Seks Bebas di Base Camp Klewang

16 Mai 2013 - 10.58 WIB > Dibaca 3152 kali Print | Komentar
Seks Bebas di Base Camp Klewang
YN, perempuan yang menjadi tersangka anggota geng motor ditahan dan diperiksa di Mapolresta Pekanbaru. Foto: Didik Herwanto/Riau Pos
PEKANBARU (RP) - Pengungkapan jaringan geng motor di bawah komando Mardirjo (58) alias Klewang masih terus dikembangkan jajaran Polresta Pekanbaru.

Berselang dua hari setelah menangkap enam siswa anggota geng motor, kini giliran dua remaja perempuan berinisial Yn (15) dan Um (16) ditangkap di rumahnya, Rabu (15/5).

Pengakuan mengejutkan keluar dari mulut keduanya terkait adanya seks bebas sesama anggota geng motor. Perbuatan terlarang, apalagi bagi remaja seumuran mereka ini dilakukan di base camp Klewang areal Stadion Utama Riau.  

Yn (15) merupakan warga Jalan Cipta Karya, anggota geng motor Atit Abang dan tercatat pelajar SMP. Sedangkan Um (16), warga Kelurahan Rintis, Kecamatan Limapuluh adalah Anggota XTC Laser (Ladies Sex Road).

‘’Sekali,’’ ujar Yn saat Riau Pos menanyakan apakah pernah melakukan hubungan badan dengan pacarnya. Yn mengaku memiliki pacar berinisial Jf yang juga anggota geng motor B2R. Selain dengan Jf, ia mengaku pernah berhubungan badan dengan Ai, pacarnya sekarang. ‘’Ai kenal sama Jf, tapi dia bukan geng motor,’’ akunya.

Areal Stadion Utama, dikatakan Yn, memang terjadi praktik pergaulan bebas. Di antara geng motor bebas saja membawa cewek ke bedeng base camp mereka, di lokasi Klewang ditangkap. ‘’Ada juga saya lihat mereka ngelem dan ada yang nyabu,’’ terangnya.

Penangkapan dua remaja ini merupakan pengembangan atas penangkapan enam siswa dan Klewang. Yn diamankan di rumahnya Selasa (14/5) malam sekitar pukul 23.00 WIB. Sementara Um diamankan kemarin sore sekitar pukul 16.00 WIB juga di rumahnya.    

‘’Keduanya kita amankan dari pengembangan atas penangkapan enam pelajar kemarin,’’ ujar Kapolresta Pekanbaru, Kombes Pol Drs R Adang Ginanjar melalui Kasat Reskrim, Kompol Arief Fajar Satria SH SIK MH kepada Riau Pos, Rabu (15/5).

Enam orang yang diamankan sebelumnya ditangkap setelah diketahui ikut serta dalam aksi perusakan warung internet (warnet) di Jalan Kelapa Sawit, Kecamatan Bukitraya dua pekan lalu.

Saat diamankan kemarin, Yn sempat berteriak histeris di depan orangtuanya. Namun setelah dijelaskan bahwa dia ditangkap atas keterangan tersangka lainnya, dia hanya bisa terdiam. Dari handphone-nya saat diamankan polisi juga menemukan rekaman video porno. Belum dipastikan apakah itu rekaman video porno geng motor atau tidak.

Terkait video porno itu, Yn membantah itu video geng motor yang berhubungan sex. ‘’Bukan geng motor itu,’’ ujarnya.

Sementara Um, diketahui pernah ditahan karena terlibat penyerangan Mapolresta Pekanbaru pada Februari 2012. ‘’Dia sempat ditahan di Lapas karena kasus itu,’’ ujar Kasat Reskrim.

Hal ini tak dibantah Um. Namun, ia mati-matian membantah dirinya adalah geng motor. ‘’Semenjak kasus itu saya tidak ngumpul lagi,’’ ujarnya. Sementara itu, terkait perusakan warnet di Jalan Kelapa Sawit, Um mengaku berada di sana namun hanya melihat dan tak ikut merusak.

Bantahan Um ini berbeda temuan dari penyelidikan polisi. Um diketahui mengenal dekat Klewang. Bahkan di dalam handphone-nya ditemukan SMS yang dikirimkan ke Klewang mengatakan, ‘’Klewang harus berhati-hati, sebaiknya menukar kartu handphone’’. Um juga menyarankan agar Klewang tidak usah ke Pekanbaru dulu, karena kondisi masih panas.

