Wonderful Indonesia
Kedepan BPOM Tarik Peredaran
Larutan Cap Kaki Tiga Harus Dimusnahkan Dalam 3 Bulan
Rabu, 01 Mei 2013 - 15:00 WIB > Dibaca 1331 kali Print | Komentar
Riau Pos Online – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) meminta Wen Ken Drug Pte Ltd (WKD) Singapura agar segera menarik larutan penyegar Cap Kaki Tiga dari pasaran. Pasalnya, minuman yang diklaim sebagai obat panas dalam itu bukan termasuk minuman pengobatan, tetapi hanya air.

“Mereka harus segera melakukan beberapa hal, pertama menarik lalu memusnahkan serta tidak mengedarkan lagi larutan penyegar Cap Kaki Tiga. Perintah penarikan itu tertuang dalam surat BPOM bernomor PW.10.01.431.02.12.0533 yang telah kami kirimkan kepada produsen,” ujar Direktur Inspeksi dan Sertifikasi Obat Tradisional, Kosmetik dan Produk Komplemen BPOM, Sukiman Said Umar kemarin.

Alasan penarikan itu adalah keputusan Ditjen HAKI (Hak Kekayaan Intelektual) No.HKI.4.HI.06.06.06-21/2012 tanggal 10 Februari 2012 lalu yang menegaskan bahwa merek larutan penyegar Cap Kaki Tiga termasuk “golongan barang 32″ atau produk berupa air. “Itu berarti produk tersebut sama kelasnya seperti air mineral, air soda dan minuman bukan alkohol lainnya seperti dari buah, perasan buah atau sirup-sirup,” katanya.

Ditjen HAKI telah mencabut merek dagang Larutan Penyegar Cap Kaki Tiga pada 20 Februari lalu. Sukiman menilai merek itu juga telah melanggar Permenkes No. 46/Menkes/Per/V/1990 tentang Izin Usaha Industri Obat Tradisional dan Pendaftaran Obat Tradisional. “Berdasar Permenkes itu, pendaftaran obat tradisional dibatalkan apabila penandaan obat tradisional yang bersangkutan menyimpang dari yang disetujui,” tegasnya.

Meski demikian, saat melakukan inspeksi ke pasar-pasar, Sukiman mengaku masih menemukan produk tersebut. Oleh karena itu, BPOM meminta produsen segera melaporkan hasil penarikan dan pemusnahan yang dilakukan dalam waktu tiga bulan ke depan sejak surat dilayangkan, “Produsen wajib melaporkan hasil pelaksanaannya kepada BPOM cq Direktur Inspeksi dan Sertifikasi Obat Tradisional, Kosmetik dan Produk Komplemen,” lanjutnya..

Pengurus Harian YLKI (Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia), Tulus Abadi mengaku telah mengingatkan BPOM agar segera menertibkan peredaran larutan penyegar Cap Kaki Tiga karena tidak sesuai dengan iklannya. ” Dalam Undang-Undang Perlindungan Konsumen sangat jelas bahwa produsen yang merugikan konsumen, baik secara isi produk, tampilan,” atau kemasan adalah pelanggaran,” tambahnya.

Oleh sebab itu, menurut dia, perusahaan yang melakukan pelanggaran dalam merk dagang pun bisa dituntut menggunakan UU no 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.”Desakan YLKI ini merupakan bentuk perlindungan bagi konsumen agar tidak terjebak dalam tipu daya produsen. “Konsumen harus dilindungi, penegakan hukum harus dilaksanakan,” tegasnya.

Sebagai informasi, WKD adalah pemilik mereka Cap Kaki Tiga dan berasal dari Singapura. Perusahaan yang sudah berdiri sejak 1937 itu awalnya menunjuk PT Sinde Budi Sentosa (Sinde) untuk memasarkan produk larutan penyegar Cap Kaki Tiga pada 1978. Pada 4 Februari 2008 lalu, kemitraan antara WKD dan Sinde berakhir. Lisensi lalu dialihkan ke PT Kinocare Era Kosmetindo sejak 28 April 2011. Sinde akhirnya membuat produk sendiri dengan merek yang lain. (wir/ttg/jpnn)
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
BEROPERASI BEBERARA HARI LAGI
Sistem Anti-Rudal AS Siap Bentengi Korsel
Kamis, 27 April 2017 - 12:51 wib
NUKLIR KORUT BIDIK KOTA-KOTA AMERIKA
AS: Berunding Oke, Perang pun Siap
Kamis, 27 April 2017 - 12:47 wib
United Nation World Tourism Organization
Sekjen UNWTO Taleb Rifai Kagumi Cara Menpar Arief Yahya Mendigitalisasi Industri
Kamis, 27 April 2017 - 12:21 wib
Wonderful Indonesia
Homestay Danau Toba, Tanjung Lesung dan Bromo-Semeru-Tengger Segera Naik Kelas
Kamis, 27 April 2017 - 12:08 wib
10 destinasi prioritas
Kemenpar Dorong Pentahelix Garap Potensi Wisata Budaya
Kamis, 27 April 2017 - 11:53 wib
Terkait Tuntutan Ringan Ahok
Jaksa Agung Dinilai Pengaruhi JPU
Kamis, 27 April 2017 - 11:45 wib
NASIONAL
Kemenag Berlakukan Pengaturan Tarif Umrah
Kamis, 27 April 2017 - 11:44 wib
NASIONAL
Animo dan Kuota SNM PTN Turun
Kamis, 27 April 2017 - 11:40 wib
Wonderful Indonesia
Pati Sukses Sulap TPA Jadi Destinasi Wisata
Kamis, 27 April 2017 - 11:39 wib
NASIONAL
Reshuffle Pengaruhi Elektabilitas Jokowi
Kamis, 27 April 2017 - 11:36 wib
Cari Berita
Ekonomi-Bisnis Terbaru
Penarikan Undian Simpedes BRI Selatpanjang Sukses

Kamis, 27 April 2017 - 11:15 WIB

Polytron Raih Penghargaan Indonesia Most Creative Company 2017
1.000 Karya Masuk, Pemenang Diputuskan

Rabu, 26 April 2017 - 11:39 WIB

Pasokan Daging Sapi Riau Bergantung kepada Provinsi Lain
Suzuki Ignis Paling Diminati

Rabu, 26 April 2017 - 10:17 WIB

sumatranet
Ranggi Riau Pos
loading...
Follow Us