Meski Rupiah Melemah, Penerimaan Negara Naik
Rabu, 12 September 2018 - 20:50 WIB > Dibaca 317 kali Print | Komentar
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Per Agustus, penerimaan negara mencapai Rp 1.152,7 triliun. Angka tersebut mencakup 60,8 persen dari target penerimaan negara sebesar Rp 1.894,7 triliun tahun ini. Realisasi penerimaan negara pada Agustus 2018 menunjukkan kenaikan 18,4 persen bila dibandingkan dengan Agustus 2017.

Hal itu didorong pertumbuhan penerimaan perpajakan 16,5 persen serta kenaikan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sebesar 23,4 persen.

Pada Agustus tahun lalu, pertumbuhan penerimaan dari sektor perpajakan hanya 9,5 persen. Sedangkan pertumbuhan PNBP 22 persen. ”Ini pertumbuhan yang tinggi,” kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati saat rapat kerja pembahasan asumsi dasar rancangan anggaran pendapatan dan belanja (RAPBN) 2019 Senin (10/9). Menurut dia, capaian penerimaan negara kali ini sangat baik.

Sebab, harga komoditas yang menjadi sumber ekspor Indonesia juga sudah mulai recovery. Selain itu, basis data perpajakan membaik dari tax amnesty sehingga penerimaan bisa ikut tumbuh.

Perempuan yang kerap disapa Ani itu juga menerangkan, setiap rupiah melemah Rp 100 per dolar AS (USD), penerimaan negara naik Rp 4,7 triliun.

Kenaikan penerimaan itu juga dipengaruhi harga komoditas. Meski penerimaan naik, belanja negara juga meningkat Rp 3,1 triliun karena rupiah yang melemah. Dari situ, terjadi selisih surplus Rp 1,6 triliun. Meski negara mendapat kenaikan penerimaan saat rupiah melemah, Ani menampik negara mendulang keuntungan.

”Mengelola anggaran negara itu bukan soal untung. Kalau APBN sehat itu karena kami menggunakan instrumen untuk menjaga ekonomi lebih baik. Artinya, kami tidak menggunakan untung atau rugi, karena ini sering dipelintir,” jelasnya.

Sebelumnya, Ketua Komisi XI DPR Melchias Markus Mekeng menanyakan penerimaan negara saat terjadi pelemahan rupiah. Dia ingin mendapatkan penjelasan dari pemerintah apakah fluktuasi nilai tukar memberikan keuntungan kepada negara.

Kira-kira sumber penerimaan negara kita dengan kurs yang bergejolak begini, berdampak pada penerimaan negara enggak? Intinya, apakah dengan kurs naik, pemerintah untung?” tanyanya. (rin/c10/oki)

Sumber: JPNN
KOMENTAR
Berita Update

Bupati Hadiri Rakornas APKP
Jumat, 21 September 2018 - 11:40 wib
Terima 278 Formasi CPNS

Terima 278 Formasi CPNS
Jumat, 21 September 2018 - 11:20 wib
Tim Yustisi Amankan 58 Warga Tanpa Identitas
Kota Dumai
Tim Yustisi Amankan 58 Warga Tanpa Identitas
Jumat, 21 September 2018 - 10:52 wib

UAS Jadi Perhatian Peneliti
Jumat, 21 September 2018 - 10:11 wib
Curi Besi Alat Berat, Dua Sekawan Dibekuk Polisi
Kerugian Mencapai Rp400 Juta
Curi Besi Alat Berat, Dua Sekawan Dibekuk Polisi
Jumat, 21 September 2018 - 10:05 wib
Pemasok Sabu ke Oknum Satpol PP Ditangkap

Pemasok Sabu ke Oknum Satpol PP Ditangkap
Jumat, 21 September 2018 - 09:51 wib

Banyak WP Menunggak Pajak
Jumat, 21 September 2018 - 09:28 wib

Unri Teliti Laju Sedimentasi Kolam Patin
Jumat, 21 September 2018 - 09:26 wib

BPJS TK Beri Penghargaan pada Tiga Perusahaan Terbaik
Jumat, 20 September 2018 - 20:34 wib

Olahraga Bangun Peradaban Positif
Jumat, 20 September 2018 - 19:00 wib
Cari Berita
Nasional Terbaru
TGB Blak-blakan Bicara Tudingan Gratifikasi

Kamis, 20 September 2018 - 18:43 WIB

Pamflet Undangan Diskusi Divestasi Newmont itu Hoax

Kamis, 20 September 2018 - 14:11 WIB

BPJS Kesehatan Laporkan Pengkritik

Rabu, 19 September 2018 - 15:48 WIB

TP PKK Bengkalis Wakili Riau ke Tingkat Nasional

Rabu, 19 September 2018 - 12:00 WIB

Tiap Anggota Dewan Terima Rp200 Juta

Selasa, 18 September 2018 - 10:36 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us