Wonderful Indonesia
Depan >> Berita >> Hukum >>
49.714 Honorer K1 Jadi CPNS
Rabu, 28 November 2012 - 09:26 WIB > Dibaca 1374 kali Print | Komentar
JAKARTA (RP) - Sebanyak 49.714 honorer kategori satu (K1) dinyatakan clear oleh tim quality assurance (QA).

Ditargetkan, awal Desember mendatang, pemerintah pusat akan mulai memproses penerbitan nomor induk pegawai (NIP), sehingga akhir tahun ini status mereka sudah menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil CPNS).

‘’Sampai 26 November ada 49.714 honorer K1 yang memenuhi kriteria. Mereka sudah diverifikasi dan diperiksa tim QA BPKP. Hasilnya, sudah saya terima dan sedang kami proses untuk penetapan formasi,’’ kata Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Men PAN-RB) Azwar Abubakar dalam rapat kerja Komisi II DPR RI di Senayan, Selasa (27/11).

Badan Kepegawaian Negara (BKN), lanjutnya, harus tetap menunggu formasi sebagai dasar untuk penerbitan NIP. Karena itu, Kemen PAN-RB menargetkan penetapan formasi dilaksanakan dalam waktu dekat ini agar proses pemberkasan NIP bisa dimulai awal bulan depan.

‘’Target kita tidak akan bergeser tahun ini. Apalagi ini perintah PP Nonor: 56/2012, di mana pengangkatan CPNS dari honorer K1 harus tuntas tahun ini,” ujarnya.

Senada dengan Azwar, Kepala BKN Eko Sutrisno menyatakan optimis, akhir Desember seluruh honorer K1 yang sudah tuntas akan mendapatkan NIP. Termasuk 21 ribu honorer yang masih dalam QA.

‘’Hasil QA sudah sekitar 98 persen masuk ke BKN dan telah diserahkan ke Men PAN-RB untuk penetapan formasi. Tapi saya jamin, 49.714 honorer K1 dari 489 instansi akan diproses NIP-nya bulan depan dan seluruhnya tuntas akhir Desember. Selain itu untuk pemberkasan NIP, CPNS tidak perlu berbondong-bondong ke BKN pusat, cukup datang ke Kantor Regional BKN di wilayah masing-masing saja,’’ terangnya.

Sementara untuk Pemerintah Provinsi Riau, dari 152 honorer K1 yang diajukan untuk menjadi CPNS, hanya 25 orang yang lulus verifikasi.

CPNS 2013 Belum Pasti
Sementara itu, ada kabar bagi peminat kursi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang sudah ancang-ancang ikut seleksi jalur umum pada 2013 mendatang.

Pasalnya, rencana seleksi CPNS dari pelamar umum untuk 2013 masih belum pasti. Ketidakpastian ini menyusul belum adanya lampu hijau dari Wakil Presiden Boediono untuk membuka kembali seleksi CPNS.

‘’Memang masa moratorium penerimaan CPNS berakhir 31 Desember 2012. Tapi untuk penerimaan tahun depan belum pasti karena belum ada petunjuk lanjut dari Wapres,’’ kata Men PAN-RB Azwar Abubakar.

Pernyataan Men PAN-RB ini berbeda dengan sebelumnya. Dimana beberapa pekan lalu, Men PAN-RB telah menyatakan pemerintah akan menyiapkan kuota 60 ribu untuk pelamar umum.

Hal ini sejalan dengan akan dibukanya kembali keran penerimaan CPNS mulai 1 Januari 2013.

Selain itu, seluruh instansi baik pusat dan daerah yang ingin melaksanakan penerimaan CPNS juga sudah diinstruksikan sudah harus mengajukan usulan keperluan lengkap dengan analisis jabatan (Anjab) maupun analisis beban kerja (ABK).

Ternyata, terungkap di gedung DPR, Selasa (27/110, rencana tersebut dimentahkan pemerintah lagi. Ini lantaran Wapres mengisyaratkan belum akan ada penambahan pegawai lantaran jumlah PNS di Indonesia terlalu banyak sehingga menyita banyak dana APBN.

‘’Saya belum tahu apakah tahun depan masih ada penerimaan CPNS dari pelamar umum atau tidak, karena masih akan dibahas lagi. Yang untuk honorer kategori dua saja (K2) masih belum jelas dananya sebab Menkeu tidak menganggarkannya,’’ ujarnya.

Hanya saja, Azwar menegaskan akan berupaya seleksi CPNS untuk honorer K2 tetap dilaksanakan tahun depan. ‘’Soal dana biar saya yang pikirkan, entah mau ambil dari mana yang penting honorer K2, tahun depan harus dites,’’ sergahnya.

Sementara itu Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Eko Sutrisno membenarkan, bahwa belum ada kepastian dibuka atau tidak penerimaan CPNS untuk pelamar umum tahun depan. Pemerintah masih terus melakukan koordinasi dengan Wapres.

‘’Kalaupun dibuka, dibukanya terbatas. Artinya penerimaan pegawai hanya untuk keperluan mendesak dan kategori tertentu saja. Tapi sekali lagi ini hanya prediksi ya, karena yang menentukan ada penerimaan atau tidak adalah Wapres,’’ tegasnya.(esy/ila)
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
BEROPERASI BEBERARA HARI LAGI
Sistem Anti-Rudal AS Siap Bentengi Korsel
Kamis, 27 April 2017 - 12:51 wib
NUKLIR KORUT BIDIK KOTA-KOTA AMERIKA
AS: Berunding Oke, Perang pun Siap
Kamis, 27 April 2017 - 12:47 wib
United Nation World Tourism Organization
Sekjen UNWTO Taleb Rifai Kagumi Cara Menpar Arief Yahya Mendigitalisasi Industri
Kamis, 27 April 2017 - 12:21 wib
Wonderful Indonesia
Homestay Danau Toba, Tanjung Lesung dan Bromo-Semeru-Tengger Segera Naik Kelas
Kamis, 27 April 2017 - 12:08 wib
10 destinasi prioritas
Kemenpar Dorong Pentahelix Garap Potensi Wisata Budaya
Kamis, 27 April 2017 - 11:53 wib
Terkait Tuntutan Ringan Ahok
Jaksa Agung Dinilai Pengaruhi JPU
Kamis, 27 April 2017 - 11:45 wib
NASIONAL
Kemenag Berlakukan Pengaturan Tarif Umrah
Kamis, 27 April 2017 - 11:44 wib
NASIONAL
Animo dan Kuota SNM PTN Turun
Kamis, 27 April 2017 - 11:40 wib
Wonderful Indonesia
Pati Sukses Sulap TPA Jadi Destinasi Wisata
Kamis, 27 April 2017 - 11:39 wib
NASIONAL
Reshuffle Pengaruhi Elektabilitas Jokowi
Kamis, 27 April 2017 - 11:36 wib
Cari Berita
Hukum Terbaru
Penjelasan Wakapolri Terkait Pengungkapan Kasus Novel Baswedan
Soal Proyek Satelit Monitoring, Kepala Bakamla Bantah Minta Fee
Polisi Ungkap Perkembangan Terbaru Kasus Novel Baswedan
Akui Kenal, Kepala Bakamla Sempat Kunjungi Rumah Fahmi
Jokowi soal Kasus BLBI: Bedakan Kebijakan dan Pelaksanaan
sumatranet
Ranggi Riau Pos
loading...
Follow Us