25 April 2014 - 06.50 wib

Anggota DPR: KPK Suka Lecehkan Perempuan

30 Mai 2013 - 18.15 WIB > Dibaca 1009 kali Print | Komentar
 
JAKARTA (RP) - Anggota Komisi III DPR Ahmad Yani mengatakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) cenderung melecehkan perempuan untuk mengejar popularitasnya. Kecenderungan melecehkan perempuan itu menurut Ahmad Yani terlihat dari cara kerjanya yang habis-habisan mengejar sejumlah perempuan yang dia anggap terkait dengan impor daging sapi.

"Kita saksikan, setiap jam ada progres reportnya tentang para perempuan yang belum berhasil mereka buru. Dan itu dilansir ke publik melalui media massa," kata Ahmad Yani, di gedung DPR, Senayan Jakarta, Kamis (30/5).

Demikian juga dengan para perempuan yang bisa mereka hadirkan ke KPK dengan alasan penyidikan. Setiap hasil penyidikan secara remang-remang pun diungkap ke media massa, ujar Ahmad Yani.

Ditegaskannya, mengkritik cara-cara kerja KPK jangan diartikan pihak pengkritik sebagai pembela koruptor. "Dalam konteks mengkritik KPK, saya sependapat dengan Fahri Hamzah, bahwa KPK saat ini terjebak dengan memfestivalisasi atua kontessasi untuk setiap perkara yang ditanganninya. Apalagi ada unsur perempuan-perempuan cantik yang diduga terkait dengan kasus gratifikasi hingga berkembang terminalogi baru gratfikasi seks," katanya.

"Memangnya sejumlah perempuan yang diduga menerima uang dari tersangka impor sapi itu tahu, kalau pelakunya seorang koruptor. Kita menginginkan KPK itu agar lebih selektif dalam menyampaikan komoditi isu kepada publik," imbuh Yani. (fas/jpnn)
KOMENTAR
Berbagi
Berita Terkait
 
Nasional Lainnya
Video Terkait

Jaksa KPK Tuntut RZ 17 Tahun Penjara

Wako APBD Molor Jadi Sorotan KPK dan BPK

Jaksa KPK RI Hadirkan Supir dan Ajudan Terdakwa

Follow Us

Batas Akhir Pencairan TPG 30 April

Telkomsel Wujudkan Masyarakat Digital Indonesia

BNN Bekuk Mantan Anggota DPRD Inhil

Ancelotti Bangga dengan Permainan Anak Asuhnya

Penghitungan Suara DPR RI Belum Final

Dirut PT BLJ Ditetapkan Jadi Tersangka

Investor Tertarik Bangun Tol Pekanbaru-Dumai

Puluhan Remaja Dipaksa Jadi PSK di Malaysia

Ilmuan Belanda Kagumi Kebesaran Kebudayaan Melayu

Lahan Bakti Praja Sudah Diadakan sejak 2002