USTAZ ABDUL SOMAD
Nyanyikan Indonesia Raya di Tengah Belantara
Rabu, 05 September 2018 - 12:41 WIB > Print | Komentar
Nyanyikan Indonesia Raya di Tengah Belantara
HORMAT BENDERA: Ustaz Abdul Somad (dua kanan) melakukan hormat bendera saat jadi inspektur upacara HUT ke-73 RI di Camping Ground Lemang, Jumat (31/8/2018). (M ALI NURMAN/RIAU POS)
’’Saat itu pula kita mengingat bagaimana ulama dulu  pertama datang dipukul ombak dihempas gelombang. Rasa-rasanya kita belum berbuat apa-apa. Andaikan dulu ulama tidak datang ke nusantara kita mungkin malah menyembah pokok kayu, menyembah batu. Hari ini kita alhamdulillah kawan-kawan datang,’’ terangnya.

UAS mengungkap banyak pertanyaan yang datang padanya kenapa dia tak datang meminta bantuan pada pemerintah untuk membantu sekolah dan pendidikan anak-anak Talang Mamak. Dia menyebut sudah pernah dan tidak mendapatkan respons yang cukup baik.

’’Saya pernah presentasi, bukan tidak pernah.  Saya sampaikan, Pak tempat duduk anak-anak ini diikat pakai rotan. Jarak tempuhnya jauh. Dari darat 5 jam sampai 7 jam, jalan kaki 2 jam. PNS kanlah guru itu. Kita macam main bola dibuat. Ini kewenangan sana, sana kewenangan sini. Saya orangnya cepat tobat, yang pertama dan terakhir,’’ ungkapnya.

Berdirinya Pondok Bustanul Hikam di Desa Rantau Langsat hadir sebagai penanda akan ada masa depan yang cerah bagi pendidikan di sana. UAS sudah memastikan kedatangannya kemarin merupakan yang terakhir, namun syiarnya ke desa dan suku terpencil tak akan berhenti. Sudah ada tempat lain yang akan dituju.

’’Sekarang mata kami sudah melirik yang lain, yang lebih menarik dari Talang Mamak. Apa itu, Durian Cacar. Mana yang lebih memerlukan, kita ke sana. Beberapa tempat cemburu. Ustaz ke sana enam bulan sekali, sedangkan ini Suku Akit, Sakai ustaz belum pernah tengok. Karena itu kita berbagi,’’ sambungnya.

Format pendampingan yang sudah diterapkan di Rantau Langsat bagi Suku Talang Mamak nantinya akan dibawa ke daerah-daerah lain. Dia menekankan pentingnya pendampingan terus-menerus oleh pemuda yang memiliki totalitas dan diterima masyarakat setempat. Pendidikan dan pemahaman agama penting untuk bisa terus diberikan pada masyarakat terpencil, kata UAS, karena sudah terlalu lama mereka hidup dalam kegelapan tanpa ilmu pengetahuan.

Apa yang dilakukan UAS di Desa Rantau Langsat membekas dalam ingatan masyarakat. UAS pembawa suluh yang mencerahkan dan memberikan jalan.

’’Dulu kami tidak sambut hangat beliau, kami biasa saja tidak acuh. Masyarakat hanya memandang dari mana ini. Sekarang masyarakat merasa melihat orang yang sudah memberi jalan dan menasihati. Dampaknya masyarakat senang,’’ kata M Nasir, mantan Kepala Desa Rantau Langsat tahun 2007 hingga 2013.***
KOMENTAR
Berita Update

Masuk Rutan KPK, Syamsuar Tak Ingin Jadi Pasien Keempat
Kamis, 20 Februari 2019 - 22:05 wib

Bos Puskaptis Sebut 10 Lembaga Survei Ini Tidak Kredibel
Kamis, 20 Februari 2019 - 21:01 wib

Calon Jemaah Haji Tidak Perlu Daftar Paspor Online
Kamis, 20 Februari 2019 - 20:52 wib

Berharap Setelah jadi PPPK Bisa Diangkat sebagai PNS
Kamis, 20 Februari 2019 - 20:39 wib

Politik Tanah Jokowi Bikin Prabowo dan Amien Rais Geger
Kamis, 20 Februari 2019 - 20:34 wib
5 Tahun Jembatan Timbang Tak Beroperasi

5 Tahun Jembatan Timbang Tak Beroperasi
Kamis, 20 Februari 2019 - 17:00 wib

Sepekan Berjuang Padamkan Api
Kamis, 20 Februari 2019 - 16:55 wib

Ungkap Peredaran Narkoba di Tiga Tempat
Kamis, 20 Februari 2019 - 15:43 wib
Cari Berita
Feature Terbaru
Ketika "Tujuh Hantu" Tak Lagi Adang BBM Rakyat

Selasa, 06 November 2018 - 21:13 WIB

Ada Apa di Balik Deklarasi Itu?

Rabu, 24 Oktober 2018 - 16:59 WIB

Hotel Ayola Tawarkan Menu Crispy Chicken Steak

Rabu, 24 Oktober 2018 - 11:30 WIB

Tebar Buku UAS hingga Bisnis Daring dengan Sentuhan Jari
Masyarakat Mesti Bijak Gunakan Medsos

Selasa, 18 September 2018 - 19:30 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini