Wonderful Indonesia
Kedepan BPOM Tarik Peredaran
Larutan Cap Kaki Tiga Harus Dimusnahkan Dalam 3 Bulan
Rabu, 01 Mei 2013 - 15:00 WIB > Dibaca 1534 kali Print | Komentar
Riau Pos Online – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) meminta Wen Ken Drug Pte Ltd (WKD) Singapura agar segera menarik larutan penyegar Cap Kaki Tiga dari pasaran. Pasalnya, minuman yang diklaim sebagai obat panas dalam itu bukan termasuk minuman pengobatan, tetapi hanya air.

“Mereka harus segera melakukan beberapa hal, pertama menarik lalu memusnahkan serta tidak mengedarkan lagi larutan penyegar Cap Kaki Tiga. Perintah penarikan itu tertuang dalam surat BPOM bernomor PW.10.01.431.02.12.0533 yang telah kami kirimkan kepada produsen,” ujar Direktur Inspeksi dan Sertifikasi Obat Tradisional, Kosmetik dan Produk Komplemen BPOM, Sukiman Said Umar kemarin.

Alasan penarikan itu adalah keputusan Ditjen HAKI (Hak Kekayaan Intelektual) No.HKI.4.HI.06.06.06-21/2012 tanggal 10 Februari 2012 lalu yang menegaskan bahwa merek larutan penyegar Cap Kaki Tiga termasuk “golongan barang 32″ atau produk berupa air. “Itu berarti produk tersebut sama kelasnya seperti air mineral, air soda dan minuman bukan alkohol lainnya seperti dari buah, perasan buah atau sirup-sirup,” katanya.

Ditjen HAKI telah mencabut merek dagang Larutan Penyegar Cap Kaki Tiga pada 20 Februari lalu. Sukiman menilai merek itu juga telah melanggar Permenkes No. 46/Menkes/Per/V/1990 tentang Izin Usaha Industri Obat Tradisional dan Pendaftaran Obat Tradisional. “Berdasar Permenkes itu, pendaftaran obat tradisional dibatalkan apabila penandaan obat tradisional yang bersangkutan menyimpang dari yang disetujui,” tegasnya.

Meski demikian, saat melakukan inspeksi ke pasar-pasar, Sukiman mengaku masih menemukan produk tersebut. Oleh karena itu, BPOM meminta produsen segera melaporkan hasil penarikan dan pemusnahan yang dilakukan dalam waktu tiga bulan ke depan sejak surat dilayangkan, “Produsen wajib melaporkan hasil pelaksanaannya kepada BPOM cq Direktur Inspeksi dan Sertifikasi Obat Tradisional, Kosmetik dan Produk Komplemen,” lanjutnya..

Pengurus Harian YLKI (Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia), Tulus Abadi mengaku telah mengingatkan BPOM agar segera menertibkan peredaran larutan penyegar Cap Kaki Tiga karena tidak sesuai dengan iklannya. ” Dalam Undang-Undang Perlindungan Konsumen sangat jelas bahwa produsen yang merugikan konsumen, baik secara isi produk, tampilan,” atau kemasan adalah pelanggaran,” tambahnya.

Oleh sebab itu, menurut dia, perusahaan yang melakukan pelanggaran dalam merk dagang pun bisa dituntut menggunakan UU no 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.”Desakan YLKI ini merupakan bentuk perlindungan bagi konsumen agar tidak terjebak dalam tipu daya produsen. “Konsumen harus dilindungi, penegakan hukum harus dilaksanakan,” tegasnya.

Sebagai informasi, WKD adalah pemilik mereka Cap Kaki Tiga dan berasal dari Singapura. Perusahaan yang sudah berdiri sejak 1937 itu awalnya menunjuk PT Sinde Budi Sentosa (Sinde) untuk memasarkan produk larutan penyegar Cap Kaki Tiga pada 1978. Pada 4 Februari 2008 lalu, kemitraan antara WKD dan Sinde berakhir. Lisensi lalu dialihkan ke PT Kinocare Era Kosmetindo sejak 28 April 2011. Sinde akhirnya membuat produk sendiri dengan merek yang lain. (wir/ttg/jpnn)
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
SENI TARI
Pesan dalam Liuk Tubuh
Senin, 20 Agustus 2017 - 13:17 wib
TEMBILAHAN
Warga Aceh Ditemukan Meninggal di Kemuning
Senin, 20 Agustus 2017 - 12:56 wib
Menelisik Penanganan Kasus Korupsi di Kejati Riau
Zero Tunggakan dengan Banyak Catatan
Senin, 20 Agustus 2017 - 12:30 wib
Usman, Koordinator Fitra Riau
Riau Masih Rawan Korupsi
Senin, 20 Agustus 2017 - 12:00 wib
Noviwaldy Jusman, Wakil Ketua DPRD Riau
Penanganan Korupsi Masih Memakan Waktu Lama
Senin, 20 Agustus 2017 - 11:57 wib
Penghargaan KLA Pratama Mesti Jadi Motivasi
Perbanyak RTH dan Arena Kreativitas Anak
Senin, 20 Agustus 2017 - 11:54 wib
dr Hidayatul Fitri Sp THT
Apakah Setiap Amandel Harus Operasi?
Senin, 20 Agustus 2017 - 11:52 wib
Berlynn Fayola
Senang Membaca Novel Berbahasa Inggris
Senin, 20 Agustus 2017 - 11:50 wib
Essai - Fikram Farazdaq
Afrizal, Modernitas dan Kecemasan
Senin, 20 Agustus 2017 - 11:46 wib
DARI RIAU MENYAPA DUNIA
Ekspedisi Keindahan Semenanjung Kampar
Senin, 20 Agustus 2017 - 11:35 wib
Cari Berita
Ekonomi-Bisnis Terbaru
Bank Panin Kembangkan Banking Digitalisasi dan Dorong Kredit UMKM
Ekonom Ungkap Efek Psikologis ke Pengusaha Terkait Target Pajak 2018
Suzuki Resmi Persembahkan Baleno Hatchback

Sabtu, 19 Agustus 2017 - 14:19 WIB

291 Unit Mitsubishi Xpander Dipesan

Sabtu, 19 Agustus 2017 - 10:04 WIB

Mantap! Thailand Mulai Impor Bawang dari Indonesia

Jumat, 18 Agustus 2017 - 17:46 WIB

sumatranet
Ranggi Riau Pos
loading...
Follow Us
Populer hari ini