Depan >> Berita >> Riau >>
6,8 Ton Lebih Komoditas Berbahaya Dimusnahkan
Selasa, 11 September 2018 - 11:25 WIB > Dibaca 5051 kali Print | Komentar
6,8 Ton Lebih Komoditas Berbahaya Dimusnahkan
Petugas melakukan pemusnahan bawang merah seberat 6,8 ton dan komoditas lainnya di Kantor Balai Karantina Pertanian Klas I Pekanbaru Wilayah Kerja Bandara SSK II Jalan Jenderal Sudirman Pekanbaru, Senin (10/9/2018).
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) ---------- Balai Karantina Pertanian Klas I Pekanbaru, musnahkan sebanyak 6,8 ton komoditas berbahaya. Setidaknya, ada delapan jenis komoditas asal luar negeri yang dimusnahkan pada Senin (10/9) tersebut.


Pemusnahan dilakukan di lingkungan kantor Balai Karantina Pertanian Pekanbaru yang beralamat di Kelurahan Simpang Tiga, Pekanbaru. Pemusnahan itu dilakukan dengan dibakar. Sebelum dibakar, komoditas berbahaya itu dimasukkan ke lubang yang sudah digali.
Komoditas yang dimusnahkan itu, sudah mengeluarkan bau yang tak sedap. Ada delapan jenis dan mayoritas adalah bawang merah, yang jumlahnya mencapai 6,8 ton.


Kemudian, daging sapi sebanyak 30 kg, buah melon 10 kg, daging babi 5,4 kg, beras 5 kg, bawang putih 4 kg, buah apel 2 kg, dan daging bebek 4,5 kg. “Semua komoditas yang kita musnahkan ini berasal dari luar negeri,” kata Kepala Karantina Pekanbaru Rina Delfi.


Dijelaskannya, pemusnahan itu dilakukan untuk mencegah masuk dan tersebarnya hama penyakit yang ada dalam komoditas tersebut. Baik itu dalam tumbuhan, maupun hewan. Ini kata Rina, juga untuk melindungi kelestarian sumber daya alam hayati.


Diduga, sejumlah komoditas itu mengandung bahan kimia dan biologi yang berbahaya bagi kesehatan manusia. “Ini masuk secara ilegal dan tidak melalui pengujian laboratorium dari negara asal,” ujar dia.


Hal ini juga mencegah masuknya penyakit hog cholera, flu burung, serta penyakit mulut dan kuku yang berbahaya bagi kesehatan manusia.

KOMENTAR
Berita Update
Per usak Atribut PD Segera Jalani Persidangan

Per usak Atribut PD Segera Jalani Persidangan
Rabu, 23 Januari 2019 - 16:25 wib
Hadirkan 15 Saksi, Satu Alat Bukti Dibatalkan

Hadirkan 15 Saksi, Satu Alat Bukti Dibatalkan
Rabu, 23 Januari 2019 - 16:15 wib
Berkas Tersangka Ribuan Ekstasi Dilengkapi

Berkas Tersangka Ribuan Ekstasi Dilengkapi
Rabu, 23 Januari 2019 - 16:05 wib
BRPS Sepi, Bus dan Travel Tak Masuk Terminal
Kendi Harahap: Terminal Kewenangan Kemenhub
BRPS Sepi, Bus dan Travel Tak Masuk Terminal
Rabu, 23 Januari 2019 - 16:00 wib
Curanmor Kembali Beraksi, Resahkan Warga Dumai

Curanmor Kembali Beraksi, Resahkan Warga Dumai
Rabu, 23 Januari 2019 - 15:40 wib
120 Kasus DBD, Mayoritas Anak-Anak

120 Kasus DBD, Mayoritas Anak-Anak
Rabu, 23 Januari 2019 - 15:15 wib
Penempatan Kerja Menjadi Tanggung Jawab Bersama

Penempatan Kerja Menjadi Tanggung Jawab Bersama
Rabu, 23 Januari 2019 - 15:00 wib

Pembangunan Harus Berjalan Maksimal
Rabu, 23 Januari 2019 - 14:46 wib

Harga Tiket Pesawat Naik, Penumpang Bus Meningkat
Rabu, 23 Januari 2019 - 14:44 wib
Panwas Copot APK di Billboard

Panwas Copot APK di Billboard
Rabu, 23 Januari 2019 - 14:39 wib
Cari Berita
Riau Terbaru
Per usak Atribut PD Segera Jalani Persidangan

Rabu, 23 Januari 2019 - 16:25 WIB

Hadirkan 15 Saksi, Satu Alat Bukti Dibatalkan

Rabu, 23 Januari 2019 - 16:15 WIB

Curanmor Kembali Beraksi, Resahkan Warga Dumai

Rabu, 23 Januari 2019 - 15:40 WIB

Dana Terhimpun saat Tablig Akbar UAS Rp48 Juta Lebih
Penempatan Kerja Menjadi Tanggung Jawab Bersama

Rabu, 23 Januari 2019 - 15:00 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us