Wonderful Indonesia
Dirakit di Luar, Tempat Tawaf Dari Baja
Renovasi Masjidil Haram Dikerjakan Siang-Malam
Selasa, 25 Juni 2013 - 06:04 WIB > Dibaca 743 kali Print | Komentar
Renovasi Masjidil Haram Dikerjakan Siang-Malam
 DEMI kenyamanan tamu-tamu Allah, renovasi Masjidil Haram terus dikebut. Awalnya diperkirakan selesai menjelang musim haji, tapi Allah berkehendak lain. Renovasi belum selesai. Pemerintah Arab Saudi harus mengurangi jumlah jamaah haji se-dunia. Bagaimana perkembangan terkini Masjidil Haram?

Laporan Makmur Kasim, CEO Riau Pos Group, Makkah

USAHA keras Kerajaan Saudi Arabia untuk penyelesaian renovasi Masjidil Haram, terlihat dari kesibukan para buruh dan pihak terkait bekerja siang dan malam. Sekitar 50 unit crane tower dipakai untuk mengangkat dan memindahkan bahan bangunan serta peralatan konstruksi. Termasuk sibuknya operator forklift mengangkat dan memindahkan bahan bangunan. Semuanya harus berpapasan dengan para jamaah.

Itulah realitanya di Makkah saat ini. Khususnya Masjidil Haram yang menjadi pusat kegiatan beribadah jamaah haji, sedang berlansung renovasi besar-besaran. Sebahagian masjid yang sejajar dan berbatas langsung dengan tempat sai sampai sejajar pelataran Kakbah sedang dikerjakan.

Sebahagian masjid terputus. Bagi jamaah yang biasanya melakukan tawaf di dalam masjid, baik lantai satu, dua maupun lantai atap, sekarang tidak bisa lagi. Semuanya sedang proses renovasi.

Mutlak yang hanya bisa dipakai untuk tawaf hanyalah pelataran Kakbah. Itupun sudah terpotong oleh dinding pengamanan untuk pengerjaan bangunan yang direnovasi. Ditambah lagi ada bangunan baru yang juga sedang dikerjakan. Bangunan tersebut terletak di pelataran Kakbah antara tangga masjid dengan Hijir Ismail.

Menurut Faisal Yusuf, salah seorang pekerja di Masjidil Haram, bahwa bangunan tersebut adalah untuk tawaf, direncanakan dibangun mengelilingi Kakbah, tingginya tiga lantai.

Sementara pelataran Kakbah pun, tentu semakin sempit, dan secara logikanya, akan menyulitkan para jamaah untuk tawaf dengan semakin terbatasnya tempat. Seluruh jamaah yang tawaf, baik yang sehat maupun menggunakan kursi roda terkumpul di satu tempat di pelatan Kakbah yang sudah berkurang tersebut.

Tempat tawaf adalah lokasi yang terpadat di Masjidil Haram. Pada musim haji, semuanya sesak. Mulai pelataran Kakbah, di dalam Masjidil Haram hingga lantai bagian atap. Tak jarang, kondisi ini juga yang menyebabkan emosi tinggi saat tawaf.

Saling berdesakan. Tak jarang terjadi selisih paham di sini. Inilah yang menjadi salah satu penyebab kenapa pemerintah Arab Saudi membangun tempat khusus tawaf. Pertumbuhan jamaah umrah atau haji tiap tahunnya luar biasa dari berbagai penjuru dunia.

Bangunan tempat tawaf yang berdiri mengelilingi Kakbah, terletak antara tangga Masjidil Haram dengan Kakbah. Dari bangunan tempat tawaf ke Kakbah masih terdapat pelataran yang lebarnya sekitar 20 meter. Itulah pelataran yang dipakai untuk tawaf sekarang.

Bangunan tersebut dari konstruksi baja. Lebarnya sekitar 11 meter atau setara dengan 9 shaf ketika salat berjamaah. Seperti jembatan. Tidak didinding. Tetapi dipasang pagar setinggi pinggang, sehingga tidak menutup seluruh pandangan dari dalam masjid ke arah Kakbah.

