Mahasiswa Pekanbaru di Bandung Digusur dari Asrama

1 Januari 2013 - 07.30 WIB > Dibaca 1430 kali Print | Komentar
PEKANBARU (RP) — Asrama mahasiswa Pekanbaru yang terletak di Jalan Taman Sari bawah, Bandung sudah dikosongkan sejak tanggal 30 Desember 2012.

Ketua Gaharu (sebutan mahasiswa Pekanbaru di Bandung) Rizki Kurniawan mengatakan, asrama berlantai dua ini telah berdiri sejak kepemimpinan Wali Kota Herman Abdullah.

Namun karena tidak adanya bantuan dana dari Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru yang seperti biasanya membantu sejak dua tahun terakhir, para mahasiswa harus angkat kaki.

Harga sewa asrama mahasiswa Pekanbaru sebelum digusur Rp35 juta per tahun dengan spesifikasi tujuh kamar yang dihuni oleh sepuluh mahasiswa.

Sebelumnya Pemko memberikan bantuan Rp40 juta pertahun, namun sejak kepemimpinan wali kota baru ini bantuan ini terputus.   

‘’Sejak kepemimpinan Wali Kota Pekanbaru Herman Abdullah, asrama ini selalu dibantu untuk biaya sewanya. Tapi sekrang tidak lagi, Jadi kita semua harus angkat kaki dari sini,’’ ungkap Rizki, mahasiswa aktif ITT Telkom Bandung.

Rizki Kurniawan dan kawan-kawan sangat kecewa dengan penggusuran ini dan menilai wali kota tidak lagi memperhatikan perkembangan mahasiswa Pekanbaru di Bandung.

‘’Mayoritas yang kuliah di Bandung itu kelas menengah ke bawah, ditambah lagi asrama ini juga diperuntukkan bagi mahasiswa sebagai sekretariat mahasiswa Kota Pekanbaru. Kalau tidak ada asrama, saya selaku Ketua Mahasiswa Pekanbaru Bandung sedih, teman-teman yang biayanya pas-pasan mau tinggal di mana?’’ cerita Rizki lewat telepon genggamnya.

Namun Gaharu tetap optimis dapat menjalankan kesekretariatan meski tidak ada lagi ruangan yang memadai.

“Tongkat estafet perjuangan Gaharu akan tetap kami lanjutkan terus maju dan berlari, prestasi anak negri akan kami ukir di Bumi Parahyangan ini,” kata Rizki penuh semangat.

Rizki Kurniawan dan kawan-kawan berharap Wali Kota Pekanbaru H Firdaus MT dapat memperhatikan nasib Gaharu yang telah berdiri sejak 1989 ini.

Karena menurutnya, para mahasiswa Pekanbaru juga merupakan ujung tombak penerus pimpinan Kota Bertuah.  

‘’Pelanjut sumber daya manusia yang ada di Pekanbaru sebagian dari Bandung, tolong diperhatikan, agar Pekanbaru mempunyai SDM yang berwawasan,’’ ungkapnya.

Terkait dengan masalah tersebut, Wali Kota Pekanbaru H Firdaus ST MT mengaku baru mendapat kabar tersebut dari wawancara dengan Riau Pos.

Menurutnya, jika memang sudah dianggarkan hal tersebut tidak mungkin terjadi, dan kemungkinan besar pada penganggaran APBD 2012 memang tidak masuk.

Namun tidak hanya itu, tahun ini juga diakuinya belum ada laporan jika ada mahasiswa Pekanbaru di Bandung yang asramanya dibantu Pemko Pekanbaru.

‘’Saya tidak tahu, dan sampai saat ini belum ada mahasiswa dari Bandung yang menemui saya. Kemarin ada, tapi mereka mohon bantuan untuk kegiatan, bukan membayar asrama. Nanti saya kroscek lagi apakah ada atau tidak permohonan masuk. Yang jelas setahu saya tidak ada permohonan tersebut masuk,’’ terangnya.(h/eko)
KOMENTAR

Follow Us

Riau Pos Group
Support by: