Wonderful Indonesia
Penjurusan SMA Dimulai Kelas X
Minggu, 02 Desember 2012 - 06:09 WIB > Dibaca 1392 kali Print | Komentar
Berita Terkait

STIKes-STMIK Hang Tuah Terus Tingkatkan SDM dan Kurikulum



JAKARTA (RP) - Penerapan kurikulum 2013 bakal berdampak signifikan pada sistem pembelajaran pada jenjang SMA. Berdasar uji  publik yang telah tuntas dilaksanakan di Jakarta, Sabtu (1/12), diperoleh gambaran bahwa penjurusan jenjang SMA lebih baik dimulai sejak kelas X (kelas I). Dengan demikian, siswa bisa lebih mendalami bidang keilmuan yang diminatinya sejak dini.

Direktur Pembinaan SMA Ditjen Pendidikan Menengah (Dikmen) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Harris Iskandar mengatakan, hasil uji publik di Jakarta ini memang belum final. Karena masih ada uji publik di kota lain. "Tetapi memang mengarah ke situ (penjurusan sejak kelas X SMA, Red)," ujarnya.

Harris mengatakan, setiap calon siswa SMA sudah menentukan jurusan yang diminati ketika mendaftar, apakah memilih jurusan IPA, IPS, atau bahasa. Dengan sistem ini, guru bimbingan dan konseling (BK) di jenjang SMP memegang peran kunci. Sebab mereka akan membantu mengarahkan para siswa yang akan masuk SMA untuk menentukan pilihan yang tepat.

Pihak SMA yang menjadi tujuan siswa baru, berhak mempertimbangkan minat yang diajukan pendaftar. Di antaranya melihat hasil ujian nasional (unas). Jika dalam unas tersebut nilai IPA rendah tetapi yang bersangkutan ingin masuk jurusan IPA, bisa saja ditolak.

Menurut Harris, penjurusan sejak kelas X ini penting. Sebab dia merasa sistem penjurusan saat ini yang dimulai sejak kelas XI dinilai tidak efektif. "Para siswa tahunya kurang mendalam," tandasnya.
 
Dengan penjurusan dimulai sejak kelas X, dia berharap siswa lebih fokus pada jurusan yang dia minati. Selain itu, siswa juga tidak terbebani dengan banyak pelajaran yang tidak sesuai dengan minatnya.

Meski penjurusan ini dimulai sejak kelas X, tetapi tetap ada sejumlah pelajaran wajib di setiap jurusan. Seperti PPKn, bahasa Indonesia, dan pendidikan agama.

Selain itu, mata pelajaran matematika juga ada di semua jurusan, tetapi tingkat kedalamannya berbeda-beda. Misalnya matematika di jurusan IPA akan lebih dalam dibandingkan dengan matematika di jurusan IPS.

"Bagaimanapun matematika itu mapel dasar. Tetapi tingkatnya berbeda," tandasnya.

Harris juga mengatakan, setelah siswa menetapkan jurusan, mereka tetap diberi keleluasaan untuk memilih mata pelajaran lintas jurusan. Tetapi tidak banyak-banyak. Misalnya, siswa yang masuk jurusan IPA, tetap bisa memilih sejumlah mata pelajaran di dalam rumpun jurusan IPS. Begitu pula sebaliknya.

Namun, sistem penjurusan baru ini masih menyisakan satu persoalan yang belum ditemukan solusinya. Yaitu ketika ada satu sekolah yang salah satu jurusannya sepi peminat. Fenomena ini tidak mustahil terjadi.

"Memang benar minat itu hak siswa. Terlebih mereka akan mempertimbangkan dengan potensi lapangan kerja," katanya.

Diprediksi, peminat jurusan IPA akan lebih mendominasi. Dengan kondisi ini, jumlah siswa jurusan IPS maupun bahasa akan sedikit. Kondisi ini akan berdampak pada efektifitas pembelajaran. Selain itu, para guru mata pelajaran di luar rumpun jurusan IPA juga akan mengampu siswa sedikit.

Harris mengatakan, pihaknya akan terus mencari solusi untuk menyiasati persoalan itu. Dia berharap sebelum kurikulum ini benar-benar diterapkan pada tahun ajaran 2013-2014, sudah ada solusi tepat. (wan/nw)
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
DIANGGAP BERBANDING TERBALIK
Pernyataan Pratikno soal Pertemuan Jokowi dan GNPF MUI Tuai Sindiran
Kamis, 29 Juni 2017 - 19:14 wib
TERKAIT PANSUS ANGKET
Bakal Diaudit Investigatif BPK, KPK Tak Khawatir
Kamis, 29 Juni 2017 - 19:07 wib
HINDARI ADANYA PENUMPUKAN KENDARAAN
Pemerintah Harus Rekayasa Lalu Lintas untuk Cegah Kemacetan Arus Balik
Kamis, 29 Juni 2017 - 19:04 wib
BURSA TRANSFER
Ramirez ke Madrid? Ini Kata sang Presiden...
Kamis, 29 Juni 2017 - 18:50 wib
BERSETERU DENGAN LEWIS HAMILTON
Vettel Terancam Dihukum akibat Insiden di GP Azerbaijan
Kamis, 29 Juni 2017 - 18:44 wib
SEBAGAIMANA KODE ETIK
Kasus dr Stefanus, IDI Imbau Dokter Jaga Kesehatan Pribadi
Kamis, 29 Juni 2017 - 18:31 wib
TERKAIT PT 20 PERSEN
Nasdem: Usul Pemerintah di RUU Pemilu Harus Disetujui Fraksi Pendukung Jokowi
Kamis, 29 Juni 2017 - 18:27 wib
DITEMUKAN BENDERA ISIS DI RUMAHNYA
Pernah ke Suriah, Jaringan Peneror Polda Sumut Terus Didalami Polisi
Kamis, 29 Juni 2017 - 18:23 wib
BURSA TRANSFER
Saul: Barcelona? Rumah Saya di Atletico...
Kamis, 29 Juni 2017 - 18:05 wib
BURSA TRANSFER
Deulofeu, Alternatif Pengganti Salah
Kamis, 29 Juni 2017 - 17:52 wib
Cari Berita
Internasional Terbaru
Google Didenda Rp36,3 Triliun akibat Laman Ritel

Kamis, 29 Juni 2017 - 16:06 WIB

Teror Gagal, Bom Meledak Tak Jauh dari Masjidil Haram
Jutaan Jamaah Ikuti Salat Jumat Akhir Ramadan

Sabtu, 24 Juni 2017 - 10:10 WIB

Jet Tempur Rusia Dekati Pengintai AS di Baltik

Rabu, 21 Juni 2017 - 14:19 WIB

  AS Kirim Dua Pembom Supersonik ke Korea

Rabu, 21 Juni 2017 - 14:17 WIB

sumatranet
Ranggi Riau Pos
loading...
Follow Us