Penyerapan PMN Capai 92 Persen
Rabu, 12 September 2018 - 12:34 WIB > Print | Komentar
Berita Terkait



JAKARTA (RIAUPOS.CO) - PT Perusahaan Listrik Negara (persero) hampir setiap tahun memperoleh kucuran dana penyertaan modal negara (PMN) untuk membantu program kelistrikan. Pada 2016, PLN menerima dana PMN Rp23,56 triliun dengan realisasi penyerapan per akhir Agustus 2018 mencapai 92 persen.

Direktur Perencanaan Korporat PLN Syofvi Roekman menyatakan, penyerapan PMN tersebut digunakan untuk listrik desa maupun pembangunan infrastruktur listrik lainnya. ’’Sekitar Rp7,6 triliun (distribusi) juga sudah kami serap dan saat ini hanya sisa sekitar Rp87,36 miliar,’’ ungkapnya, Selasa (11/9).

Total terdapat tujuh item alokasi PMN 2016. Perinciannya, distribusi kelistrikan, termasuk mencakup listrik desa, sejumlah Rp7,6 triliun dan telah terserap sekitar Rp7,51 triliun. Sisa dana yang belum terserap Rp87,36 miliar. PLN juga wajib membangun sejumlah gardu induk dengan mengggunakan dana PMN. 

Misalnya, saluran udara tegangan ekstratinggi (SUTET) 500 kv Watudodol-Segara Rupak dengan kucuran PMN senilai Rp700 miliar. Hingga kini, proyek tersebut belum berjalan sehingga anggaran dananya masih utuh. 

PLN juga membangun SUTET 500 kv Jawa Tengah–Jawa Barat, termasuk gardu induk, dengan pagu PMN Rp500 miliar. Nilai kontrak proyek tersebut direncanakan mencapai Rp4,62 triliun. Realisasi penyerapan PMN hingga kini mencapai Rp489,88 miliar, tersisa Rp0,12 miliar.

Juga, ada pembangunan gardu induk, termasuk trafo tenaga 500 kv, 275 kv, dan 150 kv untuk Sumatera, Indonesia Timur, serta Jawa-Bali, dengan nilai kontrak Rp3,52 triliun dan Rp2,36 triliun. Rencananya, PMN yang dikucurkan untuk pendanaan proyek tersebut mencapai Rp3,8 triliun. Hingga akhir Agustus, nilai PMN yang terserap Rp2,76 triliun, tersisa Rp1,04 triliun.

PLN juga menganggarkan PMN untuk membangun sejumlah pembangkit. Antara lain, PLTGU (Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap) Tanjung Priok, PLTGU Muara Karang, PLTGU Lombok Peaker, pembangkit tersebar PLTG/MG dan PLTD pulau terdepan, serta pembangkit tersebar PLTD. 

Masing-masing dana PMN yang dianggarkan untuk proyek pembangkit tersebut mencapai Rp1,5 triliun untuk PLTGU Tanjung Priok, Rp700 miliar (PLTGU Muara Karang), dan Rp200 miliar (PLTGU Lombok Peaker). Lalu, Rp6,58 triliun untuk pembangkit tersebar PLTG/MG dan PLTD pulau terdepan serta pembangkit tersebar PLTD dianggarkan Rp2 triliun.(vir/c15/fal/das)
KOMENTAR
Berita Update

Bawaslu Kaji Laporan Dugaan Jokowi Serang Pribadi Prabowo
Jumat, 21 Februari 2019 - 20:20 wib

Jaringan Penerbangan Intra Sumatera Perlu Dikembangkan
Jumat, 21 Februari 2019 - 20:14 wib

Selama Empat Tahun, ada 31 PNS Kemenhub yang Dipecat
Jumat, 21 Februari 2019 - 20:08 wib
HAMMOCK CAMP BULUHCINA DIMULAI HARI INI
Puluhan Pengunjung Bakal Bermalam di Hammock
Jumat, 21 Februari 2019 - 16:00 wib
Alamaaak!
Lupa Sein Motor
Jumat, 21 Februari 2019 - 15:46 wib

Kabut Asap, Siswa SD di Liburkan
Jumat, 21 Februari 2019 - 15:35 wib

Gubri Berharap Jokowi 2 Periode, Nih Respons Elite PKS
Jumat, 21 Februari 2019 - 14:20 wib
Cari Berita
Ekonomi-Bisnis Terbaru
Decal Branding Xpander di Badan Garuda

Kamis, 21 Februari 2019 - 13:25 WIB

PLN Beri Diskon Tambah Daya

Kamis, 21 Februari 2019 - 12:34 WIB

Ketua Bhayangkari  Daerah Riau Kunker ke Mapolres Rohil

Rabu, 20 Februari 2019 - 10:46 WIB

Pelindo-Pertamina Perkuat Distribusi Energi

Selasa, 19 Februari 2019 - 14:48 WIB

Tarif Naik, Kargo Udara Lesu

Selasa, 19 Februari 2019 - 12:44 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini