Delapan Jam Dicecar Pertanyaan, Ketua DPRD Pessel tak Ditahan
26 Januari 2013 - 16:56 WIB > Dibaca 319 kali Print | Komentar
Delapan Jam Dicecar Pertanyaan, Ketua DPRD Pessel tak Ditahan
Berita Terkait





Riau Pos Online — Ketua DPRD Pesisir Selatan, Mardinas N Syair memenuhi panggilan dari Unit Tipikor Polres Pessel untuk memberikan keterangan. Dia dicecar 75 pertanyaan atas dugaan korupsi perjalanan dinas fiktif selama tahun 2011 selama delapan jam.

Pemeriksaan dimulai pukul 10.00 dan berlangsung tertutup. Karena belum tuntas, pemeriksaan dilanjutkan Senin, 28 Januari mendatang. “Kedatangan Mardinas ini yang pertama sebagai tersangka. Mardinas belum ditahan karena kooperatif dan tidak dicurigai akan mempersulit atau melarikan diri. Namun, saat ini Mardinas dicekal ke luar negeri,” jelas Wakapolres Kompol Dwiharsono didampingi Kasat Reskrim AKP Andi Sentosa.

Ditegaskannya, ketua DPRD Pessel dijerat dalam kasus perjalanan dinas fiktif pada tahun 2011 (ralat: bukan 2009-2011, seperti yang diberitakan sebelumnya).

“Untuk mengetahui kerugian negara, kita masih menunggu audit resmi dari BPKP. Tapi dari hitungan sementara yang dilakukan oleh unit tipikor mencapai Rp 1,4 miliar,” jelasnya.

“Sejak kasus ini bergulir, pihak kepolisian melalui unit tipikor sudah memanggil 50 saksi. Dari keterangan saksi itu sudah didapatkan tiga orang tersangka. Selain Ketua DPRD Mardinas N Syair, Rahmat Realson (mantan sekwan) dan Afriyanti Belinda (mantan bendahara), sudah lebih dulu ditetapkan sebagai tersangka. Saat ini mendapat penangguhan penahananan atas jaminan pemkab,” terangnya.

Tersangka akan dijerat Pasal 2 jo Pasal 3 jo Pasal 9 jis 55 KUHP, UU No 31 Tahun 1999 dengan UU No 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan korupsi dengan ancaman hukuman 20 tahun.

Kuasa hukum tersangka, Khairus yang dihubungi terpisah mengatakan belum bisa memberikan keterangan. Sebab, pemeriksaan terhadap kliennya belum menjurus kepada pokok persoalan. “Pemeriksaan belum sampai ke intinya, jadi saya belum bisa memberikan keterangan apa pun,” kata Khairus saat dihubungi Padang Ekspres tadi malam.

Meskipun belum bisa memberikan keterangan, tapi kuasa hukum tersangka dari Kantor Pengacara Equator itu, berharap penyidik tidak menahan kliennya karena masih kooperatif. “Buktinya, klien saya menghadiri pemanggilan dirinya sebagai tersangka,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, dalam proses pemeriksaan, penyidik Polres Pessel menemukan barang bukti berupa 51 stempel palsu dari sejumlah provinsi, kabupaten/kota, dan DPRD di Indonesia. Stempel palsu itu ditemukan penyidik dalam salah satu ruangan di Sekretariat DPRD Pessel, Rabu (30/5-2012) lalu.

Awal Agustus 2012 lalu, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno menandatangani izin pemeriksaan terhadap 40 anggota DPRD Pessel termasuk Ketua DPRD Pessel Mardinas N Syair. Keluarnya izin ini memberikan jalan bagi penyidik untuk memeriksa ke-40 anggota DPRD Pessel tersebut. (rdi/yon/padek/rpg)

Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
DATANG BERSAMA KETUA KOMISI III
Ikut Temui Massa Aksi 212, Kader PDI P Ini Diteriaki Hampir 20 Menit
Rabu, 21 Februari 2017 - 19:59 wib
KASUS DUGAAN PENISTAAN AGAMA
Bantah Pernyataan Ahok, Yunahar: Tak Ada Larangan Memilih Berdasar Agama
Rabu, 21 Februari 2017 - 19:43 wib
KASUS DUGAAN PENISTAAN AGAMA
Yunahar Ilyas: Ahok Menyebut Al-Maidah 51 Itu Jadi Alat Membohongi
Rabu, 21 Februari 2017 - 19:37 wib
KASUS DUGAAN PENISTAAN AGAMA
Kiai Akhyar Sebut Hanya Umat Muslim yang Bertabayun, Begini Reaksi Kubu Ahok
Rabu, 21 Februari 2017 - 19:30 wib
TERKAIT RELOKASI WARGA KE RUMAH SUSUN
Maaf, ya, Jangan Dipolitisasi Persoalan Banjir
Rabu, 21 Februari 2017 - 19:24 wib
DIGELAR PERTENGAHAN PEKAN INI
Hak Angket Dugaan Pelanggaran Undang-undang oleh Presiden Jokowi Dibacakan di Parpurna
Rabu, 21 Februari 2017 - 19:12 wib
PUSAMANI DAN MU JADI PARTAI PEMBUKA
Ketat! Inilah Hasil "Drawing" Babak 8 Besar Piala Presiden 2017
Rabu, 21 Februari 2017 - 18:44 wib
POLEMIK PEMBERHENTIAN SEMENTARA
Pernyataan Jaksa Agung Soal Ahok Ini Bikin Fadli Zon Heran
Rabu, 21 Februari 2017 - 18:28 wib
DEMO HONORER K2
Yang 232 Dipastikan Heboh, untuk Aksi Besok...
Rabu, 21 Februari 2017 - 18:25 wib
KASUS DUGAAN PENISTAAN AGAMA
Pengamat: Kalau Mau Jadi Gubernur Lagi, Sebaiknya Ahok Mundur
Rabu, 21 Februari 2017 - 18:17 wib
Cari Berita
Nasional Terbaru
Maaf, ya, Jangan Dipolitisasi Persoalan Banjir

Selasa, 21 Februari 2017 - 19:24 WIB

Dikabarkan Tak Akan Hadir, Inilah Alasan Rizieq Akhirnya Sambangi Aksi 212
Yang 232 Dipastikan Heboh, untuk Aksi Besok...

Selasa, 21 Februari 2017 - 18:25 WIB

Ingat! Ulama Jangan Dikriminalisasi, tapi Diajak Komunikasi
Terlambat Datang ke Aksi 212, Habib Rizieq Ternyata Datangi Wilayah Banjir
sumatranet
Ranggi Riau Pos
loading...
Follow Us
Populer hari ini