Takut Diceraikan, Nekat Lakukan Aborsi

Suami Belayar 6 Bulan, Istri Pelaut Berlabuh di Hati PNS

11 Mai 2013 - 09.40 WIB > Dibaca 45460 kali Print | Komentar
Suami Belayar 6 Bulan, Istri Pelaut Berlabuh di Hati PNS
Riau Pos Online - Sosoknya yang tampan, membuat FDL gampang memikat wanita. Seperti halnya WLM, mengaku terpesona oleh kegantengan PNS Bagian Keuangan di Aceh Utara tersebut.

Perkenalan lewat blackbery itu berlanjut hingga copy darat. Bahkan berujung perselingkuhan karena keduanya masing-masing sudah memiliki istri dan suami. Bahkan mereka disebutkan kerap terlibat hubungan seks selama bertemu di Medan.

Namun kepada Metro Aceh (Riau Pos Grup), WLM yang menemui wartawan pada Jumat (10/5) siang mengaku sudah tertipu oleh FDL. Pemuda berusia sekitar tiga puluh tahunan itu meninggalkannya, pasca korban aborsi lantaran takut aksi main belakangan ketahuan sang suami.

Bahkan WLM secara terang-terangan menuding oknum PNS bertugas di Sekda Acut tersebut, sudah mengguna-gunai dirinya. Sehingga ia tak mampu mengelak dari ajakan selingkuh, serta kerap dipaksa hubungan intim di Medan.

“Saya sudah buat laporan ke atasan pelaku di kantor bupati, termasuk ke Sekda Syahbuddin Usman. Namun sampai saat ini tidak ada tindakan terhadap anak buahnya itu. Terus terang saya kecewa,” kata WLM membuka percakapan dengan wartawan.

Dikatakan juga oleh wanita berparas manis ini, dia sudah beberapa kali minta pertanggung jawaban dari FDL. Tapi sang pujaan selalu mengelak dan tidak mau jumpa lagi, bahkan memutus hubungan via BB.

“Saya cuma minta tandatangannya untuk aborsi, karena dokter tak mau melakukan tanpa adanya persetujuan suami. Karena itu dia mengelak, apalagi memang kami berdua sudah punya pasangan masing-masing,” jelas perempuan cantik tersebut.

Lebih jauh dijelaskan, pertemuan dengan oknum PNS tersebut berawal dari pertemanan di BBM, kemudian FDL mengajak dirinya pacaran, awalnya WLM tidak mau, namun FDL memaksa, sampai keduanya berjanji bertemu di Medan, tahun 2012 lalu. Disana keduanya melakukan hubungan badan layaknya suami istri yang sah dan hubungan berlanjut sampai berkali-kali di beberapa hotel.

Selama menjalin hubungan FDL diakui banyak meminta uang, serta meminta korban membelikan Hp Samsung seharga Rp 6 juta. Saat itulah korban seakan sadar, niat buruk pelaku atas dirinya, kemudian atas saran temen-temannya, korban berobat ke salah seorang dukun dan disitulah dirinya baru tahu, kalau selama ini FDL telah mengguna-gunai dirinya sehingga dia jatuh cinta dan mau saja dipaksa untuk memenuhi keinginan mantan pacarnya itu.

“Orang pintar tempat saya berobat telah membuat saya sadar akan guna-guna itu. Bahkan saya diberitahukan telah digunai-gunai oleh FDL dengan cara, foto saya diikatkan di bambu kemudian dibuang ke sungai, dan itu dilakukan di Tebing Tinggi yang tak lain kampung asal FDL. Saya juga sempat dulu beritahukan oleh FDL bahwa dia pernah pulang ke Tebing namun saat itu saya tidak curiga,” ungkap WLM dengan mata berkaca-kaca.

WLM mengaku khilaf dan menyesali perbuatannya dengan si pelaku, oleh sebab itu ia ingin mengakhiri tingkahnya itu dengan meminta pertanggung jawaban dari FDL. Namun sayang pria tersebut malah kabur dan tidak mau bertemu dengan korban. Padahal dia ingin masalah itu diselesaikan dengan baik-baik, yakni si pelaku mau menanda tangani surat aborsi yang diminta dokter.

Wanita cantik itu juga mengaku, bahwa apa yang dilakukannya itu tanpa sepengetahuan suami dan dua anaknya, bahkan keluarganya besarnya juga tidak tahu. Hal itu sengaja dilakukan karena dirinya tidak mau diceraikan oleh suaminya yang berprofesi sebagai ABK kapal yang hanya bisa pulang ke rumah 6 bulan sekali.

kedatangannya ke Lhokseumawe dan menjumpai atasan FDL dengan tujuan agar pria mantan selingkuhannya itu diberikan hukuman yang setimpal dengan perbuatan yang telah dilakukan terhadap dirinya. Selian itu ia meminta pelaku agar mengembalikan uang sebesar Rp 2 juta yang pernah diminta pelaku untuk membayar hutang.

“Banyak yang telah saya berikan kepada dia, termasuk Handphone Samsung seharga Rp 6 juta, sepatu futsal dan uang Rp 2 juta, namun saya hanya minta uang Rp 2 juta saja yang dikembalikan, dan saya minta di pelaku dipindahkan kerja di tempat terpencil dan diberikan sanksi administrasi yang berat, agar itu jadi pelajaran buat yang lain,” katanya lagi.

Sementara itu, FDL saat dihubungi Metro Aceh membantah semua tudingan itu, bahkan FDL mengaku siap dengan langkah yang dilakukan oleh WML terhadap dirinya. “itu tidak benar mas, saya dan dia hanya teman saja dulu, semua itu fitnah dan saya siap apabila dia menempuh jalur hukum, saya akan bicara fakta,” kata FDL.

Sedangkan Hamdani Bagian keuangan Kantor Bupati Aceh Utara, sejauh ini belum memberikan komentar tentang kejadian itu walau Metro Aceh telah menghubungi nomor Hp miliknya berkali-kali, namun tidak ada jawaban. (sir/pma/rpg)
KOMENTAR
Riau Pos Group
Support by: