Wonderful Indonesia
Delapan Jam Dicecar Pertanyaan, Ketua DPRD Pessel tak Ditahan
Sabtu, 26 Januari 2013 - 16:56 WIB > Dibaca 344 kali Print | Komentar
Delapan Jam Dicecar Pertanyaan, Ketua DPRD Pessel tak Ditahan
Berita Terkait





Riau Pos Online — Ketua DPRD Pesisir Selatan, Mardinas N Syair memenuhi panggilan dari Unit Tipikor Polres Pessel untuk memberikan keterangan. Dia dicecar 75 pertanyaan atas dugaan korupsi perjalanan dinas fiktif selama tahun 2011 selama delapan jam.

Pemeriksaan dimulai pukul 10.00 dan berlangsung tertutup. Karena belum tuntas, pemeriksaan dilanjutkan Senin, 28 Januari mendatang. “Kedatangan Mardinas ini yang pertama sebagai tersangka. Mardinas belum ditahan karena kooperatif dan tidak dicurigai akan mempersulit atau melarikan diri. Namun, saat ini Mardinas dicekal ke luar negeri,” jelas Wakapolres Kompol Dwiharsono didampingi Kasat Reskrim AKP Andi Sentosa.

Ditegaskannya, ketua DPRD Pessel dijerat dalam kasus perjalanan dinas fiktif pada tahun 2011 (ralat: bukan 2009-2011, seperti yang diberitakan sebelumnya).

“Untuk mengetahui kerugian negara, kita masih menunggu audit resmi dari BPKP. Tapi dari hitungan sementara yang dilakukan oleh unit tipikor mencapai Rp 1,4 miliar,” jelasnya.

“Sejak kasus ini bergulir, pihak kepolisian melalui unit tipikor sudah memanggil 50 saksi. Dari keterangan saksi itu sudah didapatkan tiga orang tersangka. Selain Ketua DPRD Mardinas N Syair, Rahmat Realson (mantan sekwan) dan Afriyanti Belinda (mantan bendahara), sudah lebih dulu ditetapkan sebagai tersangka. Saat ini mendapat penangguhan penahananan atas jaminan pemkab,” terangnya.

Tersangka akan dijerat Pasal 2 jo Pasal 3 jo Pasal 9 jis 55 KUHP, UU No 31 Tahun 1999 dengan UU No 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan korupsi dengan ancaman hukuman 20 tahun.

Kuasa hukum tersangka, Khairus yang dihubungi terpisah mengatakan belum bisa memberikan keterangan. Sebab, pemeriksaan terhadap kliennya belum menjurus kepada pokok persoalan. “Pemeriksaan belum sampai ke intinya, jadi saya belum bisa memberikan keterangan apa pun,” kata Khairus saat dihubungi Padang Ekspres tadi malam.

Meskipun belum bisa memberikan keterangan, tapi kuasa hukum tersangka dari Kantor Pengacara Equator itu, berharap penyidik tidak menahan kliennya karena masih kooperatif. “Buktinya, klien saya menghadiri pemanggilan dirinya sebagai tersangka,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, dalam proses pemeriksaan, penyidik Polres Pessel menemukan barang bukti berupa 51 stempel palsu dari sejumlah provinsi, kabupaten/kota, dan DPRD di Indonesia. Stempel palsu itu ditemukan penyidik dalam salah satu ruangan di Sekretariat DPRD Pessel, Rabu (30/5-2012) lalu.

Awal Agustus 2012 lalu, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno menandatangani izin pemeriksaan terhadap 40 anggota DPRD Pessel termasuk Ketua DPRD Pessel Mardinas N Syair. Keluarnya izin ini memberikan jalan bagi penyidik untuk memeriksa ke-40 anggota DPRD Pessel tersebut. (rdi/yon/padek/rpg)

Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
WAKILI ASPIRASI WARGA
Usul Bentuk Fraksi di DPR, MUI Klaim Tak Berpolitik
Kamis, 26 April 2017 - 20:41 wib
TERUS DIGESA, TERJUNKAN TIM KHUSUS
Penjelasan Wakapolri Terkait Pengungkapan Kasus Novel Baswedan
Kamis, 26 April 2017 - 20:32 wib
BERBEDA DENGAN KESAKSIAN ANAK BUAH
Soal Proyek Satelit Monitoring, Kepala Bakamla Bantah Minta Fee
Kamis, 26 April 2017 - 20:25 wib
TERKAIT PENYIRAMAN AIR KERAS
Polisi Ungkap Perkembangan Terbaru Kasus Novel Baswedan
Kamis, 26 April 2017 - 20:19 wib
KASUS SATELIT MONITORING
Akui Kenal, Kepala Bakamla Sempat Kunjungi Rumah Fahmi
Kamis, 26 April 2017 - 20:15 wib
PERNAH DIGUNAKAN SAAT TETAPKAN CALON KAPOLRI
Fahri: Usulan Hak Angket Bukan karena Kasus e-KTP
Kamis, 26 April 2017 - 20:05 wib
PILGUB DKI 2017
Anies Kenang Risma saat Syukuran Kemenangan
Kamis, 26 April 2017 - 20:01 wib
TERUS BERDATANGAN SEJAK KEMARIN
Kebanjiran Karangan Bunga, Ahok: Saya Foto Aja
Kamis, 26 April 2017 - 19:56 wib
LEWAT JALUR LAUT
Polisi Ungkap Modus Baru Penyelundupan Narkoba dari Cina
Kamis, 26 April 2017 - 19:47 wib
TERKAIT INPRES ERA MEGAWATI
Jokowi soal Kasus BLBI: Bedakan Kebijakan dan Pelaksanaan
Kamis, 26 April 2017 - 19:41 wib
Cari Berita
Nasional Terbaru
Usul Bentuk Fraksi di DPR, MUI Klaim Tak Berpolitik
Kembali Mangkir, Polisi Akan Jemput Paksa Habib Rizieq Cs
Kebanjiran Karangan Bunga, Ahok: Saya Foto Aja

Rabu, 26 April 2017 - 19:56 WIB

Beberapa Kriteria Pelanggaran PNS yang Berdampak Pemecatan
Lagi, Kapal Vitenam Curi Ikan di Perairan Indonesia
sumatranet
Ranggi Riau Pos
loading...
Follow Us
Populer hari ini