Depan >> Berita >> Riau >>
Kisruh PETI, Kapolsek Dicopot
18 Mei 2013 - 09:10 WIB > Dibaca 90 kali Print | Komentar
Laporan JUPRISON, Kuansing juprison@riaupos.co

Aksi pengrusakan terhadap 17 unit mobil di Desa Lubuk Ambacang, Kecamatan Hulu Kuantan, Selasa (14/5) lalu berbuntut panjang. Kapolsek Hulu Kuantan AKP Suheri dicopot dari jabatannya.

AKP Suheri dinilai tidak mampu menjalankan tugasnya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kam- tibmas), sehingga terjadi tindakan pengrusakan terhadap 17 unit unit mobil yang diduga dilakukan oleh masyarakat Hulu Kuantan.

“Ya, sudah keluar surat mutasinya (TR). Dalam waktu dekat segera kami carikan penggantinya agar Kamtibmas di Hulu Kuantan tetap terjaga dengan baik,” kata Kapolres Kuansing AKBP Wendry Purbyantoro SH saat dikonfirmasi Riau Pos terkait rencana pencopotan Kapolsek Hulu Kuantan itu, Jumat (17/5).

Menurut Kapolres, pencopotan jabatan terhadap Kapolsek Hulu Kuantan sudah ada surat perintah dari Kapolda Riau Brigjen Suedi Husein. Dan ia segera memproses mutasi dari AKP Suheri tersebut. “Sekarang kami tunggu suratnya. Dan memang mutasi ini hal yang biasa dalam dunia kepolisian,” kata Wendry.

Sementara itu, Kapolsek Hulu Kuantan AKP Suheri yang dikonfirmasi Riau Pos via telepon selulernya mengaku bahwa dirinya telah mendapatkan informasi kalau akan diganti. Namun sejauh ini, ia mengaku, bahwa surat perintah (Sprin) pergantian dirinya sebagai Kapolsek Hulu Kuantan belum diterimanya.

“Ya, memang telah ada TR (Telegram Rahasia, red) terkait pergantian saya sebagai Kapolsek,” kata Suheri yang dihubungi kemarin.

Suheri menambahkan, kalau dirinya akan disertijabkan pada Selasa (21/5) pekan depan di Mapolres Kuansing. Dan ia tidak mengetahui siapa yang bakal menggantikan dirinya sebagai Kapolsek Hulu Kuantan.

“Iya, hari Selasa rencananya saya akan sertijab, siapa pengganti saya, saya belum tahu, karena sprin (surat perintah) belum saya terima sampai sekarang,” katanya.

Terkait penyebab dirinya dicopot sebagai Kapolsek Hulu Kuantan, Suheri menjawab, bahwa dirinya dinilai telah gagal menjaga keamanan, ketertiban bermasyarakat.

Sehingga berdampak terhadap rusaknya 17 unit mobil yang diduga dilakukan warga Hulu Kuantan. “Saya dianggap gagal jaga Kamtibmas,” jawabya.

AKP Suheri mengaku siap menerima sanksi yang dijatuhkan padanya. Karena menurutnya, mutasi atau pindah dari sebuah jabatan di dunia kepolisian hal yang biasa.

Namun menurutnya, selama dirinya menjadi Kapolsek Hulu Kuantan, ia sudah maksimal melaksanakan tugasnya sebagai penjaga Kamtibmas.

Terkait kecolongannya Polsek Hulu Kuantan mengantisipasi kerusuhan di Lubuk Ambacang, AKP Suheri menjelaskan, bahwa pihaknya tidak menyangka sama sekali akan terjadi tindakan anarkis. “Memang sebelumnya tidak ada ngumpul-ngumpul dan itu terjadi hanya tiba-tiba,” jelasnya lagi.

Ditanya sejauh mana perkembangan penangkapan pelaku pengrusakan mobil, Suheri mengatakan, Jumat sore dirinya telah mengantarkan satu orang ninik mamak ke Mapolres Kuansing untuk dimintai keterangan.

“Tadi sore kami sudah mengantarkan satu orang ninik mamak ke Polres, bergelar Datuk Sirajo, sekarang tengah dimintai keterangan oleh pihak Polres,” ujarnya.

Sebelumnya, Kapolda Brigjen Suedi Husein menilai, bahwa tindakan pengrusakan terhadap 17 unit mobil yang diduga dilakukan sekelompok masyarakat Hulu Kuantan itu merupakan akibat dari kecolongannya aparat kepolisian membaca kondisi di lapangan.

“Ini boleh dikatakan kecolongan, siapa yang membocori. Tidak mungkin polisi tidak tahu ada yang membocorinya. Seharusnya kan polisi tahu, kapan mereka berkumpul, di mana konsentrasi massa, apa alat transportasinya, itu kan sangat mudah untuk mendeteksinya,” ujar Kapolda.

Sedangkan Bupati H Sukarmis kepada wartawan, Kamis (16/5) memberikan bocoran, bahwa Kapolsek Hulu Kuantan telah dicopot dari jabatannya karena tidak mampunya mengantisipasi tindakan pengrusakan yang seharusnya bisa diantisipasi dengan mudah.

“Hari ini (Kamis, red) Kapolsek Hulu Kuantan dicopot,” kata Bupati Sukarmis menirukan ucapan Kapolda Riau Brigjen Suedi Husein.

Bupati berharap agar tindakan pengrusakan terhadap 17 unit mobil itu segera dituntaskan oleh aparat kepolisian. “Kami menyerahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian, tentunya kita berharap para pelaku segera ditangkap,” harap Sukarmis.

Dalam pada itu, Polres Kuansing saat ini terus melakukan pengejaran terhadap 11 orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka dan melarikan diri ke perbatasan Riau-Sumbar.(yls)

Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
Penyidik SP3 Polda Riau Kena Teliti Mabes Polri
Rabu, 27 Juli 2016 - 02:42 wib
Golkar ke Jokowi Tak Pakai Syarat
Rabu, 27 Juli 2016 - 00:59 wib
Di Surabaya, PLN Beli Listrik dari Tenaga Sampah
Rabu, 27 Juli 2016 - 00:46 wib
Sepakat Bercerai
Rabu, 27 Juli 2016 - 00:39 wib
Ahok Bukan Tunggu PDI P, Tapi Cari Hari Baik
Rabu, 27 Juli 2016 - 00:26 wib
Cari Berita
Riau Terbaru
Penyidik SP3 Polda Riau Kena Teliti Mabes Polri

Rabu, 27 Juli 2016 - 02:42 WIB

18 Ribu PNS Guru Dan 12 Sektor Lainnya Akan Beralih Kewenangan

Rabu, 27 Juli 2016 - 02:27 WIB

Gelar Razia, Satpol PP Minta Anak Punk Tak Lagi Mangkal di Langgam

Selasa, 26 Juli 2016 - 19:52 WIB

Komisi A Ajukan Penambahan Anggaran untuk PPNS

Selasa, 26 Juli 2016 - 19:36 WIB

Akhir Yani Wakili PWI Kampar di Porwanas

Selasa, 26 Juli 2016 - 18:31 WIB

Advertorial KAB ROHIL
Advertorial DPRD ROHIL
Ranggi Riau Pos
Follow Us