20 April 2014 - 22.51 WIB
Loading
Facebook   Twitter   RSS   Email   Pasang Iklan  
Riaupos.co.id
 
 
 
 
Tambah Berita  
 
Memanfaatkan Barang Bekas Jadi Berharga
Dikirim oleh: Ayu Karisa Fania
5 Maret 2013 - 11.20 WIB > Dibaca 2095 kali
 
jika bicara barang bekas, pasti di pikiran kita semua terlintas bahwa barang bekas itu hanyalah sampah yang tidak berguna. Padahal barang bekas bisa didaur ulang kembali atau dimanfaatkan dan bisa menjadi barang yang berharga. Selain untuk mengolah sampah menjadi barang bernilai jual, pengolahan sampah ini efektif untuk membantu menangani masalah sampah di lingkungan kita.

Misalnya memanfaatkan sampah anorganik menjadi produk kerajinan, dengan cara mendaur ulang kembali sampah plastik rumah tangga menjadi sendal, tas ransel maupun tas sandang, kotak pensil bahkan payung dan kreasi lainnya. Seperti memanfaatkan botol plastik menjadi bunga hias, pot bunga, tempat pensil dan membuat mainan seperti mobil-mobilan dan kreasi lainnya.

Daripada jadi penyumbat di selokan yang menyebabkan banjir dan menyusahkan kita, lebih baik kita memanfaatkan barang-barang bekas menjadi barang yang berguna. Sepertti membuat perabotan rumah tangga dari ban karet bekas, akhir-akhir ini pasti sering kita jumpaii bukan? Ban bekas ini biasanya dibuat menjadi meja dan kursi yang kita kenal biasanya dengan nama Siret (kursi karet). Kita juga memanfaatkan kaca manjadi barang yang mahal, yakni dari pecahan kaca yang tidak berguna menjadi vas bunga, hiasan dan pemanis rumah. Cara pengolahannya, kaca dileburkan dan dicetak, bisa juga kita mamanfaatkan kaca yang telah didaur ulang tersebut dengan seni lukis kaca.

Dengan adanya mesin-mesin modern yang bisa menghancurkan sampah plastik untuk didaur ulang kembali, ini akan menguntungkan kita, karena sampah dan barang bekas yang kita buang setiap harinya yang tidak bisa terurai di dalam tanah, akan habis dengan sendirinya karena dimanfaatkan kembali. Bukan hanya sampah anorganik yang harus kita manfaatkan, tetapi kita harus bisa juga mengolah sampah organik (sampah sayuran rumah tangga) menjadi pupuk kompos, selain ramah lingkungan kompos dapat dimanfaatkan sebagai media tanam sekaligus pupuk tanaman. Pengolahan sampah ini mengurangi jumlah sampah yang di buang ke TPA.

Usaha ini juga bisa mengurangi jumlah pengangguran, yakni usaha produksi barang-barang limbah tersebut akan menyerap tenaga kerja.***



Ayu Karisa Fania
pelajar kelas IX SMP Plus YLPI Marpoyan
 
 
 
blog comments powered by Disqus