Kuasa Hukum Minta Sejumlah Anggota DPRD Kampar Diperiksa

Mantan Sekwan Kampar Tolak Dituduh Korupsi Rp4 Miliar

14 Februari 2013 - 19.29 WIB > Dibaca 1260 kali Print | Komentar
Mantan Sekwan Kampar Tolak Dituduh Korupsi Rp4 Miliar
TUTUPI WAJAH: Terdakwa kasus SPT dan SPPD Fiktif di Sekretariat DPRD Kampar Hj Junaidah Rahim SH MHum menutup wajahnya dengan cadar hitam dan mirip ninja yang sedang disidang di Pengadilan Tipikor Pekanbaru, Kamis (14/2/2013). Sebelumnya di luar ruang sidang di kantin PN Pekanbaru terdakwa membuka penutup wajahnya.(foto aznil fajri/riau pos)
Riau Pos Online-Mantan Sekretaris DPRD Kampar tahun 2009, Hj Junaidah Rahim SH MHum, PNS pada Sekretariat Daerah Kabupaten Kampar beralamat di Jalan Datuk Tabano Ujung No.07 Kecamatan Bangkinang, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau menolak dituduh melakukan korupsi dana Perjalanan Fiktif di Sekretariat DPRD Kampar tahun 2009 lalu sebesar Rp4 miliar lebih.

Hal serupa juga ditegaskan PNS-Bendahara Pengeluaran/Pemegang Kas pada Sekretariat DPRD Kampar tahun 2009, Asmidar SH warga Jalan Pramuka belakang Kantor Bawasda Kelurahan Langgini Kecamatan Bangkinang Kabupaten Kampar, Asmidar SH dalam sidang di Pengadilan Tipikor Pekanbaru Kamis (14/2).

Pada tingkat penyidikan di Polda Riau kedua terdakwa tidak ditahan, dan pada tingkat
penuntutan di Kejati Riu, keduanya juga tidak ditahan. Hal ini sangat berbeda sekali dengan
KPK yang lebih tegas menahan seseorang jika terbukti melakukan tindak pidana korupsi.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Kejati Riau mendakwa kedua terdakwa melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara. Kedua terdakwa dituduh memakai nama pegawai Sekretariat DPRD Kampar dan Pimpinan serta Anggota DPRD kampar yang namanya dipakai dalam SPT dan SPPD fiktif, yang seolah-olah dibayarkan padahal digunakan untuk kepentingan terdakwa dan tidak dipergunakan untuk melaksanakan Perjalanan Dinas.

Nama-nama Pegwai Sekretariat DPRD Kampar yang dikeluarkan SPT dan SPPD fiktif itu antara lain Abdul Haris Nurdin SH Rp100 juta, Adilman Rp185.250.000, Asminar SH Rp126.250.000. Arman Rp115 juta, Awalis Awal Rp55.750.000, Asneli Rp117 juta, Ir H Cokroaminoto MM Rp106. juta, Ermayuni SH Rp81.750.000, Faisal SSos Rp16.500.000, Hasni SH Rp182 juta, M Syafi"i Abdullah Rp153.250.000, Marfuatun SH Rp162.500.000, Mardanus SSos Rp223.850.000, Masnur SE MSi MH Rp158 juta, Nurman SSos Rp197.750.000, Nevi Maizar Ma'asin SH MSi Rp99.500.000, Ramlah SE MSi Rp80.350.000, Razia SSos Rp146 juta, Santoso Rp181 juta, Saptono Rp19.750.000, Tengku Aiful SSos Rp181 juta, Zamzami Hasan SE MSi Rp93.600.000 dengan jumlah
Rp2.782.050.000.

Kemudian untuk pimpinan anggota DPRD Kampar masing-masing H Abridar SH Rp84 juta, Ahmad Fikri SAg Rp51 juta, Ir Alex Candra Rp75 juta, H Azaidun SH Rp32 juta, Catur Sugeng Susanto SH Rp17 juta, Desi Elvita SE Rp27 juta, H Eka Demi Yustra ST Rp32.250.000, Emil Budiono SH Rp59 juta, Ir Hermanto Rp67 juta, Ir Ilyas Hu SH MH Rp46 juta, Hj Irhamah Yazid BA Rp51 juta, H Januar SH Rp48 juta, Juswari Umar Said SH MH Rp82 juta, M Salis SH Rp49 juta, Ir H Zakir MM Rp49 juta, Nur Ihwan SPd Rp23 juta, Rahmad Basuki SH Rp51 juta, Repol SAg Rp29 juta, Ir H Sahidin Rp17 juta, Sibawaihi SSi Rp68 juta, Drs Sudirman Dt Patio Rp34 juta, Safi'i Samosir Rp17 juta, H Syafriadi SH MH Rp34 juta, Syamsir SKom Rp18 juta, Drs H Syafrizal MSi Rp17 juta, Triska Felly Rp7 juta, Yuli Akmal SSos Rp49 juta, Yurjani Moga Rp60 juta, Masnur Rp62 juta dengan jumlah total Rp1.266.250.000. Dengan demikian total dana SPR dan SPPD fiktif seluruhnya Rp4.048.300.000.

Dengan ditolaknya dakwaan jaksa ini, maka kedua terdakwa pada pekan depan melakukan eksepsi melalui kuasa hukumnya Muhammad Haris SH. Menurut Muhammad Haris SH di Pengadilan Tipikor Pekanbaru Kamis (14/2) kliennya menolak dituduh menikmati SPT dan SPPD fiktif sebesar Rp4 miliar lebih itu karena pada pemeriksaan di BAP terdahulu ada beberapa yang disebutkan tadi menerima uang SPT dan SPPD fiktif tersebut. "Tak mungkin klien Saya sendiri menikmati uang Rp4 miliar itu, ada juga yang lain menikmatinya. uang sebesar itu cukup besar," ujar Muhammad Haris SH.

Menariknya sebelum sidang dimulai terdakwa Hj Junaidah Rahim SH MHum saat berada di kantin Pengadilan Pekanbaru membuka cadarnya sehingga wajahnya terlihat jelas. Tapi saat dia disidang di dalam ruang sidang dengan hakim ketua Isnurul SH MH, maka terdakwa menutup wajahnya dengan cadar hitam gelap sehingga mirip dengan Neneng Sri Wahyuni istri Muhammad Nazaruddin. Saat difoto wartawan, wajahnya tak dikenali lagi mirip dengan ninja yang sedang disidang. Hal ini membuat sejumlah wartawan tersenyum-senyum.(azf)
Berita Terkait
KOMENTAR

Follow Us

Riau Pos Group
Support by: