Honorer Keluhkan Pembatasan Usia
Sabtu, 08 September 2018 - 12:31 WIB > Print | Komentar
Honorer Keluhkan Pembatasan Usia
Ketua Umum Forum Honorer K2 Indonesia (FHK2I), Titi Purwa要ingsih.
Dia mengatakan keberadaan tenaga honorer K2 merupakan hasil kebijakan pemerintah. Sehingga sudah menjadi tanggung jawab pemerintah untuk menuntaskan persoalan pengangkatan honorer.

Kepala Biro Humas Badan Kepegawaian Negara (BKN) Mohammad Ridwan membenarkan bahwa tidak semua tenaga honorer yang bisa mendaftar CPNS tahun ini. Honorer K2 yang eligible (bisa, red) ikut mendaftar penerimaan CPNS hanya 13.347 orang, katanya.

Mereka bisa mendaftar di antaranya karena usia masih kurang 35 tahun per 1 Agustus 2018. Kemudian jalur khusus untuk honorer hanya dibuka bagi guru dan tenaga kesehatan. Ridwan menegaskan saat ini ketentuan dalam undang-undang, batas usia mendaftar CPNS adalah 35 tahun. Sehingga pemerintah tidak bisa melanggarnya.

Penjelasan pembatasan usia pendaftaran CPNS itu juga disampaikan Deputi Sumber Daya Aparatur Kementerian PAN-RB Setiawan Wangsaatmaja. Dia mengatakan secara keseluruhan ada enam jalur khusus pendaftaran CPNS. Salah satunya adalah untuk para tenaga honorer K2.

Setiawan menjelaskan kriteria-kriteria tenaga honorer K2 yang boleh mendaftar sebagaimana diatur dalam Peraturan Menterai PAN-RB 36/2018. Di dalam regulasi itu dijelaskan bahwa tenaga honorer K2 harus masuk dalam database BKN. Kemudian usia pelamar maksimal 35 tahun pada 1 Agustus 2018.  Dan masih aktif bekerja secara terus-menerus sampai sekarang, katanya.

Lalu bagi honorer K2 profesi guru wajib minimal berijazah S-1. Bagi tenaga kesehatan perawat dan bidang ijazah minimal Diploma III yang diperoleh sebelum 3 November 2013.

Pada tahap seleksi, para pelamar jalur tenaga honorer K2 tetap melewati seleksi kompetensi dasar (SKD). Kemudian para tenaga honorer K2 ini tidak melewati seleksi kompetensi bidang (SKB) layaknya pelamar CPNS baru jalur umum.

Sebab pengalaman kerja mereka selama ini sudah bisa menggantikan keberadaan SKB.

Wakil Ketua Komisi X DPR Ferdiansyah sebelumnya menyebutkan pengangkatan tenaga honorer K2 menjadi CPNS memang memiliki dampak pada keuangan negara. Semakin banyak tenaga honorer K2 yang bakal diangkat menjadi CPNS, maka konsekuensinya pemerintah harus menyiapkan anggaran lebih besar.

Ferdiansyah mengungkapkan jika seluruh honorer K2 yang ada diangkat menjadi CPNS maka diperlukan tambahan anggaran Rp37 triliun/tahun untuk gaji dan tunjangan. Tetapi jika yang diangkat menjadi CPNS hanya 13.347 honorer K2, maka anggaran yang diperlukan hanya Rp1,1 triliun/tahun.


KOMENTAR
Berita Update

Polisi Amankan 700 Liter Tuak
Senin, 18 Februari 2019 - 11:00 wib
Polisi Tangkap Pelajar Pengedar Narkoba

Polisi Tangkap Pelajar Pengedar Narkoba
Senin, 18 Februari 2019 - 10:45 wib
Datuok Persukuan Domo Kenegerian Air Tiris Dinobatkan

Datuok Persukuan Domo Kenegerian Air Tiris Dinobatkan
Senin, 18 Februari 2019 - 10:39 wib

LAMR Gelar Bincang-bincang Melayu
Senin, 18 Februari 2019 - 10:30 wib
Fokuskan Pembinaan Prestasi Atlet Sepatu Roda

Fokuskan Pembinaan Prestasi Atlet Sepatu Roda
Senin, 18 Februari 2019 - 10:15 wib
PIALA FA: Chelsea VS Manchester United
Misi Trofi Terakhir
Senin, 18 Februari 2019 - 10:11 wib
Tipu Puluhan Jamaah Umrah
Direktur Joe Pentha Kembali Diadili
Tipu Puluhan Jamaah Umrah
Senin, 18 Februari 2019 - 10:08 wib

Pendaftar PPPK Tembus 80 Ribu
Senin, 18 Februari 2019 - 10:00 wib

Pemkab Terima 320 PPPK
Senin, 18 Februari 2019 - 10:00 wib
Cari Berita
Nasional Terbaru
Pendaftar PPPK Tembus 80 Ribu

Senin, 18 Februari 2019 - 10:00 WIB

Tak Ada Perpanjangan Waktu Pendaftaran

Senin, 18 Februari 2019 - 09:44 WIB

Lion Air Tergelincir di Runway Bandara Pontianak

Minggu, 17 Februari 2019 - 11:14 WIB

Borobudur Masuk 4 KSPN Prioritas

Minggu, 17 Februari 2019 - 11:12 WIB

Pembagian Kuota Haji Tidak Berubah

Minggu, 17 Februari 2019 - 10:28 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us