Tiangnya terbuat dari besi baja berdiameter 60 cm. Berdiri seperti susunan gawang, lantainya pun konstruksi baja. Semua pekerjaannya tinggal merakit saja di pelataran Kakbah. Yang dicor dengan semen hanya tapak tiang dan tapak besi skor tiang saja. Pengerjaan pengukuran, pemotongan, bor dan lain dilakukan di luar Masjidil Haram.

Menurut Abdullah bin Syaifullah Zahroni, seorang pengawas proyek yang berkebangsaan Saudi Arabia, akhir Ramadan ini diperkirakan sudah selesai terpasang semuanya, dan sudah bisa dipakai untuk tawaf.

Berarti nantinya akan menambah kapasitas jamaah yang tawaf, dengan tersedianya tempat baru di pelataran Kakbah sebanyak dua lantai, atau sekitar 5.000 meter persegi. Secara matematis kalau satu orang memerlukan 0,5 meter tempat tawaf, maka kapasitas tabahan jamaah sekitar 10.000 orang.

Peningkatan kualitas pelayanan terhadap jamaah bukan saja pada penambahan kapasitas tempat, tetapi juga pada kenyamanan. Semua ruangan baru di Masjidil Haram juga dilengkapi AC, disamping bentuk bangunan dan ruang yang sangat artistik. Sementara di luar ruangan atau di halaman masjid, juga sudah dilengkapi dengan kipas angin. Siraman embun sangat menyegarkan suasana musim panas saat ini.

 Walaupun diberitakan di Indonesia suhu bisa mencapai 52 derajat celsius, di sekitar Masjidil Haram pada siang hari suhu berkisar 37-40 derajat celsius. Mungkin yang menjadi sedikit kendala bagi jamaah adalah diperjalanan menjelang ke Masjidil Haram yang terasa panas. Alhamdulillah saya dan grup yang ikut dengan Muhibbah Travel dari Pekanbaru dapat hotel yang dekat dengan Masjidil Haram, jadi lebih terasa nyaman, karena bisa cepat sampai di masjid.(*/jpnn)
KOMENTAR
Berita Update
Fernando Torres - Atletico Madrid
Trofi Pertama dan Terakhir
Minggu, 20 Mei 2018 - 14:45 wib

Pentingnya Terapi untuk Orangtua Anak Autis
Minggu, 20 Mei 2018 - 11:52 wib
Gundala
Awali Kebangkitan Superhero Indonesia
Minggu, 20 Mei 2018 - 11:50 wib
Barcelona VS Real Sociedad
Kado Terakhir Iniesta
Minggu, 20 Mei 2018 - 11:41 wib
Petasan Dilarang, Satpol PP Patroli Pasar Ramadan

Petasan Dilarang, Satpol PP Patroli Pasar Ramadan
Minggu, 20 Mei 2018 - 11:40 wib

Tegang Jelang Ucap Janji
Minggu, 20 Mei 2018 - 11:31 wib

Menulis Tradisi dalam Bait-bait Puisi
Minggu, 20 Mei 2018 - 11:27 wib

Bandar Kayangan, Unik nan Menarik
Minggu, 20 Mei 2018 - 11:24 wib
PERISA - YUSMAR YUSUF
Laman Rumput Hijau
Minggu, 20 Mei 2018 - 11:23 wib
Datangkan Imam dari Palestina
Masjid Al-Falah Darul Muttaqin Pekanbaru
Datangkan Imam dari Palestina
Minggu, 20 Mei 2018 - 11:20 wib
Cari Berita
Internasional Terbaru
Tegang Jelang Ucap Janji

Minggu, 20 Mei 2018 - 11:31 WIB

Geledah Kediaman Najib, Sejumlah Barang Mewah Disita Polisi Malaysia
Ini Negara-negara yang Puasanya Terlama di Dunia

Jumat, 18 Mei 2018 - 00:18 WIB

Resmi Bebas, Anwar Ibrahim Jadi Calon Pemimpin Masa Depan Malaysia
Surati Jokowi, Begini Belasungkawa Presiden Singapura Terkait Teror Bom
Sagang Online
loading...
Follow Us