Doktrin agar jangan mengakui diri sebagai geng motor tampaknya masih melekat dalam diri dua remaja putri ini. Perilaku yang ditunjukkan Um serupa dengan Yn. Saat ditanya terkait keterlibatannya di geng motor, Yn mengaku hanya ikut bergaul, namun ia bukan geng motor. ‘’Saya ngumpul-ngumpul saja sama mereka,’’ ujarnya.

Ia mengaku sering berkumpul bersama geng motor Atit Abang. Saat berkumpul, mereka biasanya duduk-duduk di depan SD di Tarai Bangun, Kampar. Setelahnya lalu konvoi dan jalan-jalan ke Sungai Pagar. Berkumpulnya bereka di Stadion Utama) Riau, katanya baru dilakoni sekitar dua bulan terakhir.

Yn mengaku orangtuanya tak tahu bahwa ia ikut geng motor. Untuk keluar rumah, orangtuanya biasa dikelabui dengan alasan dijemput oleh temannya, Ni. Ni ini adalah panglima Atit Abang.

‘’Kadang izinnya tidur di rumah teman,’’ lanjutnya. Dengan apa yang menimpanya, Yn mengaku menyesal. Apalagi dia kini harus menanggung malu di depan orangtuanya karena terlibat geng motor.

Sementara itu, orang tua Yn, He (46) mengaku tak tahu anaknya ikut kegiatan terlarang seperti itu. ‘’Dia di depan kita tidak pernah bilang. Kita sebagai orangtua tidak bisa memantau setiap hari,’’ kata He.

Setelah semua terjadi, He mengaku pasrah. ‘’Biar polisi yang membuktikan,’’ katanya.

Sementara itu, Klewang diancam pasal berlapis. Kepolisian menemukan beberapa bukti dan unsur-unsur terlibat berbagai tindak pidana di Riau.

‘’Karena diduga terlibat berbagai tindak pidana yang terjadi di Riau, tersangka (Klewang, red) diancam pasal berlapis,’’ ujar Kabid Humas Polda Riau, AKBP Hermansyah.

Hermansyah mengatakan, sejak tindak pidana dan anarkis yang dilakukan oleh geng motor ini meresahkan warga, maka Polda Riau sudah memerintahkan tidak hanya kepada polisi di Pekanbaru, tapi kepada seluruh Polres di wilayah hukum Polda Riau.

‘’Kapolda sudah perintahkan untuk basmi dan berantas seluruh tindakan dan aktifitas yang meresahkan warga seperti geng motor ini,’’ kata Hermansyah.

Selamatkan Anak dari Pengaruh Geng Motor
Wali Kota Pekanbaru H Firdaus MT mengharapkan persoalan geng motor di Pekanbaru bisa dituntaskan. Sehingga Pekanbaru bisa aman dari aksi kejahatan. Menurut Firdaus, apa yang terjadi sekarang harus dicarikan solusinya, supaya anak-anak yang dicintai dan sebagai penerus bangsa bisa selamat.  

‘’Ini bukan lagi kenakalan remaja yang kita kira selama ini. Apa yang terjadi sekarang, geng motor itu malah dipimpin oleh bapak-bapak atau kakek-kakek yang sudah berumur 58 tahun. Dengan tidak mempunyai prikemanusian dia mendidik anak-anak untuk berlaku buas,’’ kata Firdaus usai membuka Pekanbaru Expo, kemarin.

Wakil Ketua DPRD Kota, Sahril berpendapat, semua anggota geng yang terlibat harus diburu dan ditangkap sehingga tidak ada lagi geng motor di Pekanbaru. Dia mengatakan polisi harus beri efek jera, yang belum tertangkap kejar sampai dapat.

‘’Untuk itu, kalau sudah meresahkan seperti ini, dan menimbulkan banyak mudaratnya, maka saya minta pihak kepolisian untuk melakukan tembak di tempat saja jika masih ada yang nekat,’’ tegasnya.

Sekretaris Komisi III DPRD Pekanbaru, Ade Hartati menilai, terjebaknya anak-anak Kota Pekanbaru masuk ke dalam geng motor dikarenakan tak adanya panutan dari pihak orangtua dan guru dalam orientasi remaja dalam mencari jati diri.

‘’Kejadian ini sudah sangat meresahkan dan berbentuk kriminal, kepada orangtua kita berharap pengawasan kepada anak-anak lebih ketat lagi, ini bentuk disorientasi siswa dan mencari jati diri,’’ katanya.(ali/gus/rul)

KOMENTAR

Follow Us

Riau Pos Group
Support by: