Lotte Group Tunda Rencana Investasi 3,5 M Dolar AS
Rabu, 12 September 2018 - 18:11 WIB > Dibaca 554 kali Print | Komentar
Berita Terkait



JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Perusahaan raksasa asal Korea Selatan Lotte Group menunda rencana investasi unit usaha kimianya yaitu Lotte Chemical senilai 4 triliun won atau segera 3,5 miliar dolar AS di Indonesia.

Mengutip laman laman koreatimes.co.kr, Vice Chairman Lotte, Hwang Kag-gyu menjelaskan, alasan penundaan investasinya di Indonesia lantaran Shin Dong-bin, orang nomor satu di konglomerasi tersebut, tengah ditahan otoritas Korsel terkait kasus suap.

Menurutnya, pembangunan komplek petrokimia di Indonesia tak bisa dilakukan sampai Shin melakukan kunjungan langsung ke lokasi setelah dibebaskan.

“Terkait dengan masalah internal, banyak dari bisnis kami, termasuk yang di Indonesia, ditunda,” tegas Hwang, seperti diberitakan, Selasa (11/9).

Lotte Chemical rencananya akan membangun komplek pabrik petrokimia raksasa setelah membeli lahan Krakatau Steel di Cilegon tahun lalu. Namun, rencana itu tertunda sejak Shin ditahan karena tuduhan memberi suap kepada Presiden yang berkuasa saat itu, Park Geun-hye, yang kini sudah dipenjara.

Namun, pernyataan Hwang bertolak belakang dengan yang disampaikan saat manajemen Lotte bertemu dengan Presiden Jokow Widodo pagi kemarin. Dalam pertemuan itu, Hwang dan para eksekutif Lotte mendiskusikan kerjasama saling menguntungkan. Dalam pertemuan itu, CEO Lotte Chemical CEO Kim Gyo-hyun, juga hadir.

“Kami terus mendorong kerjasama dengan Indonesia dengan investasi di sektor infrastruktur, budaya, dan startup. Saya meminta pemerintah Indonesia untuk memberi perhatian dan mendukung kami,” ujar Hwang kepada Presiden Jokowi, kutip koreatimes.co.kr.

Sebagai informasi, sejak membuka Lotte Mart pertama di Indonesia pada 2008, Lotte telah mengoperasikan 11 usaha afiliasi, termasuk Lotte Department Store, Lotte Chemical, dan Lotte GRS di Indonesia, dengan mempekerjakan 9.000 orang.

Namun, kini, Lotte agaknya tak akan menambah investasi di Indonesia sementara waktu, karena tak ada pengambil keputusan, Shin, yang juga mengetuai sektor bisnis di Korea Indonesia Partnership Council.

Hwang berharap pengadilan akan membuat keputusan bijak pada sidang banding bulan depan dalam perkara Shin.(mys/jpg)
KOMENTAR
Berita Update

Lagi Berenang, Bocah Tewas Diterkam Buaya
Jumat, 15 November 2018 - 17:59 wib

3 Pemain Timnas Dapat Tawaran dari Klub Luar Negeri
Jumat, 15 November 2018 - 17:00 wib

BPN Komit Realisasikan Program PTSL 2018
Jumat, 15 November 2018 - 16:15 wib

Pembangunan RSUD Indrasari Terlambat
Jumat, 15 November 2018 - 15:45 wib
1,037 Gram Sabu dan 4,845 Pil Ekstasi
BNNK Ringkus Pengedar Antar Provinsi
Jumat, 15 November 2018 - 15:30 wib

Pertamina Jamin Pasokan BBM di Riau Cukup
Jumat, 15 November 2018 - 15:15 wib

Bulog Tawarkan Beras Berkualitas dan Murah
Jumat, 15 November 2018 - 15:01 wib
Cari Berita
Ekonomi-Bisnis Terbaru
Telkomsel Hadirkan Kerja Sama Non-Tunai dengan Adhya Tirta Batam
Pertamina Jamin Pasokan BBM di Riau Cukup

Kamis, 15 November 2018 - 15:15 WIB

Tropicana Slim Ajak Ikuti Senam Sehat di CFD

Kamis, 15 November 2018 - 12:23 WIB

Daihatsu Jelajah Hangatnya Minyak Kayu Putih dan Pantai Jikumerasa
Koleksi dari Paris, Boutique Si.Se.Sa Dibuka di Kota Pekanbaru
Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini