Depan >> Berita >> Hukum >>
Polisi Didesak Usut Semua yang Terlibat
5 Siswi SMA Negeri Lecehkan Gerakan dan Bacaan Shalat
20 April 2013 - 07:45 WIB > Dibaca 790 kali Print | Komentar
5 Siswi SMA Negeri Lecehkan Gerakan dan Bacaan Shalat
Berita Terkait



JAKARTA (RP) - Beredarnya video pelecehan gerakan salat yang dilakukan siswi SMA Negeri 2 Tolitoli, Sulawesi Tengah terus menimbulkan protes. Video berdurasi lima menit itu sangat melukai perasaan umat Islam. Sekretaris Jenderal (Sekjen) PP Muhammadiyah Abdul Mu"ti meminta masyarakat tidak terprovokasi video yang bertendesi melecehkan tersebut. Perlu ada pendekatan yagn lebih intensif terkait peredaran video melalui jejaring Youtube.

"Jangan terlalu berpolemik pada kasus itu. Polisi sebaiknya melakukan pengusutan secepat mungkin," ujar Abdul Mu"ti di kantor PP Muhammadiyah, Jakarta, Jumat (19/4).

Menurutnya, peredaran video melalui internet tak jarang merupakan hasil rekayasa. Ini harus jadi titik mula dari pengungkapan video tersebut agar tidak jadi salah tafsir dalam bertindak.

Dia mengakui video yang dilakoni lima siswi SMA itu sudah sangat tidak pantas. Melakukan gerakan salat dan bacaan salat yang tidak pantas. Bahkan, memadukan dengan irama-irama musik yang tidak etis. "Jika melihat video itu pasti terbakar perasaan umat Islam. Tapi harus dijaga emosi itu. Mari kita ungkap kebenaran dulu videonya," pinta dia.

Kasus tersebut, lanjut dia, menjadi pembelajaran bagi guru-guru agama agar dapat memberikan pemahaman yang dalam kepada anak didiknya. Terkait pendidikan agama yang seharusnya dimaknai nilai-niainya.

Dari sisi psikologi, menurut dia, memang pada usia remaja sangat mudah terpengaruh pada perilaku yang ekstrem. Termasuk mencari-cari pemahaman nilai agama secara individual. "Pada usia itu memang remaja terdorong mencari pengalaman spiritual sendiri yang cenderung pada penyimpangan," imbuhnya.

Terkait kepolisian, Abdul Mu"ti meminta motif pembuatan video itu lebih didalami. Karena tak menutup kemungkinan motif pembuatannya tidaklah disengaja. Artinya pelaku tak bermaksud melakukan pelecehan.

Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Asrorun Ni"am Sholeh meminta polisi segera memblokir video tersebut. Ini agar tidak memincu amarah umat Islam secara lebih luas, sekaligus meredam berbagai dampak buruk dari video itu.

Tak itu saja, Ni"am pun meminta polisi segera memanggil aktor video pelecehan tersebut. Jika ada dugaan pelanggaran perlu pemberian sanksi pada pelaku. Karena tindakan yang dilakukan itu bertentangan dengan etika, hukum dan juga agama. "Pihak sekolah juga perlu mendapat penekanan pada kasus ini agar dapat lebih melakukan pembinaan pada siswanya secara mendalam," papar dia.

Kepala Biro Penerangan Humas (Karopenmas) Mabes Polri Boy Rafli Amar mengatakan, pihaknya akan melakukan tindakan pencegahan agar tidak terjadi kekerasan dalam kasus tersebut. Bila kasus penayangan video pelecehan gerakan salat itu benar dilakukan, maka pihaknya akan memprosesnya. "Tentunya kami akan mencegah orang-orang melakukan tindakan kekerasan. Bila kasus itu benar, kita proses sesuai hukum," tandasnya.

Sedangkan Anggota Komisi VIII DPR Ingrid Kansil meminta agar Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo) segera menutup serta memblokir tayangan pelecehan salat di situs sosial tersebut. "Selanjutnya, anak-anak pemeran video tersebut hendaknya diberikan bimbingan konseling yang intens, sehingga ada sebuah penyadaran serta revitalisasi keimanan dalam diri mereka," imbuhnya yang turut menyesalkan atas apa yang dilakukan oleh beberapa anak muda karena telah menodai agama. (rko/jpnn)
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
Tiga Kasus dan Lima Tersangka Pungli Diusut
Rabu, 18 Januari 2017 - 10:58 wib
Trotoar Jadi Lahan PKL Petugas Tidak Terlihat
Trotoar Jadi Lahan PKL Petugas Tidak Terlihat
Rabu, 18 Januari 2017 - 10:57 wib
6.000 Warga Tak Miliki KTP-el
Rabu, 18 Januari 2017 - 10:51 wib
SMAN 13 Motivasi Siswa Bersama Komunitas AMR
SMAN 13 Motivasi Siswa Bersama Komunitas AMR
Rabu, 18 Januari 2017 - 10:48 wib
RSPO Dorong Petani Sawit Miliki Sertifikat
Rabu, 18 Januari 2017 - 10:44 wib
Rio Chaidir Kepala Cabang Rutan Gantikan Wiwid
Rabu, 18 Januari 2017 - 10:36 wib
Bukti Riau Mampu Punya Konglomerasi
Rabu, 18 Januari 2017 - 10:33 wib
Kini PJU Dikelola Dishub
Kini PJU Dikelola Dishub
Rabu, 18 Januari 2017 - 10:33 wib
Setahun Bekerja tanpa Dokumen Lengkap
Rabu, 18 Januari 2017 - 10:29 wib
Cari Berita
Hukum Terbaru
Bebaskan Kota dari Pungli

Rabu, 18 Januari 2017 - 10:17 WIB

Sidang Ahok, Dalami Perbedaan Data

Rabu, 18 Januari 2017 - 10:16 WIB

Tak Mau Terima Bonus, Dahlan Iskan Marah pada Karyawannya
Minta Keterangan, Polisi Sambangi Kediaman Rachmawati

Selasa, 17 Januari 2017 - 20:15 WIB

Disebut Berotak Hansip, Iriawan: Rizieq Otaknya Paling Pintar di Indonesia
sumatranet
Ranggi Riau Pos
loading...
Follow Us