Delapan Jam Dicecar Pertanyaan, Ketua DPRD Pessel tak Ditahan

26 Januari 2013 - 16.56 WIB > Dibaca 1197 kali Print | Komentar
Delapan Jam Dicecar Pertanyaan, Ketua DPRD Pessel tak Ditahan
Riau Pos Online — Ketua DPRD Pesisir Selatan, Mardinas N Syair memenuhi panggilan dari Unit Tipikor Polres Pessel untuk memberikan keterangan. Dia dicecar 75 pertanyaan atas dugaan korupsi perjalanan dinas fiktif selama tahun 2011 selama delapan jam.

Pemeriksaan dimulai pukul 10.00 dan berlangsung tertutup. Karena belum tuntas, pemeriksaan dilanjutkan Senin, 28 Januari mendatang. “Kedatangan Mardinas ini yang pertama sebagai tersangka. Mardinas belum ditahan karena kooperatif dan tidak dicurigai akan mempersulit atau melarikan diri. Namun, saat ini Mardinas dicekal ke luar negeri,” jelas Wakapolres Kompol Dwiharsono didampingi Kasat Reskrim AKP Andi Sentosa.

Ditegaskannya, ketua DPRD Pessel dijerat dalam kasus perjalanan dinas fiktif pada tahun 2011 (ralat: bukan 2009-2011, seperti yang diberitakan sebelumnya).

“Untuk mengetahui kerugian negara, kita masih menunggu audit resmi dari BPKP. Tapi dari hitungan sementara yang dilakukan oleh unit tipikor mencapai Rp 1,4 miliar,” jelasnya.

“Sejak kasus ini bergulir, pihak kepolisian melalui unit tipikor sudah memanggil 50 saksi. Dari keterangan saksi itu sudah didapatkan tiga orang tersangka. Selain Ketua DPRD Mardinas N Syair, Rahmat Realson (mantan sekwan) dan Afriyanti Belinda (mantan bendahara), sudah lebih dulu ditetapkan sebagai tersangka. Saat ini mendapat penangguhan penahananan atas jaminan pemkab,” terangnya.

Tersangka akan dijerat Pasal 2 jo Pasal 3 jo Pasal 9 jis 55 KUHP, UU No 31 Tahun 1999 dengan UU No 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan korupsi dengan ancaman hukuman 20 tahun.

Kuasa hukum tersangka, Khairus yang dihubungi terpisah mengatakan belum bisa memberikan keterangan. Sebab, pemeriksaan terhadap kliennya belum menjurus kepada pokok persoalan. “Pemeriksaan belum sampai ke intinya, jadi saya belum bisa memberikan keterangan apa pun,” kata Khairus saat dihubungi Padang Ekspres tadi malam.

Meskipun belum bisa memberikan keterangan, tapi kuasa hukum tersangka dari Kantor Pengacara Equator itu, berharap penyidik tidak menahan kliennya karena masih kooperatif. “Buktinya, klien saya menghadiri pemanggilan dirinya sebagai tersangka,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, dalam proses pemeriksaan, penyidik Polres Pessel menemukan barang bukti berupa 51 stempel palsu dari sejumlah provinsi, kabupaten/kota, dan DPRD di Indonesia. Stempel palsu itu ditemukan penyidik dalam salah satu ruangan di Sekretariat DPRD Pessel, Rabu (30/5-2012) lalu.

Awal Agustus 2012 lalu, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno menandatangani izin pemeriksaan terhadap 40 anggota DPRD Pessel termasuk Ketua DPRD Pessel Mardinas N Syair. Keluarnya izin ini memberikan jalan bagi penyidik untuk memeriksa ke-40 anggota DPRD Pessel tersebut. (rdi/yon/padek/rpg)

Berita Terkait
KOMENTAR
Riau Pos Group
Support by: