Peran Camat dan Penghulu Turut Menentukan
Jumat, 17 Januari 2019 - 14:30 wib
Cari Berita
Nasional Terbaru
Ikatan Pemulung Mau ke DPR, Protes Perda Larangan Plastik
Naik Gaji, PNS dan TNI-Polri Harus Tetap Netral

Kamis, 17 Januari 2019 - 11:27 WIB

Sriwijaya Ajukan Penundaan Laga di Piala Indonesia

Rabu, 16 Januari 2019 - 10:15 WIB

Sudah 11 Tersangka Pengaturan Skor Persibara Lawan PS Mojokerto
Barito Putera Kontrak 3 Pemain Timnas

Selasa, 15 Januari 2019 - 16:00 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini