Penjurusan SMA Dimulai Kelas X
02 Desember 2012 - 06:09 WIB > Dibaca 1346 kali Print | Komentar
JAKARTA (RP) - Penerapan kurikulum 2013 bakal berdampak signifikan pada sistem pembelajaran pada jenjang SMA. Berdasar uji  publik yang telah tuntas dilaksanakan di Jakarta, Sabtu (1/12), diperoleh gambaran bahwa penjurusan jenjang SMA lebih baik dimulai sejak kelas X (kelas I). Dengan demikian, siswa bisa lebih mendalami bidang keilmuan yang diminatinya sejak dini.

Direktur Pembinaan SMA Ditjen Pendidikan Menengah (Dikmen) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Harris Iskandar mengatakan, hasil uji publik di Jakarta ini memang belum final. Karena masih ada uji publik di kota lain. "Tetapi memang mengarah ke situ (penjurusan sejak kelas X SMA, Red)," ujarnya.

Harris mengatakan, setiap calon siswa SMA sudah menentukan jurusan yang diminati ketika mendaftar, apakah memilih jurusan IPA, IPS, atau bahasa. Dengan sistem ini, guru bimbingan dan konseling (BK) di jenjang SMP memegang peran kunci. Sebab mereka akan membantu mengarahkan para siswa yang akan masuk SMA untuk menentukan pilihan yang tepat.

Pihak SMA yang menjadi tujuan siswa baru, berhak mempertimbangkan minat yang diajukan pendaftar. Di antaranya melihat hasil ujian nasional (unas). Jika dalam unas tersebut nilai IPA rendah tetapi yang bersangkutan ingin masuk jurusan IPA, bisa saja ditolak.

Menurut Harris, penjurusan sejak kelas X ini penting. Sebab dia merasa sistem penjurusan saat ini yang dimulai sejak kelas XI dinilai tidak efektif. "Para siswa tahunya kurang mendalam," tandasnya.
 
Dengan penjurusan dimulai sejak kelas X, dia berharap siswa lebih fokus pada jurusan yang dia minati. Selain itu, siswa juga tidak terbebani dengan banyak pelajaran yang tidak sesuai dengan minatnya.

Meski penjurusan ini dimulai sejak kelas X, tetapi tetap ada sejumlah pelajaran wajib di setiap jurusan. Seperti PPKn, bahasa Indonesia, dan pendidikan agama.

Selain itu, mata pelajaran matematika juga ada di semua jurusan, tetapi tingkat kedalamannya berbeda-beda. Misalnya matematika di jurusan IPA akan lebih dalam dibandingkan dengan matematika di jurusan IPS.

"Bagaimanapun matematika itu mapel dasar. Tetapi tingkatnya berbeda," tandasnya.

Harris juga mengatakan, setelah siswa menetapkan jurusan, mereka tetap diberi keleluasaan untuk memilih mata pelajaran lintas jurusan. Tetapi tidak banyak-banyak. Misalnya, siswa yang masuk jurusan IPA, tetap bisa memilih sejumlah mata pelajaran di dalam rumpun jurusan IPS. Begitu pula sebaliknya.

Namun, sistem penjurusan baru ini masih menyisakan satu persoalan yang belum ditemukan solusinya. Yaitu ketika ada satu sekolah yang salah satu jurusannya sepi peminat. Fenomena ini tidak mustahil terjadi.

"Memang benar minat itu hak siswa. Terlebih mereka akan mempertimbangkan dengan potensi lapangan kerja," katanya.

Diprediksi, peminat jurusan IPA akan lebih mendominasi. Dengan kondisi ini, jumlah siswa jurusan IPS maupun bahasa akan sedikit. Kondisi ini akan berdampak pada efektifitas pembelajaran. Selain itu, para guru mata pelajaran di luar rumpun jurusan IPA juga akan mengampu siswa sedikit.

Harris mengatakan, pihaknya akan terus mencari solusi untuk menyiasati persoalan itu. Dia berharap sebelum kurikulum ini benar-benar diterapkan pada tahun ajaran 2013-2014, sudah ada solusi tepat. (wan/nw)
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
Hidup Lebih Lama karena Pintar
Hidup Lebih Lama karena Pintar
Rabu, 24 Agustus 2016 - 15:20 wib
70.000 Orang Dilarang Memasuki Makkah
Rabu, 24 Agustus 2016 - 15:17 wib
SOPD Harus Segera Dijadikan Perda
SOPD Harus Segera Dijadikan Perda
Rabu, 24 Agustus 2016 - 15:15 wib
Korut Pasang Ranjau di Zona Bebas Militer
Rabu, 24 Agustus 2016 - 15:13 wib
Mutiara Seberat 34 Kg Ditemukan di Filipina
Rabu, 24 Agustus 2016 - 15:10 wib
Main Kampak dan Tembak di AS, Lima Tewas
Rabu, 24 Agustus 2016 - 15:08 wib
Banjir India Tewaskan 300 Orang
Rabu, 24 Agustus 2016 - 15:07 wib
Cari Berita
Internasional Terbaru
70.000 Orang Dilarang Memasuki Makkah

Rabu, 24 Agustus 2016 - 15:17 WIB

Korut Pasang Ranjau di Zona Bebas Militer

Rabu, 24 Agustus 2016 - 15:13 WIB

 Bayi Usia Empat Hari Diletak di Dalam Kulkas, ya Tewas!

Rabu, 24 Agustus 2016 - 15:11 WIB

Mutiara Seberat 34 Kg Ditemukan di Filipina

Rabu, 24 Agustus 2016 - 15:10 WIB

Main Kampak dan Tembak di AS, Lima Tewas

Rabu, 24 Agustus 2016 - 15:08 WIB

sumatranet
Ranggi Riau Pos
Follow Us