Wonderful Indonesia
Petugas Pencatat Meter PLN Panam Mogok
Jumat, 31 Mei 2013 - 11:52 WIB > Dibaca 1021 kali Print | Komentar
PEKANBARU (RP) - Sebanyak 38 petugas  pencatat meter (managamen billing) PLN Rayon Panam dan Simpangtiga di bawah naungan PT Duma Karya Burian, melakukan mogok kerja sejak tanggal 26 Mei lalu.

Pasalnya mereka mengaku tidak mendapat haknya berupa gaji sejumlah Rp1.260.000 yang seharusnya dibayarkan pihak perusahaan.

Padahal seharusnya para karyawan tersebut pada akhir bulan harus melakukan pencatatan meteran ke rumah-rumah warga yang berada dikawasan Panam dan Simpang Tiga.

Informasi yang berhasil dirangkum dari salah satu karyawan mengatakan, para karyawan melakukan aksi mogok kerja karena pihak perusahaan tidak membayar gaji mereka.

‘’Kami mogok kerja karena gaji bulan lalu yang seharusnya telah dibayar tidak
dibayar, sudah gaji Rp1.260.000 malah belum diabayar, mau makan apa kami,’’ ujar salah satu karyawan.

Manager PT Duma Karya Burian, Lase saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon mengatakan, perusahaannya bukan tidak ingin membayar gaji karyawannya, namun pihak PLN Rayon Panam yang bekerja sama dengan PT Duma Karya Burian belum memberikan dana untuk membayar gaji para pencatat rekening listrik tersebut. ‘’Terhitung sejak Januari hinga sekarang pihak PLN tidak mencairkan gaji para karyawan,’’ ujar Lase.

Lase juga membantah bahwa perusahaannya tidak mengeluarkan gaji kepada karyawan. Pihaknya selaku pengontrak para pekerja karyawan pencatat meteran KWH PLN telah memberikan talangan dana kepada karyawan sebesar Rp500 ribu. ‘’Kami sudah memberikan talangan dana sebesar Rp500 ribu kepada karyawan untuk bulan ini,’’ jelasnya.

Sudah Dibayar
Manager Cabang PLN Pekanbaru Agus Sutjahjo mengatakan, PLN Pekanbaru sudah melakukan pembayaran kepada PT Duma dua hari lalu.

‘’Harusnya mereka bayar lebih dahulu gaji karyawan mereka, tapi kami sudah membayar ke yang bersangkutan, jadi tidak ada masalah lagi,’’ kata Agus Sutjahjo.(rul)
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
SERANGAN MOBIL VAN
Teror Barcelona, Pelaku Diduga Sudah Kabur ke Negara Ini
Selasa, 22 Agustus 2017 - 00:49 wib
TERKAIT KASUS E-KTP
Meski Miryam Murka, Anton Tak Akan Cabut Keterangan soal Markus Nari
Selasa, 22 Agustus 2017 - 00:32 wib
LAPOR KE CRISIS CENTER
Korban First Travel Kecewa, Berkas Pengaduan Hanya Ditumpuk Petugas
Selasa, 22 Agustus 2017 - 00:26 wib
GELONTORKAN SUBSIDI BESAR
2018, Pemerintah Tak Berencana Naikkan BBM, LPG, dan Listrik
Selasa, 22 Agustus 2017 - 00:12 wib
TERKAIT KASUS E-KTP
Miryam Murka Markus Nari Disebut Bayari Pengacaranya
Selasa, 22 Agustus 2017 - 00:00 wib
JUMLAHNYA TERUS BERTAMBAH
Lebih dari 1.200 Jamaah Lapor ke Posko Crisis Center
Selasa, 21 Agustus 2017 - 20:50 wib
HASIL OTT KPK
Dikirim Via Transfer, Segini Uang Suap ke Oknum Penegak Hukum PN Jaksel
Selasa, 21 Agustus 2017 - 20:40 wib
DIBANDING 2015-2017
Defisit APBN 2018 Dirancang Makin Mengecil, Ini Alasan Menkeu
Selasa, 21 Agustus 2017 - 20:30 wib
TERKAIT KASUS E-KTP
Diongkosi dengan Dolar, Ternyata Inilah Pembocor BAP Miryam
Selasa, 21 Agustus 2017 - 20:20 wib
PICU SEJUMLAH POLEMIK
Kebijakan Full Day School Akan Dibatalkan? Ini Kata Jubir Presiden
Selasa, 21 Agustus 2017 - 20:10 wib
Cari Berita
Pekanbaru Terbaru
Desak Gelper Ditutup

Senin, 21 Agustus 2017 - 10:58 WIB

Pusat Belum Restui Mutasi

Senin, 21 Agustus 2017 - 10:57 WIB

Tak Ada Dana, RSUD Kota Tak Kunjung Selesai

Senin, 21 Agustus 2017 - 10:51 WIB

Pengoperasian 35 Bus TMP Tak Pasti

Senin, 21 Agustus 2017 - 10:39 WIB

Ratusan Siswa YABRI Kunjungi Vihara Satya Dharma

Senin, 21 Agustus 2017 - 10:36 WIB

sumatranet
Ranggi Riau Pos
loading...
Follow Us