Sandiaga: Cinta ke Tanah Melayu Tak Pernah Mati
Rabu, 05 September 2018 - 12:52 WIB > Dibaca 3593 kali Print | Komentar
Sandiaga: Cinta ke Tanah Melayu Tak Pernah Mati
TEPUNG TAWAR: Ketua Umum MKA LAM Riau Datuk Seri Al azhar melakukan prosesi adat tepuk tepung tawar kepada Sandiaga Salahuddin Uno di Balai Adat Melayu Riau, Selasa (4/9/2018) sore. (EVAN/RIAU POS)
Ia juga menyinggung soal kekayaan bumi Riau yang harus terus didorong kemajuannya dan pemanfaatannya atas kekayaan tersebut seluasnya bagi perekonomian masyarakat. Ia ingin kampung kelahirannya tetap damai, juga mampu berantas kebodohan dan kemiskinan dan hal tersebut dapat dilakukan lewat kebersamaan dan persatuan.

“Saya pernah membaca gurindam 12 sastra Melayu. Itu saya jadikan sebagai tuntunan dalam hidup juga,” kata Sandi yang membacakan beberapa pasal dalam Gurindam 12, seperti pasal lima.

Ia berjanji fokus dan atensinya terhadap Riau adalah dari sisi ekonomi. Dengan harapan dapat membuka lapangan pekerjaan seluas-luasnya sehingga harga-harga terkendali. Perhatian Sandi ingin membangkitkan ekonomi nasional menjadi suatu hal yang disampaikannya usai acara kepada Riau Pos di tengah padatnya emak-emak yang ingin berfoto dan bersalaman.

Sementara Ketua DPH LAM Riau Datuk Syahril Abubakar menegaskan kegiatan yang digelar sebagai doa dan restu kepada anak kemenakan yang balek kampung.

“Jadi tak ada agenda politis apapun karena ini adalah upacara adat,” kata Datuk Syahril Abubakar.

Sandi yang tiba dengan pakaian melayu lengkap berwarna merah maroon, dan UAS yang hadir dengan pakaian Melayu lengkap berwarna putih menjadi atensi seluruh hadirin yang memadati balai adat. Tak ayal, kemacetan di Jalan Diponegoro hingga malam tadi baru terurai setelah acara selesai sesaat sebelum Magrib. Ditambahkan Syahril, rasa bangga masyarakat Riau kepada dua tokoh yang jadi perbincangan Tanah Air yang hadir tersebut. Sebab, dulu orang melayu Riau sulit menembus kancah nasional dalam sisi pemerintahan maupun keagamaan.

“Jadi menteri saja susah. Sekarang dua orang Riau hampir jadi Wapres, keduanya berkumpul di sini. Walaupun ini bukan kegiatan politik, tapi keinginan datuk-datuk di negeri Melayu, ingin digelar upacara adat ini. Ustaz Abdul Somad kami angkat topi dengan beliau. Juga ada Sandi yang pengusaha sukses meninggalkan dunianya dan terjun ke politik,” papar Syahril di hadapan majelis.

Setelah Syahril Abubakar menyampaikan sambutan, juga ada semacam petuah dari UAS yang hadir telat sekitar setengah jam kemarin. Petuah UAS dibacakannya lewat bait-bait tentang petuah dan langkah serta nasihat kepada kerabat dan masyarakat Riau.

Demikian pula petuah nasihat dari Ketum MKA LAM Riau Datuk Al azhar. Di mana dia membacakan beberapa tunjuk ajar dari pendahulunya di MKA LAM Riau, (Alm) Datuk Tennas Efendi yang disampaikan dihadapan majelis. Baik tentang kepemimpinan, kekerabatan, persatuan dan kesatuan serta kehidupan. Kegiatan berlangsung khidmat ditutup dengan makan bersama dengan bersila di dalam ruangan lantai dua balai adat. Setelah berakhir, emak-emak militan yang sedari pagi mengikuti kegiatan Sandi di Pekanbaru pun tampak hadir di balai adat dan selalu histeris ketika mendapat senyuman dan sapaan dari cawapres Prabowo tersebut.

Ajak Masyarakat Doakan Jokowi
Sebagai salah satu orang terkaya Indonesia yang kini jadi cawapres Sandiaga S Uno menilai perlunya kewaspadaan pemerintah dari sisi ekonomi. Ia mengajak masyarakat mendoakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan mendukung pemerintah dalam menangani persoalan ekonomi ini.

Hal tersebut dikemukakan Sandi Uno, sapaan akrabnya di Pekanbaru, Riau dalam lawatannya seharian berkeliling di tanah kelahirannya. Atas kondisi sekarang, menurutnya sudah sepatutnya seluruh elemen masyarakat membantu pemerintah agar lepas dari keterpurukan perekonomian. Tentu dengan memisahkan antara ekonomi dan politik. “Kita doakan Pak Jokowi, dan kita harus waspada. Karena ini dampaknya buat bangsa dan Negara. Jangan lihat dari sisi politik, dengan keadaan seperti ini negara harus bersatu memperkuat ketahanan perekonomian kita, bahwa dampaknya ini bisa masuk ke krisis,” tegas konglomerat Tanah Air tersebut.

Dengan harga dolar yang semakin tinggi, pertama, kata pemilik bendera Saratoga ini memang suatu hal yang harus diwaspadai. Menurutnya, persa­tuan harus dimulai dalam membantu pemerintah, dengan demikian jangan mencampurkan urusan politik dengan ekonomi. Karena seluruh elemen negara dan bangsa harus bersatu. Di mana dampak kepada ekonomi masya­rakat akan segera dirasakan lambat laun atas merosotnya nilai tukar rupiah tersebut.(egp)
KOMENTAR
Berita Update
Bawaslu Tertibkan 246 APK Peserta Pemilu

Bawaslu Tertibkan 246 APK Peserta Pemilu
Jumat, 17 Januari 2019 - 16:32 wib
OPD Diminta Segera  Laksanakan Kegiatan

OPD Diminta Segera Laksanakan Kegiatan
Jumat, 17 Januari 2019 - 16:15 wib

Komitmen Naker Lokal Dipertanyakan
Jumat, 17 Januari 2019 - 16:00 wib

Pengrusak Atribut PD Dijebloskan ke Rutan
Jumat, 17 Januari 2019 - 15:35 wib
Puskesmas Tambusai Jadi Percontohan

Puskesmas Tambusai Jadi Percontohan
Jumat, 17 Januari 2019 - 15:30 wib
Pembangunan Roro  di Insit Hampir Rampung

Pembangunan Roro di Insit Hampir Rampung
Jumat, 17 Januari 2019 - 15:15 wib
TP4D Siap Lakukan Pendampingan

TP4D Siap Lakukan Pendampingan
Jumat, 17 Januari 2019 - 15:00 wib
Peran Camat dan Penghulu Turut Menentukan

Peran Camat dan Penghulu Turut Menentukan
Jumat, 17 Januari 2019 - 14:30 wib
Cari Berita
Politik Terbaru
Tren Elektabilitas Prabowo-Sandi Naik

Kamis, 17 Januari 2019 - 13:09 WIB

Media Jangan Jadi ’’Pemain’’ di Pilpres

Kamis, 17 Januari 2019 - 12:11 WIB

APK Tak Boleh Masuk, Diganti Kipas Tangan

Kamis, 17 Januari 2019 - 10:23 WIB

Bawaslu Bahas Pidato Jokowi dan Prabowo

Rabu, 16 Januari 2019 - 14:40 WIB

Bulan Depan Prabowo Direncanakan Kunjungi Riau

Rabu, 16 Januari 2019 - 14:35 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini